Connect with us

HUKRIM

Karyawati Kalbe Farma Kupang Ditemukan Bersimbah Darah dengan Belasan Luka Tusuk

Published

on

Aparat kepolisian melakukan olah TKP di kediaman korban.

Kupang, penatimor.com – Agustin Martini (29), karyawati Kalbe Farma Kupang ditemukan dalam keadaan sekarat dengan tubuh penuh luka tusukan, diduga karena tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam.

Korban ditemukan dalam posisi disekap orang tak dikenal di kediamannya di Jalan RW Monginsidi III, RT 24/RW 07 Kelurahan Nefonaek, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (1/4/2020) pagi sekitar pukul 05.00 wita.

Sampai saat ini belum diketahui pelaku yang diduga menyekap dan menganiaya korban

Hal ini disampaikan Kapolsek Kelapa Lima, AKP Andri Setiawan, SH SIk di kantornya, Rabu (1/4/2020).

Kapolsek menyebutkan kalau saat peristiwa terjadi, korban tinggal di dalam rumah (TKP) seorang diri sementara orangtua korban berada di luar kota.

“Menurut keterangan beberapa saksi yang sudah kita periksa kalau saat itu korban berada di dalam kamar dengan kodisi lemas dan bersimbah darah dengan posisi terlentang di atas tempat tidur menggunakan baju kaos warna garis-garis putih hitam, celana kain panjang motif bunga warna abu-abu dan korban mengalami luka tikaman pada bagian lengan tangan kiri dan memar pada bagian reher,”sebut mantan Kasat Reskrim Polres Sikka, Polda NTT ini.

Viktory Ariano Pukul (20) warga RT 12/RW 03 Kelurahan Fatululi Kecamatan Oebobo, Kota Kupang yang juga penjaga kios milik korban yang ditemui di lokasi kejadian, Rabu (1/4/2020) mengakui kalau sekitar pukul 05.00 wita, ia berangkat dari kos-kosan temannya di Kelurahan Liliba dan datang ke lokasi kejadian untuk mengecek TKP (rumah korban).

Viktory pun membuka pintu pagar lalu masuk ke dalam halaman rumah kemudian memanggil – manggil korban,namun tidak ada respon dari korban.

Selanjutnya Viktory kembali ke kios dan bertemu Pius Rahmat (53) yang juga sopir mobil truk milik korban.

Sekitar 10 Menit kemudian, korban menelepon Pius Rahmat namun Pius meminta agar Viktory yang menjawab panggilan telepon dari korban.

Di ujung telepon, korban dengan suara lemah meminta tolong kalau korban dibekap dan disekap.

Viktory dan Pius masuk ke dalam rumah korban melalui pintu kamar mandi di samping rumah.

Kedua nya membongkar ventilasi pintu bagian samping kamar tamu. Selanjutnya Pius masuk melalui ventilasi tersebut dan masuk kemudian membuka pintu rumah dan masuk kedalam kamar korban.

Ia juga kaget melihat korban dalam keadaan lemas dan bersimbah darah dengan posisi terlentang di atas tempat tidur.

Pius langsung meminta pertolongan warga sekitar dan kemudian bersama warga membawa korban ke Rumah sakit Umum Siloam Kupang.

Warga yang lain melaporkan ke polisi di Polsek Kelapa Lima sehingga anggota piket Polsek Kelapa Lima bersama anggota unit identifikasi Polres Kupang Kota ke lokasi kejadian dan mengamankan TKP serta memasang police line.

“Tidak menuntut kemungkinan pelaku penganiayaan tersebut orang dekat yang mengetahui kondisi dan situasi di sekitar TKP disebabkan tidak terdapat kerusakan di rumah korban (TKP) dan mengetahui bahwa korban sementara seorang diri,” tambah Kapolsek Kelapa Lima. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Stefanus Sulayman Divonis 18 Tahun Penjara, Yohanes Sulayman 12 Tahun

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk terdakwa Stafanus Sulayman di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (1/12/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Besok, Penyidik Kejati NTT Periksa Gories Mere dan Karni Elyas

Published

on

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim.
Continue Reading

HUKRIM

Mantan Kacab Bank NTT Surabaya Dihukum 10 Tahun Penjara, JPU-Terdakwa Banding

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk terdakwa Dedakus Leba di Pengadilan Tipikor Kupang, Jumat (20/11/2020).
Continue Reading