Connect with us

HUKRIM

SMPN 13 Kupang Diserang, Guru dan Sekuriti Dilempari Batu, Gedung dan Perabot Dirusak

Published

on

Kapolsek Maulafa, Kompol Margaritha Sulabesi, S.Sos.

Kupang, penatimor.com – Tindakan tidak terpuji dipertontonkan Hariyadi Karang (17), alumni SMPN 13 Kota Kupang bersama sejumlah rekannya, Sabtu (5/10/2019).

Ia dan 5 orang rekannya datang dengan 3 unit sepeda motor meloncati pagar belakang SMPN 13 Kota Kupang di Kelurahan Maulafa Kecamatan Maulafa Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kondisi mabuk karena konsumsi minuman keras, Hariyadi Cs menyerang SMPN 13 Kota Kupang dengan kayu dan batu tanpa alasan yang jelas.

Hariyadi sendiri merupakan tamatan SMPN 13 Kota Kupang pada tahun 2017 yang lalu.

Saat itu, kepala sekolah SMPN 13 Kupang, Maria Theresia Roslin Lana sekitar pukul 07.30 wita mengumumkan agar siswa pulang dan diliburkan karena akan dilakukan rapat lengkap para guru.

Maria yang ditemui di Mapolsek Maulafa usai melaporkan kasus ini mengaku kalau saat itu ia kaget mendengar teriakan histeris para siswa SMPN 13 Kota Kupang karena pelaku cs masuk ke kompleks sekolah dan melakukan penyerangan.

Pelaku cs merusaki kursi dan meja di ruang kelas IX C. Kebetulan salah seorang ibu guru, Warmansyah datang dan hendak menegur.

Pelaku cs tidak terima ditegur dan malah
memaki-maki Warmansyah serta melempari dengan batu.

Warmansyah pun berusaha menyelamatkan diri.

Para guru dan siswa berusaha menyelamatkan diri dan melaporkan ke security sekolah, Daston Tonu Bees.

Hariyadi Cs balik memarahi Daston dan melempari serta berusaha memukuli Daston.

Suasana sekolah pun mencekam karena pelaku makin brutal dan melempari sekolah hingga kaca jendela sekolah hancur dan atap sekolah pun rusak.

Dalam situasi panik, sebagian guru melindungi siswa dan kepala sekolah menghubungi Polsek Maulafa mengadukan kejadian ini.

Pelaku cs pun kembali berulang melempari sekolah hingga polisi datang. Polisi berusaha mengejar para pelaku namun para pelaku langsung kabur dan melarikan diri dengan sepeda motor.

Maria Theresia Roslin Lana, Kepala SMPN 10 Kota Kupang mengakui kalau para pelaku meloncati tembok belakang yang jebol pasca roboh saat badai angin puting beliung belum lama ini.

Ia menyebutkan kalau Hariyadi adalah alumni SMPN 13 Kota Kupang yang kelulusannya karena pengasihan guru dan pihak sekolah.

Ia mengaku kalau Hariyadi sering berbuat keonaran padahal selama ini tidak ada masalah antara Hariyadi dan pihak sekolah.

Ia berharap, Pemerintah Kota Kupang membantu untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik.

Selain itu Maria Theresia Roslin Lana berharap bantuan pihak Polsek Maulafa menangkap pelaku dan memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Terpisah, Kapolsek Maulafa, Kompol Margaritha Sulabessy, S.Sos yang ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (5/10/2019) mengaku kalau pihaknya sudah ke lokasi kejadian mencari para pelaku.

“Anggota saya sempat mengejar para pelaku namun sudah kabur. Kita akan kejar terus dan kita akan proses hukum,” tandas mantan Kapolsek Alak ini.

Sejauh ini polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan barang bukti sejumlah batu dan kayu serta pecahan kaca.

Polisi juga sudah memeriksa dan meminta keterangan dari saksi-saksi
kasus ini,

Ia memastikan para pelaku mabuk minuman keras lalu menyerang sekolah kemudian berbuat keributan. (mel)

Loading...


Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tak Bayar Premi BPJS Naker 51 Karyawan Sejak Februari 2018, Manajemen Hotel Sasando Dipolisikan

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Bobby Mooynafi
Continue Reading

HUKRIM

Awalnya Dilaporkan Hilang, Siswi SMP di Kupang Ini Ditemukan Sudah Hamil

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Bobby Mooynafi
Continue Reading

HUKRIM

Hamili Anak Tiri di Kupang, Anwar Tasib Ditangkap di TTS

Published

on

Anwar Tasib, tersangka kasus dugaan pencabulan saat diamankan di Mapolres Kupang Kota, Kamis (17/10).
Continue Reading
Loading...




Loading…

error: Content is protected !!