Connect with us

HUKRIM

Polisi Tangkap Tiga Residivis Pencurian di Kupang

Published

on

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana PT Binti S.I.K., yang didampingi oleh Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jahan, S.H., dan Kaur Bin Ops (KBO) Sat Reskrim Iptu I Wayan P. Sujana, S.H., dalam jumpa pers, Rabu (18/3/2020) siang tadi.

Kupang, penatimor.com – Polres Kupang Kota berhasil membekuk tiga residivis tindak pidana pencurian di Kota Kupang.

Teridentifikasi ketiga pelaku bernama Juvester Nalle (20), Imanuel Maudeng (19) dan (JD) (17). Ketiganya merupakan warga Kota Kupang.

Pelaku Juvester Nalle dan JD ditangkap di wilayah Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima.

Sedangkan pelaku Imanuel Maudeng ditangkap di Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Dalam penangkapan ketiga pelaku ini juga disertai dengan barang bukti berupa 20 unit handphone berbagai merek dan dua unit laptop.

Sasaran utama ketiga pelaku adalah kos-kosan di wilayah Kota Kupang.

Untuk tempat kejadian perkara (TKP) yang pertama di kos-kosan belakang Hotel Aston, Kelurahan Kelapa Lima, kemudian kos-kosan di Kelurahan Penfui, kos-kosan belakang Hotel Ima, tempat pengisian air di PDAM, kos-kosan Liliba, kos-kosan Suratim Oesapa dan kos-kosan di belakang Hotel Pelangi.

Hal ini disampaikan Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana PT Binti S.I.K., yang didampingi oleh Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jahan, S.H., dan Kaur Bin Ops (KBO) Sat Reskrim Iptu I Wayan P. Sujana, S.H., dalam jumpa pers, Rabu (18/3/2020) siang tadi.

Lanjut Kapolres, ketiga pelaku beraksi dengan modus operasi pencurian didahului dengan melakukan monitoring sasaran pencurian.

Pelaku memanfaatkan kelengahan korban penghuni kos-kosan yang tidak menutup pintu kamar kos.

Ketiga pelaku saat beraksi selalu bersama. Pelaku Juvester Nalle dan Imanuel Maudeng yang bertindak memantau situasi, kemudian JD bertindak sebagai eksekutor.

Para pelaku selalu beraksi diatas pukul 22.00 hingga 03.00 dinihari. Aksi tersebut dilakukan saat korban benar-benar dalam kondisi tertidur lelap.

“Barang hasil curian kemudian dijual dan uangnya dipakai bersenang-senang. Harga jual handphone bervariasi,” kata Kapolres.

Hingga saat ini, sudah dua penandah masih dalam penyelidikan.

Para pelaku dikenakan Pasal 363 ayat 1 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga keselamatan barang-barang berharga yang ada di dalam kamar kos.

“Pastikan pintu kamar kos terkunci secara baik. Masyarakat juga harus berperan aktif dan mengaktifkan pos kamling, tidak hanya bergantung kepada polisi, jadi betul-betul kawasan tersebut terawasi pada malam hari. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Halangi Pembentukan Serikat Pekerja, Pengusaha Bisa Dipidana, Ancaman 5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta

Published

on

Peserta hybrid training penguatan kapasitas pemimpin muda serikat di tengah pandemi Covid-19 berpose bersama di Aula Hotel GreeNia Kupang, Sabtu (18/9/2021) petang.
Continue Reading

HUKRIM

AJI Latih Jurnalis di Kupang, Perkuat Kapasitas Pemimpin Muda Serikat Media Saat Pandemi Covid-19

Published

on

Pelatihan penguatan kapasitas pemimpin muda serikat media di tengah pandemi Covid-19 di GreeNia Hotel Kupang, Jumat (17/9/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Dramatis, Personel Polair Polda NTT Evakuasi Ibu akan Melahirkan di Pulau Terpencil

Published

on

Personel Dit Polairud Polda NTT saat mengevakuasi ibu hamil yang akan melahirkan di Pulau Messah, Kabupaten Manggarai Barat.
Continue Reading
error: Content is protected !!