Connect with us

UTAMA

Dua Pegawai BUMN di NTT Diisukan Idap Positif Virus Corona, Hanya Hoax

Published

on

Dirut RSUD W.Z Johanis Kupang, Dr. drg. Mindo E. Sinaga, M. Kes didampingi, dokter spesialis Patologi Klinik, dr. Itha Malawa, dokter spesialis paru, dr. Nickson dan Wadir pelayanan, dr. Stefanus Soka. (Foto: Amar)

Kupang, penatimor.com – Dua pegawai BUMN di Nusa Tenggara Timur (NTT) diisukan mengidap gejala virus corona dan saat ini sedang dirawat intensif di RSUD Prof. dr. W.Z Johanis Kupang.

Direktur RSUD Prof. dr. W.Z Johanis Kupang, Dr. drg. Mindo E. Sinaga, M.Kes., mengatakan, dua pasien itu belum dipastikan mengidap corona.

Keduanya, kata dia, ada riwayat berkunjung ke Korea dan Jepang. Keduanya mendatangi rumah sakit karena sedang mengalami batuk pilek. Meski demikian, keduanya tidak ada gejala demam.

“Saya minta masyarakat harus mencerna setiap informasi. Info itu harus dipertanggungjawabkan. Kami berkewajiban menangani dua pasien ini, hingga ada kepastian. Mereka belum dipastikan terjangkit virus corona,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (3/3/2020).

Dokter Spesialis Pathologi Klinik, dr. Itha Malawa menjelaskan, kedua pasien itu berinisial, MY dan PF. Keduanya merupakan pegawai BUMN di NTT.

Saat ini, dua pasien pria ini sedang dirawat di ruangan khusus. Keduanya akan menjalani proses monitoring hingga 14 hari ke depan.

Untuk memastikan kondisi keduanya, pihaknya akan melakukan spesimen pengambilan sampel berupa darah, dahak dan tenggorokan. Sampel itu, akan dikirim ke Litbangkes Jakarta untuk diteliti.

“Paling lama 14 hari, kita sudah ketahui hasilnya. Keduanya mengaku, bahwa sebelum berangkat ke luar negeri, sudah alami batuk pilek tetapi tidak demam, sehingga untuk memastikan, kita harus kirim sampel ke sana,” katanya.

Ia mengimbau seluruh warga NTT tidak panik berlebihan terkait informasi ini.

“Jangan takut berlebihan, pentingkan menjaga kekebalan tubuh dengan hidup sehat,” imbuhnya.

Sementara itu, dokter spesialis paru, dr. Nickson, selaku penanggungjawab mengaku dua pasien itu saat ini dimasukan ke ruang isolasi natural mekanik.

Ia mengatakan, kedatangan dua pasien itu atas inisiatif sendiri. Setelah menjalani pemeriksaan, keduanya dirawatinapkan untuk dipantau beberapa hari ke depan. Jika kondisinya memburuk, kata dia, akan dimasukan ke ruang isolasi khusus.

“Masa inkubasi 14 hari. Meski tidak ada gejala demam, tetapi ditambahkan masa inkubasinya untuk menjaga-jaga,” katanya.

Saat ini, pihak RSU tengah berkoordinasi dengan Dinkes NTT untuk menindaklanjuti kasus ini.

“Jangan cemas, pentingkan pencegahan. Siapkan ketahanan tubuh dengan selalu menjaga kebersihan, cuci tangan, olahraga dan hindari kontak langsung dengan pasien yang ada gejala virus corona,” pungkasnya. (amar/wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Waspada! Pasien Positif Covid-19 di Kupang Terus Bertambah

Published

on

Ilustrasi Covid-19. (net)
Continue Reading

UTAMA

Kajari Lembata: Lakukan Hal-hal Sederhana untuk Membangun Kebersamaan

Published

on

Kajari Lembata, Ridwan Sujana Angsar, SH.,MH., dan Ketua IAD Lembata Ny. Melanie Angsar bersama para Kasi dan staf.
Continue Reading

HUKRIM

Direktur Poltek Digugat ke PTUN Kupang

Published

on

Lesly Anderson Lay bersama kliennya saat memberikan keterangan pers di Kupang.
Continue Reading
loading...
error: Content is protected !!