Connect with us

HUKRIM

Resmi Terpidana Perzinahan, Anggota DPRD Rote Asal NasDem Dijebloskan ke Rutan Kupang

Published

on

Jaksa eksekutor Kejari Kota Kupang dibantu aparat kepolisian saat menangkap Olafbert Arians Manafe alias Papi Manafe pada sebuah rumah makan di Jl. WJ. Lalamentik, Oepoi, Kota Kupang, Senin (7/10) siang.

Kupang, penatimor.com – Jaksa eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang akhirnya mengeksekusi terpidana Olafbert Arians Manafe alias Papi Manafe.

Papi Manafe yang adalah anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao periode 2019-2024 ini ditangkap di salah satu rumah makan di Jl. WJ. Lalamentik Oepoi, atau sekitar kantor Bank NTT Pusat.

Saat penangkapan, pihak Kejari Kota Kupang dibantu sejumlah personel kepolisian.

Kasi Intelijen Kejari Kota Kupang Christ Malaka yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan.

Menurut Christ, Papi Manafe setelah ditangkap langsung dieksekusi ke Rutan Kelas 2B Kupang untuk menjalani masa hukuman.

“Ini sesuai putusan yang sudah incrah, sehingga tidak ada alasan untuk tidak dieksekusi. Kebetulan yang bersangkutan berasa di Kupang maka langsung dieksekusi ke Rutan Kupang,” kata Christ.

Diberitakan sebelumnya, Olafbert Arians Manafe alias Papi Manafe, anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao terpilih periode 2019-2024 asal Partai Nasdem divonis hukuman 6 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Kupang, Selasa (6/8).

Dalam surat putusan Pengadilan Tinggi Kupang dengan majelis hakim yang diketuai oleh Polin Tampubolon, S.H., menyatakan Papi Manafe terbukti bersalah melakukan perzinahan dengan melanggar Pasal 284 ayat (1) ke-2 KUHP.

Sebelumnya, sesuai putusan Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang, Papi Manafe dijatuhi hukuman 6 bulan penjara masa percobaan, sedangkan YD mendapat hukuman 8 bulan penjara.

Atas putusan majelis hakim, jaksa melakukan banding ke Pengadilan Tinggi dan putusannya pada (6/8) terhadap Papi Manafe tidak lagi percobaan tapi putusan hukuman penjara.

Tapi dari putusan tanggal 6 Agustus 2019 sampai sekarang, pihak kejaksaan belum melakukan eksekusi terhadap Papi Manafe.

VK, suami dari YD, kepada wartawan, mengaku merasa aneh karena terpidana belum ditahan.

“Kalau mau melakukan Kasasi pun aturan waktunya sudah lewat. Seharusnya Papi Manafe sudah ditahan di Rutan,” sebut dia.

Karena berdasarkan salinan putusan, isteri nya YD sudah tercantum di situs resmi PN Kupang divonis 8 bulan percobaan, tetapi salinan putusan Papi Manafe tidak tercantum di sana.

“Mereka berdua kan terlibat kasus yang sama, tetapi kenapa salinan terpidana laki-laki belum terdata di situs Pengadilan,” sebut dia.

Dia menduga ada permainan terpidana dengan pihak Pengadilan demi meloloskan terpidana dari sanksi partai.

Pasalnya, selain belum ditahan, salinan putusan terhadap Papi Manafe juga belum tercatat di situs resmi Pengadilan Negeri Kupang.

“Saya berharap agar putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi segera dieksekusi,” tandas dia.

Sedangkan untuk urusan dengan partai, dia menyerahkan kepada aturan partai.

“Kalau kadernya sudah terbukti salah, PAW saja, karena orang ini moralnya tidak baik,” tandasnya.

“Soal partai, ya kembali ke aturan partai. Kalau orang sudah terbukti bersalah, kalau bisa di PAW saja,” sambung dia.

Diketahui Papi Manafe terjerat tindak pidana perzinahan dengan wanita lain berinisial YD, yang berstatus istri orang.

Pasangan selingkuh ini ditangkap langsung oleh suaminya VT bersama aparat Polres Kupang Kota, di dalam kamar Hotel Nelayan, Jalan Ade Irma 2, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang. (wil)

Loading...


Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tak Bayar Premi BPJS Naker 51 Karyawan Sejak Februari 2018, Manajemen Hotel Sasando Dipolisikan

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Bobby Mooynafi
Continue Reading

HUKRIM

Awalnya Dilaporkan Hilang, Siswi SMP di Kupang Ini Ditemukan Sudah Hamil

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Bobby Mooynafi
Continue Reading

HUKRIM

Hamili Anak Tiri di Kupang, Anwar Tasib Ditangkap di TTS

Published

on

Anwar Tasib, tersangka kasus dugaan pencabulan saat diamankan di Mapolres Kupang Kota, Kamis (17/10).
Continue Reading
Loading...




Loading…

error: Content is protected !!