Connect with us

HUKRIM

Polda NTT Tahan 7 Tersangka Dugaan Korupsi di Malaka

Published

on

Kabid Humas Polda NTT, AKBP Johanes Bangun.

Kupang, penatimor.com – Kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan benih bawang merah pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka tahun 2018 menjerat empat orang lagi sebagai tersangka.

Penahanan empat tersangka ini dilakukan tim penyidik Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda NTT, Senin (9/3) sore.

Penahanan dilakukan setelah keempat tersangka menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.00 Wita.

Empat tersangka masing-masing, Agustinus Klau Atok (Ketua Pokja), Karolus A. Kerek (Sekertaris Pokja), Martinus Manjo Bere (Mantan Kepala ULP) dan Yoseph Klau Berek (PPK).

Kempat tersangka menjalani pemeriksaan didampingi kuasa hukumnya masing masing.

Pemeriksaan di ruang Subdit III Tipidkor dilakukan tim penyidik beranggotakan Bripka Noldy Ballo, Bripka Junaidi Mauta dan Bripka Dominikus Atok.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Johanis Bangun, saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan penahanan tambahan empat tersangka.

Penahanan empat orang tersebut, menambah jumlah tersangka dalam kasus tersebut menjadi tujuh tersangka.

“Para tersangka tersebut ditahan selama 20 hari dan dititipkan di ruang tahanan Polres Kupang Kota,” kata Kombes Johanis.

Dijelaskan, dugaan tindak pidana korupsi ini sesuai nilai kontrak sebesar Rp 9.680.000.000 yang dimenangkan oleh kontraktor pelaksana CV. Timindo, dengan Kuasa Direktur atas nama Baharudin Tony.

Namun dalam proses pengadaan terjadi mark up harga dan KKN dalam proses pengadaan barang atau jasa serta menerima hadiah atau janji terkait paket pekerjaan tersebut.

“Dugaan korupsi ini dilakukan dengan cara mark up harga bawang dan suap menyuap yang merugikan keuangan negara sebesar Rp. 4.915.250.000,” ujar mantan Kapolres Kupang Kota ini.

Ditambahkan, berdasarkan alat bukti yang sah sesuai dengan Pasal 184 KUHAP, penyidik Ditreskrimsus Polda NTT sebelumnya telah melakukan penahanan tiga tersangka dan dijerat Pasal 2 ayat (1), pasal 3 dan Pasal 11 UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo. Pasal 55 ayat (1) ke- KUH Pidana.

“Empat tersangka terancam hukuman penjara selama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” ungkap Johanis Bangun.

Selain menahan tersangka, Polda NTT juga mengamankan satu unit mobil Honda warna hitam dengan nomor polisi W 1175 VK sebagai barang bukti kasus tersebut.

Sementara itu, Paulus Seran Tahu selaku kuasa hukum Yoseph Klau Berek, usai pemeriksaan, menjelaskan, kliennya hanya dititipi uang sejumlah Rp 25 juta oleh pihak ketiga (rekanan), namun uang tersebut telah dikembalikan pada Juli 2019 yang lalu.

Dikatakan, kliennya sebagai PPK telah menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku dan sudah sesuai rencana. Namun karena ada pengakuan dari pihak ketiga yang kini juga menjadi tersangka bahwa ada aliran dana ke Yoseph.

“Kami pada intinya sangat koperatif dalam kasus ini. Klien saya sebenarnya terjebak dalam kasus ini tapi sesuai sebagai warga negara yang taat hukum kita mematuhi proses hukum yang berjalan,” sebut Paulus.

Terhadap pemeriksaan dijelaskan bahwa kliennya hanya dicecar sejumlah pertanyaan yang sebelumnya sudah ditanyakan.

“Klien saya konsisten dalam keterangannya karena ia hanya merubah statusnya sebagai saksi menjadi tersangka tapi pertanyaan masih sama,” tuturnya.

Untuk diketahui, sebelumnya penyidik Polda NTT telah menahan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak selaku pengguna anggaran (PA) serta dua tersangka dari pihak swasta yakni Severinus Devrikandus Siriben dan Egidius Prima Mapamoda, pada Jumat, 6 Maret 2020. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Polisi di Sumba Timur Amankan Miras dan Senjata Tajam

Published

on

Jajaran Polsek Lewa berpose bersama. Tampak barang sitaan berupa miras dan senjata tajam.
Continue Reading

HUKRIM

Diduga Palsukan Data dan Tilep BST Warga, Ketua RT di Kupang Ini Dipolisikan

Published

on

Ketua RT 26 Oetete telah menerima BST warganya. (Dok: Pos dan Giro)
Continue Reading

HUKRIM

Bagi-bagi Tanah Pemkab Mabar, Penerimanya Oknum Petinggi Pusat, Estimasi Kerugian Rp 3 Triliun

Published

on

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim.
Continue Reading
loading...