Connect with us

HUKRIM

Dicurigai sebagai Pencuri Ternak, Pemuda di Kupang Ini Babakbelur Dianiaya Warga

Published

on

Kapolsek Kupang Tengah Ipda Elpidus Kono Feka, S.Sos.

Kupang, penatimor.com – Dicurigai sebagai pencuri, Marten Sonbai (28), warga RT 19/RW 5, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, babak belur dianiaya warga di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Kasus ini terjadi di Dusun I, Desa Oebelo, Senin (17/3/2020) sekitar pukul 22.00 Wita.

Awalnya Marten yang sedang dalam kondisi mabuk akibat mengonsumsi minuman keras (Miras) melintasi perkampungan warga, hendak pergi ke rumah Patris Sonbai, selaku keluarganya.

Saat melintas di jalan raya, Marten ditangkap oleh sejumlah warga yang mencurigai dia merupakan pelaku pencurian hewan ternak warga.

Marten pun ditangkap dan sempat dianiaya warga.

Dari kejadian tersebut, masyarakat langsung mengamankan Marten ke Pos Polisi Oebelo sekitar pukul 22.30 Wita.

Marten kemudian dimintai keterangan oleh anggota Pos Polisi Oebelo. Namun karena mabuk miras sehingga dia tidak bisa memberikan keterangan yang jelas dan benar.

Karena semakin banyak warga datang ke Pospol, anggota Pospol Oebelo menghubungi pihak Polsek Kupang Tengah, Polres Kupang untuk mengamankan yang bersangkutan.

Kemudian dilakukan interogasi terhadap Marten tentang keberadaannya pada malam hari, termasuk kepentingannya dengan waktu yang sudah larut malam.

Ternyata Marten mengatakan ingin pergi ke rumah keluarga atas nama Patris Sonbai. Marten pergi ke keluarganya dengan berjalan kaki.

Kapolsek Kupang Tengah Ipda Elpidus Kono Feka, S.Sos., yang diwawancarai di ruang kerjanya (17/03/2020), mengatakan bahwa Marten Sonbai bukanlah pencuri hewan seperti yang dicurigai warga.

“Kami juga imbau kepada masyarakat jangan serta merta melakukan penganiayaan atau menghakimi orang lain ketika belum ada informasi yang jelas,” tegas Kapolsek.

“Segala sesuatu yang terjadi di masyarakat, kita berkewajiban untuk menginformasikan kepada pihak kepolisian. Jangan main hakim sendiri, karena negara ini adalah negara hukum sehingga segala sesuatunya harus diselesaikan secara hukum,” pungkas perwira dengan pangkat satu balok di pundak itu. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Enam Pejabat Pemkot Kupang jadi Saksi di Sidang Perkara Jonas Salean

Published

on

Enam orang saksi diambil sumpah sebelum diperiksa di sidang Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Putusan Kasasi, Linda Liudianto Tetap Dihukum 8 Tahun Penjara

Published

on

Linda Liudianto menyalami JPU S. Hendrik Tiip saat persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Ungkap Peredaran Uang Palsu dan Narkoba, Polisi dan Sekuriti di Kupang Terima Penghargaan dari Kapolda

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif berpose bersama para penerima penghargaan di Mapolda NTT, Kamis (19/11/2020).
Continue Reading