Connect with us

HUKRIM

Pembunuhan Sadis di Kupang, Korban Tewas dengan Sejumlah Luka Bacok

Published

on

Kapolsek Kupang Tengah memperlihat barang bukti parang yang dipakai pelaku membunuh korban.

Kupang, penatimor.com – Kasus pembunuhan sadis terjadi Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Rabu (26/2/2020), sekira pukul 12.00 Wita.

Korban kasus ini adalah Damianus Puai (40), seorang petani di wilayah RT 008/RW 006, Dusun III, Desa Oelpuah.

Sementara, terduga pelaku adalah Junus Haus (JH), yang juga sealamat dengan korban.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Johanes Bangun kepada wartawan, Rabu (26/2), mengurai kronologi kasus tersebut.

Menurut Kabid Humas, kasus ini berawal dari korban dan para saksi sedang memasang koseng jendela dan pintu di rumah milik saksi Remigius Seran (18), yang juga pelajar SMA.

Setelah itu korban mengatakan kepada saksi Remigius bahwa akan kembali ke rumah, namun selang beberapa menit kemudian Remigius mendengar teriakan dari luar rumah.

Setelah itu Remigius keluar dari rumah guna mengecek suara teriakan tersebut, namun setelah sampai di depan jalan, dia melihat terduga pelaku Junus Haus sedang berlari ke arahnya sambil memegang sebilah parang panjang yang berlumuran darah.

Karena merasa takut, saksi Remigius masuk ke dalam rumah dan memberitahukan kepada saksi Kanor Lael (37) dan saksi Ang Gasper (50) warga Dusun Air Sagu, Desa Noelbaki, bahwa korban sudah meninggal dunia.

Selanjutnya saksi Remigius pergi ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan keadaan korban, dan setelah tiba di TKP dia mendapati korban telah meninggal dunia dengan sejumlah luka bacok di lengan kiri, dan bahu kiri serta luka di bagian kepala.

Terduga pelaku Junus Haus kemudian berhasil ditangkap di rumah Oskar Haeleke, Dusun Fatukanutu Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, dengan barang bukti sebilah parang yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

“Setelah menerima laporan masyarakat, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian, lalu mengamankan dan melakukan olah TKP, termasuk pulbaket dan membawa korban ke RSB,” imbuh Kabid Humas Polda NTT. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Halangi Pembentukan Serikat Pekerja, Pengusaha Bisa Dipidana, Ancaman 5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta

Published

on

Peserta hybrid training penguatan kapasitas pemimpin muda serikat di tengah pandemi Covid-19 berpose bersama di Aula Hotel GreeNia Kupang, Sabtu (18/9/2021) petang.
Continue Reading

HUKRIM

AJI Latih Jurnalis di Kupang, Perkuat Kapasitas Pemimpin Muda Serikat Media Saat Pandemi Covid-19

Published

on

Pelatihan penguatan kapasitas pemimpin muda serikat media di tengah pandemi Covid-19 di GreeNia Hotel Kupang, Jumat (17/9/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Dramatis, Personel Polair Polda NTT Evakuasi Ibu akan Melahirkan di Pulau Terpencil

Published

on

Personel Dit Polairud Polda NTT saat mengevakuasi ibu hamil yang akan melahirkan di Pulau Messah, Kabupaten Manggarai Barat.
Continue Reading
error: Content is protected !!