Connect with us

HUKRIM

Rekonstruksi Penganiayaan Berat Hingga Tewas di Kupang, 12 Adegan Diperankan, Tersangka Protes

Published

on

Reka ulang digelar di Mapolres Kupang, Jumat (20/3/2020) siang.

Kupang, penatimor.com – Penyidik Sat Reskrim Polsek Fatuleu, Polres Kupang, melakukan rekonstruksi kasus penganiayaan berat yang menyebabkan orang meninggal dunia.

Dengan pertimbangan alasan keamanan, reka ulang kasus ini digelar di Mapolres Kupang, Jumat (20/3/2020) siang dipimpin Kapolsek Fatuleu, Ipda Anton Wodo dan Kanit Reskrim Polsek Fatuleu, Aiptu Basilio Pareira.

Rekontursi menghadirkan saksi Maryun Dillak dan sejumlah saksi lainnya

Rekontruksi ini dilakukan atas meninggalnya Gabriel Adikar (21), warga RT 30/RW 12, Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, kabupaten Kupang.

Korban merenggang nyawa pasca dikeroyok sejumlah warga pada Rabu (29/1/2020) dini hari sekitar pukul 01.00 wita di depan rumah Nusri Babis di RT 020/RW 010, Kelurahan Camplong 1 Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang.

Empat dari delapan tersangka juga dihadirkan masing-masing tersangka I, Alexander Babys alias Alex (suami Maryun Dillak), tersangka II, Frengki Nenotek, tersangka III, Damianus Soleman Boyani dan tersangka IV, Afri Lulu alias Ape.

Pelaksanaan rekonstruksi ini dikawal ketat anggota polisi. Turut hadir kuasa hukum tersangka Afri Lulu, Biyante, SH., Andi Ilham Sulabessy, SH., dan Ferdinan Dethan, SH.

Dalam rekontruksi ini para tersangka melakukan 12 adegan. Namun selama proses reka ulang, tersangka Afri Lulu beberapa kali menyampaikan protes karena menilai adegan yang dilakonkan tidak seperti cerita awal.

Ia bahkan sempat tiga kali menangis saat tiga tersangka lainnya melakukan reka ulang karena ia menilai ada ketidak sesuaikan antara reka ulang dengan fakta sebelumnya.

Afri Lulu bahkan meminta saksi Maryun Dillak mengubah kesaksiannya agar tersangka bisa terlepas dari jeratan hukuman.

Namun para saksi dan tersangka lain tidak terpengaruh dengan protes tersangka Afri Lulu. Mereka tetap melakonkan aksinya sesuai apa yang sudah disampaikan di berita acara pemeriksaan.

Dari reka ulang kasus ini tergambar kalau saat itu korban Gabriel Adikar alias Le ke rumah Maryun Dillak dan Alexander Babys menggunakan sepeda motor dan bertemu Maryun Dillak.

Alexander Babys mendapati korban tidur dibawah tempat tidur nya sehingga ia mengejar korban yang berusaha kabur melalui pintu belakang.

Begitu mengamankan korban tidak jauh dari rumahnya, Alexander langsung memukul korban dua kali sehingga korban jatuh.

Kemudian datang tersangka Damianus yang menginjak dan memukul tubuh korban. Selang beberapa saat datang tersangka II, Frengky Nenotek membawa parang dan mencari korban.

Sedangkan tersangka Afri Lulu datang membawa senapan laras panjang dan sempat merampas parang dari tersangka Frengky Nenotek dan menyerahkan ke Ruth dan Jeny.

Tersangka Afri Lulu juga merampas parang dari tersangka Nusli Babys alias Isto (buron) kemudian diserahkan ke Jeny.

Afri sendiri beberapa kali memukul korban bersama pelaku lainnya. Namun ia melihat kalau tersangka Isto dan Alex Babys memukul korban hingga sekarat.

Kapolsek Fatuleu, Ipda Anthon Wodo di Mapolres Kupang mengakui kalau reka ulang di Mapolres Kupang hanya demi pertimbangan keamanan.

Ia mengakui kalau ada 8 tersangka namun hanya 4 tersangka yang sudah diamankan. “Empat tersangka lainnya sudah kabur ke Timor Leste dan Kalimantan,” kata Kapolsek.

Rekonstruksi yang digelar untuk memperjelas peran masing-masing tersangka.

Ia juga menghargai keberatan dan penolakan tersangka Afri Lulu.

“Nanti biar hakim yang memutuskan. Kita percepat pemberkasan supaya segera dilimpahkan ke kejaksaan,” tandas Ipda Anthon Wodo.

“Selaku kuasa hukum dari Afri Lulu, kami merasa keberatan terhadap adegan rekonstruksi yang diperankan oleh salah satu anggota kepolisian Polsek Fatuleu dengan memerankan tersangka Isto Babys, dengan sebutan Mr X. Demikian pula barang bukti yang digunakan saat rekon juga tidak sesuai dengan fakta lapangan saat kejadian,” ujar Andi Ilham Sulabessy, kuasa hukum tersangka Afri Lulu usai reka ulang kasus ini.

Kuasa hukum juga menyesali sikap aparat kepolisian Polsek Fatuleu yang diduga tidak tanggap terhadap laporan masyarakat atas peristiwa tersebut, sebab apabila saat itu polisi merespon pengaduan atau laporan tersangka Alex Babys dan saksi lainnya Anus Tea saat peristiwa terjadi, maka dipastikan tidak akan ada korban jiwa. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Enam Pejabat Pemkot Kupang jadi Saksi di Sidang Perkara Jonas Salean

Published

on

Enam orang saksi diambil sumpah sebelum diperiksa di sidang Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Putusan Kasasi, Linda Liudianto Tetap Dihukum 8 Tahun Penjara

Published

on

Linda Liudianto menyalami JPU S. Hendrik Tiip saat persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Ungkap Peredaran Uang Palsu dan Narkoba, Polisi dan Sekuriti di Kupang Terima Penghargaan dari Kapolda

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif berpose bersama para penerima penghargaan di Mapolda NTT, Kamis (19/11/2020).
Continue Reading