Connect with us

EKONOMI

Abraham Paul Liyanto: Pemerintah Perlu Fasilitasi Link and Match BUMDes Dengan Pengusaha

Published

on

Anggota DPD dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Paul Liyanto Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi. Foto: Dok. DPD RI

Jakarta, penatimor.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Abraham Liyanto meminta pemerintah memfasilitasi link and match antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan para pengusaha.

Link and match adalah kesesuaian, ketersambungan dan keselarasan antara apa yang dilakukan BUMDes dengan kebutuhan para pengusaha.

“Harus ada kekuatan dari negara untuk memfasiltasi munculnya link and match antara BUMDes dengan para pengusaha. Tanpa itu, BUMDes sulit maju,” kata Abraham di Jakarta, Kamis (5/3).

Abraham menjelaskan selama ini, BUMDes jalan sendiri dan para pengusaha juga seperti itu. Akibatnya segala hasil karya BUMDes tidak dipakai para pengusaha karena tidak sesuai kebutahan pasar.

Di sisi lain, para pengusaha tidak pernah mendampingi kegiatan-kegaiatan BUMDes karena tidak ada kewajiban. Kondisi itu membuat BUMDes berjalan apa adanya tanpa manajemen yang profesional.

“Di sini peran pemerintah untuk menyambungkan. BUMDes harus lahir untuk menghidupkan roda ekonomi masyarakat desa. Bukan asal jadi tetapi tidak jalan usahanya,” ujar Abraham yang juga anggota Komite I DPD ini.

Dia memberi contoh belum adanya link and match itu di NTT. Ada banyak perusahaan besar yang masuk ke NTT seperti Transmart, Alfamart, Indomart, Lippo, dan lain-lain. Namun belum satupun yang melakukan kerjasama dengan BUMDes. Padahal kalau mereka saling bergandengan, sangat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi di NTT.

“Kehadiran Camat, Bupati, Gubernur dan Kemendes PDTT dapat mengubah pola dagang di daerah/desa menjadi lebih menghidupkan BUMDes. Ini yang kami minta ke Wamendes kemarin,” ujar Abraham yang sudah tiga periode menjadi anggota DPD.

Di tempat terpisah, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi mengemukakan idealnya BUMDes menjadi pusat distribusi dan perdagangan desa. Untuk tujuan itu, BUMDes harus berkembang dan maju.

“Jadi bukan hanya buka toko dan bikin desa wisata, tapi juga pusat distribusi ekonomi desa,” kata Budi.

Ia melihat paradigma BUMDes harus diubah agar tidak dikelola asal-asalan. BUMDes bukan program rugi, tetapi harus dianggap sebagai investasi dana desa. Desa mengeluarkan anggaran untuk BUMDes bukan uang hilang, tetapi penyertaan modal.

Ketua Relawan Pro Jokowi (Projo ini) juga mengatakan pentingnya peran anak muda dalam pengelolaan BUMDes dan berkembangnya desa. Desa yang anak mudanya banyak, pasti berbeda dengan yang anak mudanya sedikit.

“Jika desa banyak anak mudanya, desa itu akan lebih berkembang. Pengelolaan BUMDes juga akan lebih kreatif dan inovatif, entah marketing maupun packagingnya. Jika yang mengelola anak muda pasti akan lebih kreatif dan inovatif. Kami mendorong anak muda masuk di usaha-usaha seperti itu,” tegas Budi.

Sebelumnya, Abraham memfasilitasi yayasan Tanaoba Lais Manekat (TLM) Nusa Tenggara Timur (NTT) menemui Budi Arie Setiadi di Jakarta, Selasa (3/3).

Rombongan TLM dipimpin Direktur Eksekutif Rozali Hussein dan Kepala Program Fredy Frans. Abraham sendiri sebagai Pembina TLM. Yayasan TLM sudah berperan selama 26 tahun dalam pembinaan dan peningkatan kualitas BUMDes di NTT.

Pada pertemuan itu, yayasan TLM mengundang Menteri Desa atau Wamendes untuk hadir pada peresmian Forum Komunikasi Desa (Forkomdes) NTT. Budi menyanggupi akan hadir pada bulan Mei 2020 mendatang.

Budi mengapresiasi TLM yang telah mendampingi kerja-kerja BUMDes di NTT. Dia menilai tugas TLM sangat penting dalam pemberdayaan dan menumbuhkan jiwa wiraswata atau enterpreuner di lembaga BUMDes. (ikl/jim)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Terobosan Spektakuler Bank NTT Menuju Super Smart Bank, Wali Kota: Terima Kasih Pak Alex!

Published

on

JELASKAN. Dirut Bank NTT Harry Alex Riwu Kaho, saat menjelaskan ke Wali Kota Kupang Jefirstson Riwu Kore tentang layanan smart branch Bank NTT KCU Kupang, Rabu (15/9/2021) siang tadi. Hadir Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atmaja, Wakil Kepala OJK NTT Setia Ariyanto, Plt Bupati Lembata Thomas Ola Langoday, serta sejumlah mitra. Hadir pula Komisaris Independen Bank NTT Samuel Djoh Despasianus. (Foto: Stenly Boymau/Humas Bank NTT)
Continue Reading

EKONOMI

PT ASABRI Gandeng Bank Mandiri Taspen Gelar Vaksinasi Covid-19 di Kupang

Published

on

PT ASABRI (Persero) bekerjasama dengan pihak Bank Mandiri Taspen dan Dinas Kesehatan Kota Kupang melakukan vaksinasi Covid-19.
Continue Reading

EKONOMI

Peduli Petani Sumba Barat, Julie Laiskodat Bantu 6 Unit Hand Traktor

Published

on

Penyerahan bantuan hand traktor dari Bunda Julie Sutrisno Laiskodat kepada kelompok tani di Kabupaten Sumba Barat.
Continue Reading
error: Content is protected !!