Connect with us

HUKRIM

Selundup Rokok ke Timor Leste, Polairud Polda NTT Amankan Dua Nelayan Belu

Published

on

Dua nelayan asal Kabupaten Belu diamankan petugas Ditpolairud Polda NTT.

Kupang, penatimor.com – Aparat keamanan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengamankan sebuah kapal tanpa nama.

Kapal warna hijau dikemudikan YDT (33) dan YDS (30), nelayan asal Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT.

Kapal diamankan saat kapal KP Ndao XXII-3009 melakukan patroli keliling di perairan Motaain, wilayah batas Kabupaten Belu dan Negara Timor Leste akhir pekan lalu.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan mengangkut barang-barang ekspor tanpa dilindungi oleh dokumen yang sah.

YDT dan YDS menggunakan sebuah kapal tanpa nama berwarna biru yang bermuatan 24 karton tembakau merk pohon sagu dan 20 karton rokok surya 12 sebagaimana yang tertuang dalam laporan polisi nomor: LP/04/III/2020/ Ditpolairud, tanggal 14 Maret 2020.

Diduga para pelaku melakukan tindak pidana pengangkutan barang ekspor tanpa dilindungi dokumen yang sah dengan rute yang ditempuh pelaku untuk menjual barang bukti tersebut dari Pantai Wai ain, Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi NTT – Indonesia menuju ke distrik Maubara-Timor Leste.

Modus dan motif pelaku adalah menjual barang tersebut ke distrik Maubara- negara RDTL untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Barang bukti dan para pelaku diamankan di pelabuhan barang Atapupu, Kabupaten Belu dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Sisidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda NTT di kantor Satpolairud Polres Belu.

Direkrur Polairud Polda NTT, AKBP Andreas Heri Susi Darto, SIK., didampingi Kasi Sidik Ditpolairud Polda NTT AKP Andi M Rahmat Hidayat, SIK., dan Komandan Kapal Polair KP Ndao XXII- 3009, Bripka David Salvius di kantornya, Selasa (17/3/2020), menyebutkan setelah menerima laporan dari KP Ndao XXII 3009, maka tim Sisidik Subditgakkum Ditpolairud Polda NTT melakukan pengembangan kasus.

Polisi kemudian berhasil mengamankan HLB (45), warga Waeain Kabupaten Belu selaku pemilik barang bukti tersebut.

Akibat perbuatan pelaku tersebut menimbulkan kerugian negara yang ditaksir berjumlah sekitar Rp 250.000.000.

Atas perbuatannya maka pelaku kemudian dijerat dengan Pasal 102A huruf e Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo Pasal 55 ayat (1) Ke- 1 KUHP.

“Dengan ancaman pidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun serta denda paling sedikit Rp 50.000.000 dan paling banyak Rp 5.000.000.000,” ujarnya.

Berdasarkan kewenangan kepabenan yang diamanatkan oleh Undang-undang Kepabenan maka para pelaku dan barang bukti selanjutnya dilimpahkan ke kantor Bea Cukai Atambua pada Senin (16/3/2020).

Penangkapan ini juga merupakan perhatian khusus Dir Polairud NTT AKBP Andreas Heri Susi Darto, S.I.K., untuk memperketat pengamanan di wilayah perbatasan.

“Penangkapan yang dilakukan akhir pekan lalu sekira pukul 16:00 Wita oleh KP Ndao XXII-3009 Dit polairudda NTT yang melaksanakan patroli rutin di perairan Motaain telah memeriksa perahu tanpa nama warna hijau,” ujar Dir Polairud Polda NTT. (mel/wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Bagi-bagi Tanah Pemkab Mabar, Penerimanya Oknum Petinggi Pusat, Estimasi Kerugian Rp 3 Triliun

Published

on

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim.
Continue Reading

HUKRIM

Perkara Korupsi Dana BOS Rp 153 Juta di Alor Segera Disidangkan, Malaikosa Ditahan

Published

on

Tersangka Herlina Yuliana Malaikosa ditahan di Rutan Polres Alor.
Continue Reading

HUKRIM

Cekcok dengan Istri, Pria di Kupang Nekat Bunuh Diri di Jembata Liliba

Published

on

Aparat kepolisian mengevakuasi pelaku percobaan bunuh diri di Jembatan Liliba, Kota Kupang.
Continue Reading
loading...