Connect with us

HUKRIM

Diduga Gelapkan Uang Puluhan Juta, PT Nindya Karya Polisikan Pengusaha di Kupang

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha, SH.

Kupang, penatimor.com – Seorang oknum pengusaha di Kota Kupang dipolisikan oleh PT. Nindya Karya (Persero) dengan dugaan melakukan tindak pidana pengelapan.

Kasus dugaan tindak pidana penggelapan ini dilaporkan oleh Catur Widi Endro Mukti (35), salah satu karyawan PT. Nindya Karya, dengan terlapor Dr. Christa M. Sulayman.

Kasus ini berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/B/432/IVI 2020/SPKT Resor Kupang Kota pada Selasa (7/4/2020).

Kasus yang dilaporkan ini dengan tempat kejadian perkara di Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada bulan November 2019.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P.T. Binti S.I.K., melalui Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha, S.H., saat dikonfirmasi wartawan di Mapolresta, Rabu (8/4/2020) siang, membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana penggelapan dimaksud.

Dijelaskan Kasat Reskrim, sesuai laporan, kasus ini berawal pada saat pihak korban menyewa alat berat ekskavator dari terlapor pada bulan Mei 2019.

Dan telah dilakukan pembayaran pada tanggal 9 Juli 2019 sebesar Rp 86.130.660, dengan cara mentransfer melalui rekening bank.

Namun pada tanggal 20 Agustus 2019, korban melakukan pembayaran ke terlapor lagi melalui via transfer rekening bank dengan nominal yang sama Rp 86.130.660.

Masih menurut Kasat Reskrim, karena kesalahan sistem sehingga terjadi kelebihan pembayaran sewa alat berat ekskavator pada terlapor, sehingga pihak korban melakukan konfirmasi bahwa ada kelebihan pembayaran tersebut, dan terlapor berjanji akan mengembalikan kelebihan pembayaran.

Namun, dalam waktu berjalan terlapor mengirimkan surat bahwa kelebihan pembayaran tersebut sudah dipotong terkait hutang milik PT Nindya Karya terhadap PT Nindya Beton.

“Atas surat yang dikirim pihak korban PT Nindya Karya mengatakan bahwa tidak ada hubungan dengan pihak PT Nindya Beton,” terang Kasat.

Karena terlapor belum mengembalikan kelebihan dana tersebut, PT Nindya Karya selaku korban langsung melaporkan kejadian ini Mapolres Kupang Kota untuk menindaklanjuti dugaan tindak pidana pengelapan dimaksud.

“Untuk dugaan tindak pidana penggelapan yang dilaporkan oleh korban PT. Nindya Karya, pasal yang dikenakan adalah Pasal 372 KUHP,” sebut Kasat. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Enam Pejabat Pemkot Kupang jadi Saksi di Sidang Perkara Jonas Salean

Published

on

Enam orang saksi diambil sumpah sebelum diperiksa di sidang Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Putusan Kasasi, Linda Liudianto Tetap Dihukum 8 Tahun Penjara

Published

on

Linda Liudianto menyalami JPU S. Hendrik Tiip saat persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Ungkap Peredaran Uang Palsu dan Narkoba, Polisi dan Sekuriti di Kupang Terima Penghargaan dari Kapolda

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif berpose bersama para penerima penghargaan di Mapolda NTT, Kamis (19/11/2020).
Continue Reading