Connect with us

UTAMA

104 ODP Kasus Covid-19 di NTT

Published

on

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi Minggu Mere memberikan keterangan pers di Kupang, Minggu (22/3/2020).

Kupang, penatimor.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Domi M. Mere, M.Kes., mengatakan, data yang terupdate dari kabupaten dan kota se-NTT hingga Sabtu malam (21/3/2020) berjumlah 104 Orang Dalam Pemantauan (ODP) kasus Covid-19.

“Hingga saat ini kriteria ODP berjumlah 104 orang. Kalau kemarin kami laporkan posisi terakhir 92 orang. Jumlah ini berdasarkan notifikasi teman-teman kami dari dinas kesehatan kabupaten dan sebagaimana teman-teman media mengikuti,” jelas drg. Domi di depan awak media, di pelataran Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Jalan Palapa Kupang, Minggu (22/3/2020).

Ikut mendampingi dokter Domi, Kadis Perhubungan NTT Ir. Isyak Nuka, Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si., Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilayah Kupang (KKP), GM Angkasa Pura El Tari Kupang dan sejumlah tim gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi NTT.

Dokter Domi merincikan, Kota Kupang 34 orang (sembuh 4 orang); Lembata 2 orang; Manggarai Barat 12 orang; Kabupaten Kupang 2 orang; Sikka 26 orang (sembuh 11 orang); TTS 3 orang; Manggarai Timur 1 orang; Flores Timur 4 orang; Malaka 1 orang; Alor 1 orang; Sumba Timur 2 orang; Belu 2 orang; Sumba Barat Daya 7 orang; Ende 2 orang; Manggarai 5 orang.

“Jadi total 104 ODP dan yang telah selesai ODP berjumlah 89 orang,” urai mantan Dirut Rumah Sakit Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang.

Dokter Domi juga mengakui, hingga kini di beberapa rumah sakit memang terdapat keluhan ketiadaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Viral Transport Media (VTM) yang secara provinsi maupun nasional masih kekurangan.

“Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI yang beberapa waktu lalu; kami berkoordinasi dengan Sekjen Pak Oskar Permadi. Kami sudah sampaikan permintaan dari NTT walaupun sampai saat ini NTT masih negative Covid-19. Tetapi melihat fluktuasi dan frekuensi kenaikan ODP kita harus antisipasi dari sekarang,” ucap Dokter Domi.

Menurut dia, ketersediaan APD menjadi hal mutlak yang dikeluhkan dari teman-teman di lapangan. Sehingga provinsi juga selalu berkoordinasi dengan para pihak. Karena Bapak Gubernur telah menyediakan penganggaran untuk menyediakan APD dimaksud.

“Kita sudah berkoordinasi dengan para pihak tetapi kondisi nasional hingga saat ini belum memungkinkan untuk seluruhnya bisa kita peroleh. Kalau kita lihat di media tadi malam, sudah ada pesawat yang dikirim oleh Pemerintah Indonesia ke China dan mudah-mudahan dengan sekembalinya pesawat TNI itu ke Indonesia; kebutuhan APD dan lainnya bisa terpenuhi. Tentunya Kementerian Kesehatan akan mendistribusikan ke seluruh rumah sakit yang ditunjuk maupun rumah sakit yang tidak ditunjuk untuk bisa memperoleh APD untuk teman-teman agar mereka bisa bekerja dengan tenang di sarana-sarana pelayanan kesehatan yang ada,” katanya.

Terkait VTM, dokter Domi juga mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Litbang Kesehatan.

“Tetapi karena seluruh Indonesia membutuhkan hal yang sama maka untuk sementara petugas kita belum bisa keluar dari NTT. Karena sudah dikeluarkan keputusan untuk tidak kesana sehingga kita meminta bantuan teman-teman yang ada di Jakarta untuk secepatnya bisa mengurusnya dan mengirimkan ke Kupang,” harap dokter Domi.

Hal-hal lain sebut dia, yang perlu dipersiapkan antara lain adalah yang berkaitan dengan kepatuhan terhadap kebijakan social distance. “Kebijakan ini harus betul-betul diterapkan tidak untuk wacana saja,” kata dia.

Mengapa? Karena kata dokter Domi, penularan Covid-19 tidak saja berdasarkan bersin maupun lontaran dari carier pembawa virus tetapi sudah ke arah aktivis.

“Penyebaran bisa melalui udara Karena itu rawan sekali terutama berkumpul dalam jumlah yang banyak dalam satu ruangan apalagi tidak ada sirkulasi udara. Jarak teman-teman wartawan masih terlalu rapat berdirinya,” ujar dokter Domi, memberi contoh sambil melihat ke arah berdiri rekan-rekan media pers.

“Hal ini penting untuk kita ingatkan, tidak tertutup kemungkinan teman-teman bisa carier juga, atau juru bicara bisa carier juga. Oleh karena itu, sudah beberapa hari kami menggunakan masker supaya tidak menularkan kepada teman-teman apabila kami juga carier pembawa misalnya,” tambah dia.

Pada bagian lain, dokter Domi menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang telah bekerja untuk menyadarkan masyarakat.

“Kita harus memberikan apresiasi kepada petugas TNI/Polri karena mereka sudah bekerja dengan memberikan pencerahan kepada masyarakat; ada yang melalui kendaraan roda empat dan ada juga yang menggunakan roda dua. Mereka menggunakan microphone. Ini semua penting untuk kita lakukan. Peran-peran seperti ini harus terus kita lakukan sampai pada akhirnya penyakit ini sudah tidak ada di muka bumi,” tandasnya. (*/wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Kajari Lembata: Lakukan Hal-hal Sederhana untuk Membangun Kebersamaan

Published

on

Kajari Lembata, Ridwan Sujana Angsar, SH.,MH., dan Ketua IAD Lembata Ny. Melanie Angsar bersama para Kasi dan staf.
Continue Reading

HUKRIM

Direktur Poltek Digugat ke PTUN Kupang

Published

on

Lesly Anderson Lay bersama kliennya saat memberikan keterangan pers di Kupang.
Continue Reading

UTAMA

Polisi di SBD Tertibkan Penggunaan Masker, Pelanggar Dihukum Push Up

Published

on

Beberapa pemuda yang tidak memakai masker dihukum push up oleh aparat Polsek Wewewa Barat, Polres Sumba Barat Daya.
Continue Reading
loading...
error: Content is protected !!