Connect with us

UTAMA

Nelayan di Sumba Barat Daya Ditemukan Tewas

Published

on

Tim SAR Gabungan mengevakuasi jasad Ruben Rangga Nawa, Minggu (23/2).

Kupang, penatimor.com – Ruben Rangga Nawa, seorang nelayan di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) ditemukan tewas di laut.

Korban sebelumnya dikabarkan tenggelam dan hilang saat mencari ikan di perairan Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten SBD.

Mayat pria 30 tahun itu baru ditemukan tim SAR gabungan pada Minggu (23/2) sekira pukul 10.45 Wita pada koordinat 09°33’41.27″S – 118°55’30.60″E.

Korban Ruben Rangga Nawa dilaporkan hilang pada Sabtu (22/2) sekira pukul 16.00 Wita oleh Kepala Pelaksana BPBD Sumba Barat Daya, Yohanes Tande, ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang.

“Jasad Ruben baru ditemukan setelah pencarian hari kedua pada Minggu (23/2) oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos Pencarian dan Pertolongan Waingapu, BPBD Kabupaten Sumba Barat Daya, Kepala Desa Hameli Ate, keluarga korban dan masyarakat setempat,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Frizer, kepada wartawan di Kupang.

Emi menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi dari Kepala Pelaksana BPBD Sumba Barat Daya Yohanes Tande, tentang kondisi membahayakan manusia dimana satu orang nelayan tenggelam saat mencari ikan di Pantai Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya. Nelayan tersebut diketahui bernama Ruben Rangga Nawa. Korban diperkirakan hilang pada koordinat 09°33’53.29″S – 118°55’35.53″E.

Karena itu maka Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Waingapu berjumlah sembilan orang diberangkatkan menggunakan rescue car dan rescue car box dilengkapi palsar laut lainnya menuju lokasi kejadian, pada Sabtu (22/2) sekira pukul 16.25 Wita.

“Jarak tempuh 200 KM guna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban Ruben Rangga Nawa,” ujarnya.

Pukul 22.00 Wita, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Waingapu tiba di Sumba Barat Daya dan langsung berkoordinasi dengan potensi SAR terkait.

“Pencarian hari pertama hasilnya nihil. Karena itu maka pencarian ditunda hingga Minggu (23/2),” jelasnya.

Dijelaskan bahwa Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian pada Minggu (23/2) dan tim dibagi dalam dua SRU dengan area pencarian yang di telah ditentukan.

SRU 1 melaksanakan penyisiran di sepanjang bibir pantai sejauh 2,5 KM arah timur. Sementara SRU 2 melakukan pencarian di laut dengan menggunakan rubber boat Pos Pencarian dan Pertolongan Waingapu mengikuti SAR map yang telah ditentukan.

“Pada pukul 10.45 Wita, korban berhasil ditemukan Tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia pada koordinat 09°33’41.27″S – 118°55’30.60″E,” kata Emi Frizer.

Selanjutnya, jasad korban kemudian dievakuasi menggunakan rubber boat menuju Pantai Desa Hameli Ate. Pukul 11.00 Wita. Tim SAR gabungan sendiri tiba di Pantai Desa Hameli Ate langsung menyerahkan jasad korban ke pihak keluarga untuk proses pemakaman,” pungkasnya. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Menkes Lakukan Peletakan Batu Pertama RSUP Kupang

Published

on

Menteri Kesehatan RI, Letjen TNI (Pur) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, sp.Rad., melakukan peletakan batu pertama dalam pembangunan Rumah Sakit Umum Pratama (RSUP) Kupang, Kamis (3/12/2020).
Continue Reading

UTAMA

Insan Bumi Mandiri dan PT SMI Launching Program Pemberdayaan Tenun di Sumba

Published

on

Insan Bumi Mandiri (IBM) bekerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI (Persero) menggelar launching program Tenun.in. di Kelurahan Preiliu, Kecamatan Kamberi, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Continue Reading

UTAMA

Panglima TNI dan Kapolri Bantu Korban Erupsi Ile Lewotolok di Pengungsian

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif menyerahkan bantuan Kapolri dan Panglima TNI kepada perwakilan pengungsi eruspi Ile Lewotolok di camp pengungsi, Selasa (1/12/2020).
Continue Reading