Connect with us

HUKRIM

Diduga Gelapkan Uang Ratusan Juta, Wanita di Kupang Ini Dipolisikan

Published

on

KBO Reskrim Iptu I Wayan P. Sujana

Kupang, penatimor.com – Seorang wanita di Kota Kupang dipolisikan karena diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 200 juta.

Kasus penipuan dan pengelapan ini dilaporkan oleh Edison Saefatu (30), warga Jalan Pelita, RT 007/RW 002, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Terlapor dalam kasus ini adalah Maria Elfira yang juga warga Kota Kupang.

Kasus ini berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/B/418/IV/2020/SPKT Resor Kupang Kota yang dilaporkan tanggal 4 April 2020, sekitar pukul 21.10 Wita.

Kasus penipuan dan pengelapan ini dengan tempat kejadian perkara di Bank BRI Unit Oesapa, Jalan Timor Raya, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, pada tanggal 8 Mei 2019, sekitar pukul 13.49 Wita.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manasye Jaha, SH., melalui Kaur Bin Ops (KBO) Iptu I Wayan P. Sujana, SH., yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (6/4) siang, membenarkan.

“Ya, kami menerima laporan dugaan tindak pindana penipuan dan pengelapan uang sebesar Rp 200 juta,” kata Iptu Wayan.

Dijelaskan, kasus ini berawal pada saat terlapor meminta bantuan kepada pelapor untuk membayar hutang nasabah sebesar Rp 200 juta di bank lain, agar pinjamannya dipindahkan ke bank BNI.

Dan terlapor yang bertanggung jawab untuk mengembalikan uang milik pelapor paling lama satu bulan.

Sehingga pelapor juga setuju untuk membantu, kemudian terlapor memberikan nomor rekening 7485-01-006583-53-6 atas nama Adventina Elisabeth Minda Dolo, yang mana menurut terlapor itu adalah rekening milik adiknya.

“Setelah itu pelapor menuju ke bank BRI Unit Oesapa dan mengirim uang tersebut ke rekening yang diberikan terlapor. Setelah selesai mengirim uang
tersebut, kemudian pelapor bertemu dengan terlapor di bank BNI Tode Kisar untuk membuat kwitansi,” jelas KBO Reskrim.

Terlapor berjanji untuk mengembalikan uang Rp 200 juta milik pelapor dalam waktu satu bulan, namun tidak ditepati.

Pelapor juga sudah mencoba menghubungi terlapor, namun terlapor selalu berbelit dan susah ditemui, dan sampai saat ini uang pelapor belum dikembalikan.

Atas kejadian tersebut, pelapor membuat laporan polisi agar dapat ditindaklanjuti dengan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Terlapor dalam kasus ini dikenakan Pasal 372 dan 378 KUHP,” tutup Iptu Wayan. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Mantan Kacab Bank NTT Surabaya Dihukum 10 Tahun Penjara, JPU-Terdakwa Banding

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk terdakwa Dedakus Leba di Pengadilan Tipikor Kupang, Jumat (20/11/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kejati NTT Pulihkan Kerugian Negara Rp 128 M, Dikembalikan Seluruhnya dalam Bentuk Uang dan Aset

Published

on

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim.
Continue Reading

HUKRIM

JPU Kejati NTT Tuntut Siswanto Kodrata Dipenjara 8 Tahun, Bayar Denda Rp 750 Juta

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan tuntutan JPU untuk terdakwa Siswanto Kodrata di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (26/11/2020).
Continue Reading