Connect with us

HUKRIM

Kematian Melito Amaral Diduga Tidak Wajar, Ada Luka Tusuk di Ketiak

Published

on

Kuasa hukum korban, Dedy Jahapai, SH., dan Benny Taopan.

Kupang, penatimor.com – Melito Amaral (18) yang ditemukan tewas di Jalan Thamrin, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, diduga meninggal tidak wajar.

Pihak keluarga menduga korban meninggal bukan karena kecelakaan lalu lintas.

Korban diketahui adalah warga RT 14/RW 06, Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelumnya korban ditemukan tewas pada Senin (30/12/2019) akibat kecelakakan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Thamrin, Kota Kupang.

Paman korban, Carlos Soares Pinto (58), saat ditemui di Desa Oebelo, Kabupaten Kupang, (29/2/2020) siang, mengatakan bahwa pihak keluarga menduga korban meninggal tidak wajar.

“Dugaan korban meninggal tidak wajar ini di saat pihak keluarga memandikan jenazah korban. Kami menemukan luka tidak wajar di sekujur tubuh korban,” kata Carlos.

Dugaan luka itu berupa tusukan benda tajam di ketiak kanan, dan patah tulang pada paha kaki kanan, terdapat luka sayatan yang diduga sayatan benda tajam di bagian telinga serta pipi korban.

“Kami merasa ganjil dengan satu luka tusukan di ketiak korban dan luka lainnya di tubuh korban.Tidak seperti orang yang dapat luka kalau celaka motor,” ungkap Carlos.

Dikisahkan Carlos, bahwa sebelum korban meninggal, ia berpamitan kepada keluarga untuk mengikuti salah satu pesta pembaptisan di salah satu rumah di Desa Oebelo pada Minggu (29/12/2019).

Namun, pada Senin (30/12/2019) sekitar pukul 04.00 Wita, pihak keluarga mendapatkan kabar duka, dan yang membuat keluarga kaget dan tidak menyangka korban yang kesehariannya jarang ke Kota Kupang tiba-tiba dikabarkan meninggal.

Ia menuturkan, korban sebelumnya dibonceng oleh rekannya bernama FDA alias S dari tempat pesta menuju rumah rekannya di sekitar tempat tinggal korban.

Selanjutnya, korban bersama rekannya FDA menggunakan motor matic Yamaha Fino warna merah meninggalkan kompleks perumahan.

Carlos mengaku pihak keluarga menaruh curiga karena korban tidak diketahui keberadaannya hingga dikabarkan meninggal.

“Yang memberikan keterangan dia meninggal adalah FDA. Kami dapat info jam 4 pagi dan dia juga bersama rekannya yang mengantarkan jenazah,” ujarnya.

Dijelaskannya, FDA hanya merupakan rekan korban dan bukan merupakan keluarga korban, namun memberikan keterangan kepada polisi bahwa ia merupakan keluarga korban.

Saat berada di rumah duka, lanjut Carlos, ibu korban yang mempertanyakan kematian korban yang tidak wajar kepada FDA.

Namun, pertanyaan itu hanya dijawab bahwa ia lah yang membawa korban sebelum mengalami kecelakaan.

“Waktu itu mamanya melihat, dan naluri seorang mama ya, dia (mama korban) bilang, ‘kok anak saya seperti tidak celaka, seperti orang tusuk-tusuk’. Lalu, FDA ini menjawab dengan nada kasar, bilang ‘Saya yang bawa dia’,” kata Carlos menirukan percakapan ibu korban dengan FDA.

Carlos juga mengungkapkan berbagai keanehan lain dalam kecelakaan ini.

“Keanehan lain adalah, motor hanya mengalami rusak (patah) pada spakbor depan. Harusnya motor juga mengalami kerusakan parah jika keadaan pengemudinya separah itu. Keanehan lain adalah motor jatuh di bagian kiri dengan jarak 36 meter dari posisi korban jatuh,” kata Carlos.

Hal ini juga dibenarkan oleh sepupu korban Francelino Pinto (21) yang melihat korban yang dibonceng S melintas ke rekan korban lainnya yang bertempat tinggal di dalam kompleks pemukiman.

Saat itu, Francelino bersama sejumlah rekannya duduk di kandang Natal yang dibuat warga, melihat korban dari arah pemukiman kompleks menuju ke luar lokasi.

“Saya lihat sekitar jam 1 malam mereka keluar naik motor, saya juga hampir diserempet,” kata Francelino.

Sementara, kuasa hukum Korban, Dedy Jahapai, SH., mengatakan, dilihat dari ciri-ciri pada jenazah korban setelah meninggal menunjukan tanda-tanda tidak wajar bahwa ini bukan kecelakaan murni.

Dedy meminta pihak penyidik ​​untuk menindaklanjuti kasus ini hingga titik terang.

“Sebagai kuasa hukum, saya harap agar pihak kepolisian segara menyelesaikan kasus ini. Karena sampai saat ini pihak keluarga belum mendapatkan informasi terkait perkembangan penyelidikan kasus ini,” kata Dedy Jahapay. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Seorang Karyawati SPBU di Kupang Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Dibunuh

Published

on

Berdy Susanti Gabriel (30), karyawati salah satu SPBU di Kota Kupang ditemukan tidak bernyawa di pinggir jalan, Senin (26/10).
Continue Reading

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading
loading...