Connect with us

UTAMA

Badan Diklat Kejagung Monitoring Program Reformasi Birokrasi di Kejati NTT

Published

on

Sekretaris Badan Diklat Kejaksaan Agung RI Abdoel Kadiroen, SH., MH., memaparkan materinya di Aula Lopo Sasando, Selasa (24/2).

Kupang, penatimor.com – Badan Diklat Kejaksaan Agung RI menggelar sosialisasi internalisasi dan monitoring evaluasi program reformasi birokrasi pembangunan satuan kerja zona integritas wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) di Kejati NTT.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Lopo Sasando kantor Kejati NTT, Senin (24/2), dibuka Wakajati NTT Iman Wijaya, SH.,MH.

Hadir sebagai pembicara utama Sekretaris Badan Diklat Kejaksaan Agung RI Abdoel Kadiroen, SH., MH.

Wakajati dalam sambutannya, mengatakan, pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) merupakan upaya meningkatkan kinerja, tidak hanya demi mewujudkan reformasi birokrasi untuk memenuhi harapan dan aspirasi masyarakat di dalam penegakan supremasi hukum yang berkeadilan.

“Ini merupakan komitmen dan keinginan yang kuat untuk mengembalikan martabat serta kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan keadilan yang menjadi dambaan publik kita saat ini,” kata Iman Wijaya.

Wakajati juga menyebutkan, masih terdapat berbagai hambatan dalam merealisasikan keinginan masyarakat akan perubahan yang lebih baik di institusi Kejaksaan.

“Masih ada oknum-oknum tertentu yang melakukan tindakan tidak terpuji yang telah melukai hati masyarakat pencari keadilan, serta berbagai tantangan, hambatan dan gangguan, baik secara eksternal maupun internal dari sebuah institusi sehingga sedikit banyak mempengaruhi wibawa dan citra instansi Kejaksaan,” kata Wakajati.

Sementara, Sekretaris Badan Diklat Kejaksaan RI Abdoel Kadiroen, SH., MH., pada kesempatan itu, memberikan pengarahan kepada jajaran Kejati NTT.

Menurut Abdoel, hal ini merupakan aksi strategi nasional dalam rangka pencegahan korupsi melalui pembangunan satuan kerja Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.

Badan Diklat kata Abdoel, telah berhasil memperoleh predikat WBK dan WBBM, sehingga prestasi ini sudah seharusnya ditularkan kepada seluruh jajaran Kejaksaan di Indonesia.

Abdoel juga mendukung semua satker yang ada di wilayah Kejati NTT untuk mewujudkan zona integritas WBK-WBBM dan tidak menjadikan hal tersebut sebagai formalitas belaka.

Disamping pengarahan oleh Sekretaris Badan Diklat, dilakukan juga asistensi dari Tim Reformasi Birokrasi Kejaksaan Agung RI.

Hadir dalam kegiatan ini, seluruh Asisten, Koordinator dan Kasi lingkup Kejati NTT, serta para Kajari didampingi masing-masing Kasi. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Lagi, Pasien Covid-19 di Kupang Meninggal di RSU Siloam

Published

on

Evakuasi jenazah, para petugas menggunakan APD lengkap sesuai protap pencegahan berstandar pencegahan Covid-19.
Continue Reading

HUKRIM

Enam Pejabat Pemkot Kupang jadi Saksi di Sidang Perkara Jonas Salean

Published

on

Enam orang saksi diambil sumpah sebelum diperiksa di sidang Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Putusan Kasasi, Linda Liudianto Tetap Dihukum 8 Tahun Penjara

Published

on

Linda Liudianto menyalami JPU S. Hendrik Tiip saat persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading