Connect with us

HUKRIM

Hasil Audit BPKP, Kerugian Negara Proyek NTT Fair Rp 12,7 Miliar, Tersangka Segera Diadili

Published

on

Para tersangka perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair dilimpah di Kejari Kota Kupang, Selasa (10/9).

Kupang, penatimor.com – Tim penyidik Kejati NTT telah melimpahkan tersangka dan barang bukti perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Provinsi NTT Tahun Anggaran 2018 ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dengan pelimpahan tahap kedua ini, maka enam tersangka perkara ini segera disidangkan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Kupang.

Pelimpahan tahap dua dilakukan tim penyidik yang terdiri atas Akmal Kodrat, Boby H. Halomoan Sirait, Chairul Wijaya, dan Benfrid Foeh.

Tersangka dan barang bukti dilimpahkan ke Kejari Kota Kupang. Selanjutnya, para tersangka kembali ditahan sebagai tahanan Kejari Kota Kupang.

Pelimpahan tahap kedua dilakukan penyidik setelah pemeriksaan kesehatan para tersangka oleh tim dokter.

Kasi Penkum Kejati NTT Abdul Hakim yang diwawancarai, mengatakan, pelimpahan tahap kedua dilakukan setelah penyidik melengkapi petunjuk jaksa peneliti hingga ditetapkan berkas perkara lengkap (P-21).

“Pelimpahan ke Kejari Kota Kupang karena lokus dilekti nya di wilayah hukum Kejari Kota Kupang,” kata Abdul Hakim.

Dia sampaikan, tim penyidik juga telah menerima hasil penghitungan kerugian negara (PKN) dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT sebesar Rp 12,7 muliar.

“Jadi rekanan pelaksana tidak mengerjakan beberapa kegiatan pembangunan yang telah dianggarkan. Rekanan mengerjakan namun tidak sesuai dengan nilai anggarannya. Sehingga dari perbuatan para tersangka tersebut menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 12,7 miliar sesuai hasil penghitungan dari BPKP Provinsi NTT,” jelas Abdul Hakim.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga :   ICW Ingatkan KPK, 18 Kasus Korupsi Kakap Belum Tuntas

Sementara itu, Kajari Kota Kupang Oder Maks Sombu yang diwawancarai, mengatakan, dengan pelimpahan tahap dua tersebut, pihak segera merampungkan surat dakwaan dan melimpahkan perkara tersebut ke Pengadilan untuk disidangkan.

“Kita punya waktu 20 hari, namun diupayakan secepatnya dirampungkan dakwaan dan dilimpahkan ke Pengadilan,” kata Oder yang juga mantan Kajari Sumba Timur itu.

Terpisah, Semuel Haning selaku kuasa hukum tersangka Hadmen Puri, mengatakan, pihaknya siap mendampingi kliennya dalam proses persidangan di Pengadilan hingga memperoleh kepastian hukum.

“Harapannya, perkara klien kami segera dilimpahkan ke Pengadilan dan disidangkan, sehingga cepat ada kepastian hukum,” kata Semuel Haning yang didampingi Simson Lasi dan Marthen Dilak.

Hal senada disampaikan Fransisco Bernando Bessi selaku kuasa hukum tersangka Barter Yusuf. “Kami berharap perkara ini cepat disidangkan di Pengadilan,” kata Fransisco.

Terpantau, usai pelimpahan tahap kedua di Kejari Kota Kupang, keenam tersangka kemudian dibawa ke Rutan dan Lapas Wanita.

Tersangka Dona Toh (Pejabat Pembuat Komitmen) yang selama ini ditahan di tahanan Mapolres Kupang Kota, telah dipindahkan penahanannya di Lapas Wanita Kupang.

Terdapat 11 orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan menyidangkan perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair, masing-masing, Dr. Akmal Kodrat, Boby H. Halomoan Sirait, Chairul Wijaya, Herry C. Franklin, Emerensiana Jehamat, Benfrid Foeh, S. Hendrik Tiip, Fredrix Bere, Jopi Novelis, Christofel Malaka, dan Januarius Bolitobi.

Sekadar tahu, keenam tersangka dalam perkara dugaan korupsi NTT Fair adalah Linda Liudianto (Kuasa Direktur PT Cipta Eka Puri), Yuli Afra (mantan Kadis PRKP/Kuasa Pengguna Anggaran), Dona Toh (Pejabat Pembuat Komitmen), Barter Yusuf (Direktur PT Desakon/Konsultan Pengawas), Ferry Jonson Pandie (Pelaksana Lapangan PT Desakon) dan Hadmen Puri (Direktur PT Cipta Eka Puri). (mel)

Baca Juga :   Tim Buser Bekuk Petani di Oebelo, Gelapkan Kamera Sewaan
Loading...
Loading...
loading...

HUKRIM

Lakalantas Maut di Kupang, Sopir Tewas di Tempat, 5 Penumpang Luka-luka

Published

on

Mobil pikap Suzuki Carry tampak ringsek akibat tabrakan di Jalan Yos Sudarso, Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Kupang, penatimor.com – Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang mengakibatkan koban jiwa kembali terjadi di Kota Kupang.

Kali ini tabrakan antara sebuah mobil Suzuki Carry jenis pikap dengan mobil Nissan Terano di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di dekat gereja katolik Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Minggu (22/9).

Lakalantas maut yang terjadi sekira pukul 03.40 itu mengakibatkan pengemudi Suzuki Carry dengan nomor polisi DH 9910 AC itu meninggal dunia dan lima penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kupang Kota Iptu Rocky Junasmi, S.IK.,MH., kepada wartawan, Minggu (22/9), mengatakan, lakalantas tersebut berawal saat mobil Suzuki Carry bergerak dari arah Bolok menuju Tenau.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), mobil Nissan Terano dengan nomor B 1326 WUJ melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan.

Tabrakan kedua mobil yang masing-masing dikemudikan oleh Yoseph Dongi (57) dan Marselinus Liwu (44) itu pun tidak dapat dihindarkan.

“Kedua mobil bertabrakan di tikungan, karena jaraknya yang sudah terlalu dekat,” ujar Rocky.

Dijelaskan, mobil pikap yang dikendarai Yoseph ditumpangi lima orang, masing-masing Maria Undis (52), Doroteus Djehabut (62), Nathalia Martina Ece (37), Saptio Biobernadimus Ngalu (3) dan Kristiano De Alves Djehabut (7).

Para korban merupakan warga RT 12/RW 02, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, dan warga Jalan Bhakti Karang RT 18/06, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.

Kasat Lantas melanjutkan, kejadian tersebut mengakibatkan pengedara mobil Suzuki Carry Yoseph Dongi langsung meninggal dunia di TKP.

“Para penumpang mengalami luka-luka dan sedang dirawat di RSUD W.Z. Yohanes Kupang,” ungkapnya.

Ditambahkan, korban meninggal dunia diketahui merupakan warga Jalan Bhakti Karya, RT 21/RW 07, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Baca Juga :   Bentangkan Bendera 1.773 Meter di Perbatasan RI-RDTL, Polres TTU Dapat Penghargaan Dunia

Sedangkan pengemudi mobil Nissan Terano Marselinus Liwu merupakan warga Jalan Timor Raya Km 18, Gudang CV. Bintang Timur l, Desa Tanah Merah, Kecamatan, Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. (wil)

Loading...
Continue Reading

HUKRIM

Bunuh Anak Sendiri, Polisi Segera Periksa Kejiwaan Dewi Regina Ano

Published

on

Tersangka Dewi Regina Ano saat dipindahkan dari RSU SK Lerik Kota Kupang ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Kupang, penatimor.com – Proses penyidikan kasus dugaan pembunuhan anak kembar berusia 5 tahun terus dilakukan penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota.

Kedua korban merupakan anak dari pasangan suami istri Obir Masus (31) dan Dewi Regina Ano (24).

Polisi telah menetapkan Dewi Regina Ano sebagai tersangka.

Menurut pengakuan Dewi Regina Ano, dirinya nekat menghabisi dua buah hatinya itu lantaran kecewa dan dendam dengan suaminya Obir yang jarang memenuhi kebutuhannya.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK., melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH, kepada wartawan, Minggu (22/9), mengatakan, pihaknya akan memeriksaan kejiwaan tersangka ke psikolog.

“Kami akan jadwalkan untuk pemeriksaan tambah terhadap saksi yang juga adalah suami dan para korban,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu.

Lanjutnya, selain saksi, juga akan dilakukan pemeriksaan psikolog dan tes psikologi terhadap tersangka.

“Untuk pemeriksaan terhadap tersangka kita akan menyesuaikan dengan kondisi kesehatannya,” tandasnya.

Sebelumnya, warga Jalan Timor Raya, RT 09/RW 03, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, digemparkan dengan kasus dugaan pembunuhan sadis terhadap dua orang anak yang baru berusia 5 tahun.

Kedua korban ditemukan bersimbah darah dengan luka bacok di bagian kepala.

Ibu mereka juga kritis disamping kedua anaknya yang telah meninggal, sehingga harus dilarikan ke RSUD S.K. Lerik Kupang untuk menjalani perawatan intensif.

Kejadian ini diketahui oleh Obir Masus ketika pulang dari kerja sebagai kuli bangunan.

Setibanya di rumah, Obir mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci sehingga ia memanggil kedua anaknya, namun tak kunjung dibuka.

Tidak lama berselang dirinya langsung mendobrak pintu. Saat itu pula ia menemukan kedua buah hati dan istrinya sudah tergeletak di lantai bersimbah darah. (wil)

Baca Juga :   Bocah Grace Bimusu Ditemukan Tak Bernyawa
Loading...
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Segera Rekonstruksi Kasus Bunuh Bayi di Kupang

Published

on

Ilustrasi bayi baru lahir (NET)

Kupang, penatimor.com – Polres Kupang Kota tengah melengkapi berkas perkara dugaan pembunuhan bayi oleh ibu kandung saat melahirkan di toilet kos yang berlamat di RT 42/RW 13, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Penyidik berencana akan melakukan rekonstruksi pada Rabu (25/9) mendatang.

Upaya rekonstruksi perbuatan penganiayaan yang mengakibatkan bayi meninggal dunia tersebut bertujuan melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK., melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH., saat dikonfrimasi di ruang kerjanya, Jumat (20/9).

Dikatakan sudah lima orang saksi termasuk tersangka telah diperiksa namun untuk menguatkan keterangan tersangka maka perlu dilakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita sudah jadwalkan, akan dilakukan rekonstruksi ulang perkara ini supaya jelas perbuatan dari ibu kandung ini. Rencananya akan dilangsungkan pada hari Rabu pekan depan,” tandasnya.

Selain akan melakukan rekonstruksi, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan terhadap korban.

“Hasil autopsi belum keluar dan diharapkan bisa diperoleh dalam waktu dekat sehingga bisa konfontir dengan keterangan tersangka,” imbuhnya.

Sebelumnya, polisi berhasil mengungkapkan pelaku dan motif pembunuhan terhadap bayi malang itu setelah mengamankan ibu korban atas nama Yuliana Virgina Samiyawa Muda (24) asal Desa Balaweling II, Kecamatan Solor, Kabupaten Flores Timur.

Tersangka Yuliana Muda saat melancarkan aksinya itu masih berstatus sebagai mahasiswa Universitas Aryasatya Deo Muri Kupang dan baru menjadi alumni empat hari.

Tersangka diketahui melancarkan aksi pidana penganiayaan anak yang mengakibatkan meninggal dunia tersebut pada Selasa (27/8) dan baru ditemukan membusuk sekitar pukul 13.00, pada Selasa (8/9).

Baca Juga :   Bocah Grace Bimusu Ditemukan Tak Bernyawa

Tersangka saat diperiksa mengaku, ayah dari bayi tidak berdosa itu merupakan salah satu pegawai harian lepas di salah sati instansi pemerintahan dan sudah berkeluarga berinisial NA (25).

Namun hubungan gelap antara tersangka dan NA berakhir pada bulan Februari 2019 lalu karena kekasihnya mengetahui kehamilan tersangka dan tidak ingin bertanggung jawab, sehingga tersangka malu dan takut sehingga bayi yang dilahirkan pun mendapat imbasnya.

Terhadap perbuatan tersangka yang menghilangkan nyawa manusia tersebut, dia dijerat dengan pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 sebagaimana perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, jo Pasal 341 KUHP. (wil)

Loading...
Continue Reading
Loading...




Loading…

error: Content is protected !!