Connect with us

UTAMA

Cegah Covid-19, Polda NTT Gelar Penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Polri Secara Online

Published

on

Pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas penerimaan terpadu bidan dan perawat di Aula Rupatama Lantai 3 Mapolda NTT, Rabu (8/4/2020).

Kupang, penatimor.com – Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) selaku penyelenggara penerimaan Polri tahun 2020 harus menjalani proses tahapan secara online.

Seperti digelar nya pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas penerimaan terpadu bidan dan perawat di Aula Rupatama Lantai 3 Mapolda NTT, Rabu (8/4/2020).

Prosesi ini dipimpin Irwasda Polda NTT, Kombes Pol Yavip Yulianto dan Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Riyadi Nugroho.

Tidak ada kumpulan massa dalam prosesi ini. Acara hanya menghadirkan perwakilan peserta, perwakilan orang tua/wali, panitia dan pengawas.

Jarak duduk masing-masing pun diatur berjauhan. Ruangan yang biasanya bisa menampung 200 peserta hanya diisi sekitar 20 orang.

Seluruh yang hadir pun wajib memakai masker. Sarana komputerisasi disiapkan sehingga calon siswa lainnya mengikuti prosesi secara online melalui aplikasi zoom.

Sebelum memasuki ruangan, pemeriksaan ketat dilakukan di lobi lantai 1 Mapolda NTT dengan penyemprotan dan mencuci tangan. Demikian pula saat memasuki Aula Rupatama wajib mencuci tangan.

Irwasda Polda NTT, Kombes Pol Tavip Yulianto, mengingatkan kalau proses dilakukan tanpa mengumpulkan banyak orang guna menghindari penyebaran corona virus disease (Covid-19).

“Polri tetap melaksanakan tugas rutin dan tetap sesuai SOP dari Mabes Polri serta proses sesuai ketentuan demi keamanan dan kenyamanan bersama,” ujarnya.

Diingatkan pula kalau proses seleksi dilakukan secara terbuka dan transparan dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis (BETAH).

Pihaknya berharap orangtua, wali dan peserta agar tidak mempercayai janji kelulusan dari pihak manapun termasuk dari panitia sekalipun.

“Percaya pada kemampuan diri sendiri dan jangan percaya mereka yang menjanjikan kelulusan apalagi dengan meminta uang,” tandasnya.

Ia meminta peserta dan orangtua segera melaporkan jika ada panitia, anggota Polri atau pihak manapun yang meminta imbalan uang dan menjanjikan kelulusan.

Pihaknya menegaskan kalau semua proses dan hasil akan dipertanggungjawabkan sehingga peserta harus menghindari adanya calo penerimaan.

Hingga hari penutupan pendaftaran, ada 26 peserta penerimaan calon anggota Polri perawat dan bidan di Polda NTT terdiri dari 11 orang pria dan 15 orang wanita.

Calon bintara perawat sebanyak 14 orang terdiri dari 11 orang pria dan tiga orang wanita serta calon bintara bidan sebanyak 12 orang terdiri dari 12 orang wanita.

Seluruh proses akan dimulai pekan depan mulai dari pemeriksaan kesehatan, ujian psikologi, jasmani, akademik hingga proses akhir.

Sementara itu belasan calon siswa lain mengikuti prosesi secara online dan dipantau langsung pihak panitia penyelenggara.

“Kita senang karena proses secara online sehingga kita tidak berkumpul langsung, namun kami dapat mengikuti proses secara online dan sangat membantu ditengah kekuatiran kita terhadap penyebaran Covid-19,” ujar Marthen (50), salah seorang perwakilan orangtua calon siswa di Mapolda NTT. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Polisi Tangkap Tiga Perempuan Pencuri Pakaian di IAN Butik Kupang, Ada Istri Kades

Published

on

Dua orang pelaku diamankan Tim Buser di Mapolres Kupang Kota.
Continue Reading

HUKRIM

Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Rp 1,4 Miliar Naik Penyidikan, Kejari Lembata Katongi Calon Tersangka

Published

on

Kajari Lembata, Ridwan Sujana Angsar, SH.,MH.
Continue Reading

SOSBUD

Pameran Pembangunan di Kefamenanu Perketat Protokol Kesehatan

Published

on

Salah satu pengunjung pameran tampak mencuci tangan sebelum memasuki stan pameran.
Continue Reading
loading...