Connect with us

HUKRIM

Diduga Tak Bayar Premi BPJS Naker 51 Karyawan Sejak Februari 2018, Manajemen Hotel Sasando Dipolisikan

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Bobby Mooynafi

Kupang, penatimor.com – Salah satu karyawan Hotel Sasando Internasional Kupang melaporkan kasus dugaan penggelapan dana BPJS Ketenagakerjaan oleh manajemen hotel tersebut.

Pelapor adalah Yohanes Tenggas (51), warga Jalan Sangkar Mas, RT 09/RW 03, Kelurahan Penkase Oetela, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Sedangkan terlapor dalam kasus ini adalah pimpinan dan manajemen Hotel Sasando yang beralamat di Jalan R.A. Kartini No.1, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Yohanes Tenggas menduga telah dilakukan penggelapan oleh manajemen Hotel Sasando, sehingga dia mendatangi Polres Kupang Kota untuk melaporkan kasus dimaksud pada Rabu (16/10).

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK., melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH M.Hum., yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Kamis (17/10), membenarkan laporan tersebut.

Menurut Kasat, laporan tersebut sudah ditangani oleh penyidik, dan ada dugaan penggelapan setelah manajemen yang lama diganti oleh manajemen baru.

Dugaan penggelapan dana BPJS Ketenagakerjaan tersebut berupa tidak disetor nya premi oleh pihak manajemen Hotel Sasando.

Kasus ini terungkap setelah salah satu karyawan sakit sehingga ke kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk mengklaim uang mereka.

“Tetapi setelah dicek ke kantor BPJS Ketenagakerjaan, diketahui bahwa pihak manajemen Hotel Sasando sudah tidak membayar premi dari bulan Febuari 2018-Juni 2019,” terang Kasat.

Mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu, menyebutkan, ada sebanyak 51 karyawan yang uang premi nya tidak disetor, tetapi setiap bulan uang premi dipotong pihak manajemen hotel.

Diketahui pula, setiap bulan manajemen Hotol Sasando memotong dana di atas Rp 100.000 per karyawan, yang diambil dari uang service dengan perjanjian akan disetor ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Setelah kasus ini dilaporkan, ternyata dana karyawan tidak tersetor ke BPJS Ketenagakerjaan dengan totalnya sekitar Rp 189 juta dana potongan dari karyawan Hotel Sasando yang tidak disetor ke BPJS Ketenagakerjaan, sehingga karyawan tidak bisa mengajukan klaim,” pungkas Kasat Reskrim. (wil)

Loading...


Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Polisi Tangkap Pemotor yang Jambret IRT di Depan Gereja Bathesda Maulafa

Published

on

Daniel Sokogoru saat diamankan di Mapolsek Maulafa.
Continue Reading

HUKRIM

Polo Maing Mengakui, Lebu Raya Membantah

Published

on

Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Sekda NTT Ben Polo Maing saat menjadi saksi di sidang perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair di Pengadilan Tipikor Kupang, Senin (11/11).
Continue Reading

HUKRIM

686 Kendaraan Bermotor Terjaring Operasi Zebra di Kupang, Ada 367 Pelajar

Published

on

Jajaran Sat Lantas Polres Kupang Kota tengah melaksanakan operasi Zebra Turangga 2019 di Jalan El Tari, Selasa (5/11).
Continue Reading
Loading...




Loading…

error: Content is protected !!