Connect with us

HUKRIM

3 Pelajar Pria di Kupang Dicabuli, Polisi Kirim SPDP ke Jaksa

Published

on

Kapolsek Alak Kompol Gede Sucitra.

Kupang, penatimor.com – Penyidik Reskrim Polsek Alak mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan (SPDP) kasus sodomi ke jaksa penuntut umum (JPU) di Kejaksaan Negeri Kota Kupang.

Untuk kasus ini penyidik sudah meminta keterangan dari tiga korban, para saksi dan pelaku, sehinggga SPDP sudah dikirim ke JPU.

Sampai saat ini penyidik masih menunggu petugas Pekerja Sosial (Peksos) dari Dinas Sosial untuk pendampingan terhadap para korban.

“Berkas perkara sementara masih dalam tahap perampungan dan masih menunggu (hasil) visum korban dari rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang,” ujar Kapolsek Alak, Kompol I Gede Sucitra, SH., di Mapolsek Alak, Jumat (20/3/2020) siang tadi.

Sambung Kapolsek, untuk tersangka Ferdinandus Ximenes alias Dus (24) yang melakukan sodomi terhadap tiga pelajar di Kupang, tetap ditahan polisi di Polsek Alak sejak Selasa (10/3/2020).

Tersangka dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) dan (4) Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Ketiga pelajar yang menjadi korban sodomi adalah IKS (13), siswa kelas II SMP di Kecamatan Alak, Kota Kupang, YAT (15), siswa kelas III SMP swasta di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang dan JK (17), siswa SMK Negeri di Kota Kupang.

“Kasus sodomi ini terungkap karena pengakuan korban JK saat melaporkan di Mapolsek Alak,” kata Kapolsek.

Kasus ini berawal pada Senin (9/3/2020) malam, dimana Dus mengajak korban JK jalan-jalan ke tempat tinggal Dus (rumah kakak kandung Dus) di Tenau, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

“Di tempat tinggalnya, Dus mengajak korban JK menikmati satu botol minuman keras, tetapi korban JK menolak namun Dus terus memaksa. Setelah lima kali minum, korban JK mabuk dan menolak tawaran minuman, namun Dus terus memaksa hingga korban JK mabuk dan tidak sadarkan diri,” jelas Kapolsek.

Saat itu lah Dus beraksi. Ia menanggalkan pakaian korban JK dan melakukan aksi sodomi.

Selasa (10/3/2020) subuh sekitar pukul 02.00 Wita, korban JK sadar dan mendapati diri nya dalam keadaan bugil. Disampingnya ada pelaku Dus.

Korban JK menanyakan alasan ia bugil dan dijawab pelaku kalau korban mabuk. Namun korban JK merasakan rasa perih dan sakit pada dubur/anus nya.
Korban JK pun ke kamar mandi dan mendapati dubur/anus nya lecet dan terluka.

Korban JK pulang ke rumah dan mengadukan kepada orangtua kemudian ke polisi di Polsek Alak.

Korban IKS mengaku disodomi dua pekan lalu di kamar pelaku dengan modus dipinjami handphone pelaku untuk bermain game.

Kesempatan itu digunakan Dus meraba kemaluan korban, mencabuli korban dan melakukan aksi sodomi.

Sementara korban YAT tidak sempat dicabuli. “Waktu tidur, pelaku pegang-pegang kemaluan saya jadi saya langsung kabur dari kamar pelaku,” ungkap YAT. (wil)

Loading...
Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Karyawati Kalbe Farma Kupang Ditemukan Bersimbah Darah dengan Belasan Luka Tusuk

Published

on

Aparat kepolisian melakukan olah TKP di kediaman korban.
Continue Reading

HUKRIM

Diduga Gelapkan Uang Ratusan Juta, Wanita di Kupang Ini Dipolisikan

Published

on

KBO Reskrim Iptu I Wayan P. Sujana
Continue Reading

HUKRIM

Siswi SD di Kupang ‘Digarap’ Pelajar SMA di Bukit Cinta

Published

on

Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Elpidus Kono Feka, S.Sos.
Continue Reading
loading...




Loading…