Connect with us

UTAMA

Cegah Corona, 21 Napi di Rutan Kupang Dibebaskan

Published

on

Kepala Rutan Kelas II B Kupang Yohanis Varianto dan jajaran berpose bersama 21 warga binaan yang dibebaskan, Kamis (2/4/2020).

Kupang, penatimor.com – Sebanyak 21 warga binaan pada Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kupang dibebaskan pada Kamis (2/4/2020) siang.

Pembebasan narapidana ini dilakukan untuk mencegah penularan Virus Corona (Covid-19) di dalam Rutan.

“Ada 21 warga binaan di Rutan yang dibebaskan, satu orang Bebas Bersyarat sedangkan 20 orang mendapatkan Asimilasi di rumah,” kata Kepala Rutan Kelas II B Kupang Yohanis Varianto kepada wartawan di Rutan Kupang, Kamis (2/4).

Yohanis jelaskan, pembebasan 20 warga binaan tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 19 tahun 2020 dan edaran dari Dirjen Pemasyarakatan tentang Pembebasan Bersyarat dan Asimilasi di rumah.

“Dengan Peraturan Menteri ini kita keluarkan 21 orang narapidana yang sudah menjalani 2/3 masa pidana sebelum tanggal 31 Desember 2020. Dan untuk narapidana anak yang setengah masa pidananya sama yaitu 31 Desember 2020,” jelas Kepala Rutan Kupang.

Sedangkan, untuk pembebasan terhadap 21 orang warga binaan tersebut rata-rata merupakan terpidana perkara pidana umum, seperti kasus penganiayaan, kasus susila, pemerasan dan lainnya.

Sementara tentang Permen Nomor 99, lanjut Karutan, artinya narapidana untuk kasus Tipikor, Narkoba dan lain-lain belum ada pembebasan karena belum ada surat edaran.

“Mungkin untuk ke depan kalau sudah ada surat edaran. Nanti kita data lagi untuk dibebaskan,” ujar mantan Kepala Seksi Pembinaan Napi dan Anak Didik Lapas Nusakambangan itu.

Setelah 21 orang narapidana dibebaskan dari Rutan, maka mereka akan diawasi oleh pihak Bapas.

“Mereka itu yang bebas sebelum waktunya dan pulang ke rumah untuk asimilasi di rumah. Sampai di rumah mereka akan isolasi mandiri sampai tanggal bebas,” jelas Karutan.

Sedangkan untuk masa hukuman bagi narapidana yang dibebaskan ini, menurut Karutan ada bermacam-macam.

Untuk saat ini, di atas 6 bulan, yang bersangkutan juga sudah menjalani setengah masa pidana.

“Jadi, yang masih enam bulan ke bawah itu sementara masih belum kita keluarkan. Karena masih menunggu surat edaran berikutnya,” imbuh Yohanis Virianto.

Salah satu warga binaan yang dibebaskan, Efradus Selan, mengungkapkan, bahwa dirinya sudah menjalani hukum selama empat tahun dari masa hukuman tujuh tahun penjara.

”Kami menjalani hukuman dengan aturan yang ada. Ada pembinaan rohani dan pembinaan mandiri. Selama di dalam Rutan kami diajarkan untuk saling menghargai, menghormati, dan saling menjaga,” ungkap Efradus Selan.

“Semua yang kami dapat di sini (Rutan) adalah hal baik. Di luar dulu kita banyak kelakuan tidak baik, tetapi sampai di sini kita banyak dapat motivasi yang bisa merubah hidup kami,” lanjut dia.

Mewakili narapidana yang dibebaskan, Efradus menyampaikan terima kasih kepada Kepala Rutan Kelas II B Kupang dan seluruh jajarannya.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada petugas yang telah mendidik kami selama ini,” pungkas Efradus. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Muhamad Ruslan Divonis 10 Tahun Penjara

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk terdakwa Muhamad Ruslan di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (26/11/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Keluarga Bisilisin Serahkan Tanah di Semau kepada Pemprov NTT

Published

on

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menandatangani berita acara penyerahan tanah oleh Keluarga Bisilin ke Pemprov NTT.
Continue Reading

HUKRIM

JPU Kejati NTT Ingin Loe Mei Lien Dihukum 18,5 Tahun Penjara

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan tuntutan JPU untuk terdakwa Loe Mei Lien di Pengadilan Tipikor Kupang, Rabu (25/11/2020).
Continue Reading