Connect with us

HUKRIM

Pacaran Sesama Jenis, Remaja Pria di Kupang Nekat Mencuri Demi Nafkahi Kekasih

Published

on

NN, pelaku pencurian handphone diamankan di Mapolsek Kupang Tengah, Kamis (26/3).

Kupang, penatimor.com – Seorang remaja pria di Kota Kupang harus berhadapan dengan hukum karena menjadi pelaku tindak pidana pencurian.

Pria berinisial NN itu nekat mencuri demi nenghidupi kekasihnya yang ternyata sesama jenis.

Remaja berusia 19 tahun ini teridentifikasi adalah waega Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

NN yang diketahui hanya mengenyam pendidikan hingga kelas II SMP di Kota Kupang itu diketahui telah lama menjalin hubungan asmara sesama jenis.

NN kepada penatimor.com di Mapolsek Kupang Tengah, mengaku jika dirinya menjalin hubungan dengan Rino (28), pria asal Jawa yang tidak memiliki pekerjaan dan menetap di Kota Kupang selama ini.

“Kami sudah tiga bulan pacaran dan dia sering jemput saya,” kata NN polos, Kamis (26/3) siang tadi.

NN mengaku sudah berulangkali mencuri handphone, karena selain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya juga untuk membayar biaya kost sang pacar.

“Dari setiap hasil jual handphone curian saya setor Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu untuk dia (Rino),” ungkap NN.

Rino pun sering meminta uang kepadanya sehingga ia pun mengincar rumah serta kos-kosan, yang pintunya tidak dikunci oleh pemilik. Dia lalu nekat masuk dan mencuri handphone maupun laptop.

NN juga sering ke tempat kos Rino yang terletak di Desa Penfui Timur, namun terkadang ia juga dijemput oleh pacarnya itu.

Bahkan menurut NN, keduanya juga sudah enam kali berhubungan badan layaknya suami istri.

NN mengaku, sebelum melakukan hubungan badan, Rino kerab mengajarinya dengan terlebih dahulu melihat gambar atau menonton video porno.

Dia juga mengaku, sejak dua pekan lalu Rino kabur tanpa memberitahukan dirinya.

“Kami putus hubungan dan komunikasi karena handphonenya sudah tidak aktif dan dia (Rino) tidak pernah kabari saya,” ungkap NN.

Pasca putus dengan Rino, NN pun mengaku tengah menjalin hubungan dengan dua pria di Kalimantan dan Sumatera yang dikenal melalui facebook.

Namun hubungan dan komunikasi mereka hanya dilakukan melalui handphone. NN juga mengaku sering mengirim pulsa kepada dua pria tersebut.

Selama tahun 2020, NN mengaku sudah tujuh kali mencuri handphone di beberapa rumah dan tempat kost di Desa Penfui Timur dan Matani, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Begitu mendapatkan barang curian, ia langsung ke counter atau pusat jual beli handphone terbesar di Kota Kupang, untuk dijual.

“Saya menjual handphone curian dengan harga bervariasi tergantung merk dan jenis handphone,” ungkap dia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Tengah dipimpin Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Elpidus Kono Feka, serta Kanit Reskrim, Bripka Pance Sopacua membekuk NN di sebuah counter handphone tanpa perlawanan pada Senin (23/3) malam, terkait laporan kasus pencurian handphone di beberapa lokasi berbeda.

Setelah mencuri, NN masih menggunakan handphone dan SIM card korban sehingga keduanya sempat berkomunikasi. Dalam komunikasi itu, NN berniat mengembalikan SIM card korban.

Polisi kemudian mendapat informasi bahwa ada seorang yang membawa HP merk Xiomi Redmi not 7 ke counter handphone di cabang Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota kupang untuk dibukakan kode kunci dari handphone tersebut.

Di lokasi itulah polisi menangkap NN yang kebetulan hendak mengambil handphone curiannya.

“Selain mengamankan pelaku NN, kami juga menyita barang bukti satu buah handphone Xiomi Redmi Not 7 dan satu buah handphone Vivo,” kata Kapolsek Kupang Tengah

NN ternyata sebelumnya juga pernah melakukan tindak pidana pencurian dan ditangani juga oleh Polsek Kupang Tengah, pada tahun 2018 dan 2019. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Enam Pejabat Pemkot Kupang jadi Saksi di Sidang Perkara Jonas Salean

Published

on

Enam orang saksi diambil sumpah sebelum diperiksa di sidang Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Putusan Kasasi, Linda Liudianto Tetap Dihukum 8 Tahun Penjara

Published

on

Linda Liudianto menyalami JPU S. Hendrik Tiip saat persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Ungkap Peredaran Uang Palsu dan Narkoba, Polisi dan Sekuriti di Kupang Terima Penghargaan dari Kapolda

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif berpose bersama para penerima penghargaan di Mapolda NTT, Kamis (19/11/2020).
Continue Reading