Connect with us

HUKRIM

Polda NTT Rekonstruksi Pembunuhan Yornimus Nenabu di Jalur 40

Published

on

Salah satu adegan diperankan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Yornimus Nenabu di Jalur 40, Kota Kupang, Rabu (4/3/2020).

Kupang, penatimor.com – Tim khusus Polda Nusa Tenggara Timur menggelar rekontruksi kasus dugaan pembunuhan dengan korban Yornimus Nenabu (48).

Korban semasa hidup merupakan seorang
kontraktor asal Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Korban ditemukan meninggal dunia pada Rabu (29/6/2016) di Jalan Jalur 40, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Kasus pembunuhan ini terjadi pada tahun 2016, dan penyidik Polda NTT telah menetapkan enam orang tersangka, masing-masing Yinus Nenabu, Stefanus Nenabu, Thomas Tefa, Marthen S. Tualaka, Solianus Tefa dan Benyamin Tefa.

Keenam tersangka ini adalah warga RT 10/RW 10, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Rekonstruksi ini memperagakan 14 adegan dengan pemeran pengganti, dan dilakukan di dua tempat kejadian perkara (TKP), yaitu di lokasi Jalan Oelbikusi dekat kos-kosan dan Jalur 40 dimana mayat korban dibuang.

Ketua Tim Khusus Polda NTT AKBP Albert Neno kepada wartawan di lokasi rekonstruksi (4/3/2020) sore, mengatakan, rekonstruksi bertujuan memperjelas keterangan para saksi dalam kasus ini.

Para saksi merupakan pihak yang melihat kejadian ini, dan melalui rekonstruksi dapat meyakinkan penyidik maupun jaksa dalam proses penyidikan dan penuntutan ke depannya.

“Sehingga apa yang mereka lihat dan apa yang mereka tahu, diterangkan dan diperagakan sesuai dengan kenyataan,” jelas Albert Neno yang juga Kapolres Malaka ini.

Masih menurut Albert Neno, pihaknya juga tidak menghadirkan para tersangka dalam rekonstruksi tersebut, karena ketika dipanggil dan diperiksa, para tersangka tidak memberikan pengakuan.

“Sehingga kami lakukan rekonstruksi dengan pemeran pengganti, kemudian kita hanya melihat dari sisi keterangan para saksi. Kami hadirkan tiga orang dalam kegiatan rekonstruksi ini,” kata Albert.

Ditambahkan, sebanyak 14 adegan yang diperankan sesuai keterangan saksi, yang di dalamnya terdapat beberapa adegan pemukulan di bagian belakang korban di lokasi dekat kos-kosan dan sampai diangkut menuju Jalur 40.

“Untuk motif pembunuhan, sampai saat ini para tersangka belum mengaku,” imbuh Albert.

Korban diketahui dianiaya dengan cara dipukul menggunakan sebuah balok, lalu ditendang, dan setelah korban tidak perdaya baru dibuang.

“Untuk penambahan tersangka masih didalami penyidik. Untuk peran sopir masih sebagai saksi,” sebut mantan Wadir Narkoba Polda NTT ini.

Rekontruksi pembunuhan ini juga disaksikan langsung oleh Kapolda NTT Irjen Pol. Drs Hamidin.

Ratusan warga sekitar juga tampak memadati lokasi rekonstruksi untuk melihat langsung adegan demi adegan diperankan. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

PTUN Kupang Tolak Gugatan Terkait Sengketa Lahan Perumahan Pondok Indah Matani

Published

on

Kuasa hukum Samuel Ahad, SH., didampingi Bobby Lianto, dalam jumpa pers, Kamis (18/9) siang.
Continue Reading

HUKRIM

Direktur Poltek Digugat ke PTUN Kupang

Published

on

Lesly Anderson Lay bersama kliennya saat memberikan keterangan pers di Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Pria di Kupang Ketahuan Nodai Anak Tetangga, Saat Ultah Istrinya

Published

on

Pelaku cabul anak (baju biru) digiring menuju sel tahanan Mapolsek Oebobo.
Continue Reading
loading...