Connect with us

UTAMA

Usut Kasus Suap Pertambangan, KPK Cekal Mekeng

Published

on

Ketua Fraksi Golkar DPR RI Melchias Markus Mekeng.

Jakarta, penatimor.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasukkan nama Ketua Fraksi Golkar di DPR RI Melchias Markus Mekeng ke dalam daftar cekal.

Melchias merupakan anggota DPR RI asal Dapil NTT 1 yang meliputi daratan Flores, Lembata dan Alor. Dia terpilih kembali untuk periode 2019-2024.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, pencekalan terhadap orang dekat Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto itu terkait dengan kasus pengurusan terminasi kontrak perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) PT AKT di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“KPK melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap seseorang bernama Melchias Markus Mekeng, anggota DPR RI selama enam bulan ke depan terhitung Selasa, 10 September 2019,” kata Febri.

Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu menambahkan, KPK bakal memeriksa Mekeng sebagai saksi bagi tersangka atas nama Samin Tan, pemilik perusahaan pertambangan PT Borneo Lumbung Energi.

KPK telah menetapkan Samin sebagai tersangka pemberi suap kepada Eni Maulani Saragih yang pernah memimpin Komisi Energi DPR.

Menurut Febri, KPK telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Mekeng pada Rabu besok (11/0).

“Besok Rabu, 11 September 2019 pemerikaaan terhadap yang bersangkutan (Mekeng) sebagai saksi untuk SMT (Samin Tan),” kata Febri.

Hanya saja, belum ada kepastian apakah Mekeng bakal memenuhi panggilan itu. Sebab, saat ini Mekeng bersama sejumlah anggota Komisi XI DPR tengah kunjungan kerja di luar negeri.

Sebelumnya KPK juga telah mengeluarkan pencekalan terhadap Samin Tan dan Direktur PT Borneo Lumbung Energi Nenie Afwani, Senin (9/9).

Penyidikan atas kasus terminasi kontrak batu bara itu merupakan hasil pengembangan atas perkara suap PLTU Riau yang telah menyeret Eni M Saragih dan mantan Direktur PLN Sofyan Basir.

Baca Juga :   Gelar KSN di Kupang, PMKRI Soroti Persoalan HAM dan Ekologi

Samin Tan diduga telah menyuap Eni saat politikus Golkar itu menjadi wakil ketua Komisi VII DPR. Motif suapnya agar Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak PKP2B PT AKT di Kementerian ESDM.

Eni selaku anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR RI menggunakan forum rapat dengar pendapat untuk memengaruhi Kementerian ESDM.

Selain itu, KPK menduga Eni meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan suaminya, Muhammad Al Khadziq yang ikut Pilkada Kabupaten Temanggung.

Selanjutnya, Samin memberikan uang kepada Emi secara bertahap melalui perantara. Salah satu perantaranya adalah staf ahli Eni di DPR.

Pemberian pertama pada 1 Juni 2018 sebanyak Rp 4 miliar. Adapun pemberian kedua pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar.

Total suap yang diterima Eni Maulani Saragih dari Samin Tan sebanyak Rp 5 miliar. KPK lantas menjerat Samin dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (jim)

Loading...
Loading...
loading...

HUKRIM

Lakalantas Maut di Kupang, Sopir Tewas di Tempat, 5 Penumpang Luka-luka

Published

on

Mobil pikap Suzuki Carry tampak ringsek akibat tabrakan di Jalan Yos Sudarso, Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Kupang, penatimor.com – Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang mengakibatkan koban jiwa kembali terjadi di Kota Kupang.

Kali ini tabrakan antara sebuah mobil Suzuki Carry jenis pikap dengan mobil Nissan Terano di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di dekat gereja katolik Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Minggu (22/9).

Lakalantas maut yang terjadi sekira pukul 03.40 itu mengakibatkan pengemudi Suzuki Carry dengan nomor polisi DH 9910 AC itu meninggal dunia dan lima penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kupang Kota Iptu Rocky Junasmi, S.IK.,MH., kepada wartawan, Minggu (22/9), mengatakan, lakalantas tersebut berawal saat mobil Suzuki Carry bergerak dari arah Bolok menuju Tenau.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), mobil Nissan Terano dengan nomor B 1326 WUJ melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan.

Tabrakan kedua mobil yang masing-masing dikemudikan oleh Yoseph Dongi (57) dan Marselinus Liwu (44) itu pun tidak dapat dihindarkan.

“Kedua mobil bertabrakan di tikungan, karena jaraknya yang sudah terlalu dekat,” ujar Rocky.

Dijelaskan, mobil pikap yang dikendarai Yoseph ditumpangi lima orang, masing-masing Maria Undis (52), Doroteus Djehabut (62), Nathalia Martina Ece (37), Saptio Biobernadimus Ngalu (3) dan Kristiano De Alves Djehabut (7).

Para korban merupakan warga RT 12/RW 02, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, dan warga Jalan Bhakti Karang RT 18/06, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.

Kasat Lantas melanjutkan, kejadian tersebut mengakibatkan pengedara mobil Suzuki Carry Yoseph Dongi langsung meninggal dunia di TKP.

“Para penumpang mengalami luka-luka dan sedang dirawat di RSUD W.Z. Yohanes Kupang,” ungkapnya.

Ditambahkan, korban meninggal dunia diketahui merupakan warga Jalan Bhakti Karya, RT 21/RW 07, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Baca Juga :   Apresiasi Kinerja Personelnya, Kapolda: Jangan Berpuas Diri

Sedangkan pengemudi mobil Nissan Terano Marselinus Liwu merupakan warga Jalan Timor Raya Km 18, Gudang CV. Bintang Timur l, Desa Tanah Merah, Kecamatan, Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. (wil)

Loading...
Continue Reading

UTAMA

Dengar Keputusan Habibie, Xanana Gusmao Teriak di LP Cipinang

Published

on

Xanana Gusmao (kanan) memberi hormat di depan makam BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu (15/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pd

Jakarta, penatimor.com – Mata Presiden pertama Timor Leste Xanana Gusmao tampak merah dan berkaca-kaca, sembab karena sisa air mata yang masih basah saat keluar dari rumah almarhum BJ Habibie, di bilangan Kuningan, Jakarta, Sabtu (14/9) malam.

Ada penyesalan pada diri Xanana karna tidak bisa langsung terbang ke Jakarta dari Timor Leste setelah mendengar kawan lamanya itu tutup usia pada Rabu (11/9). Pun esok harinya, saat jenazah Habibie dikebumikan.

“Ini yang saya tidak akan lupakan,” kata Xanana, lalu terdiam seperti menahan sesak yang sedikit lagi berubah tangis.

“Tapi sudah, saya tidak bisa cry everyday. Saya akan ikut menyusul. Beliau 83 tahun, adiknya 73. Kita sudah setiap hari mendekati waktunya juga,” lanjut presiden pertama Timor Leste itu yang memposisikan dirinya sebagai adik dari Habibie.

Dukacita tak lupa dia sampaikan. Kepada dua putra Habibie, Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie yang mewakili keluarga mendiang, Xanana menyerahkan surat resmi dari pemerintah Timor Leste dan surat dari dia pribadi.

“Saya ke sini sebagai wakil pemerintah dan seluruh rakyat Timor Leste, membawa pesan untuk keluarga Pak Habibie, mengekspresikan perasaan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujar oria kalhiran 20 Juni 1946 itu.

Kehadiran Xanana Gusmao, pejuang kemerdekaan dan presiden pertama Timor Leste, di kediaman mendiang BJ Habibie malam itu, menjadi suatu hal yang istimewa mengingat hubungan historis dan emosional yang terjalin di antara keduanya.

Usai takziah dan menyampaikan dukacita kepada keluarga sang kawan lama, seorang jurnalis bertanya kepada Xanana soal kenangan tentang Habibie yang tidak pernah dia lupakan.

“Memori tentang Pak Habibie, waktu beliau bilang kasih kepada rakyat Timor Leste hak untuk memilih,” jawab Xanana dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata, namun tegas.

Baca Juga :   Siswa MTs di Kota Kupang Tolak Radikalisme

Dia lantas bercerita tentang pertalian dengan Habibie dan perannya dalam referendum Timor Leste pada 30 Agustus 1999. Kisah dua dekade silam yang kini mengikat sejarah Timor Leste dan Indonesia.

Pada 1999 di masa menjelang referendum, Xanana masih menjadi tahanan politik di era Presiden Soeharto dan dipenjarakan di Cipinang sejak 1992. Xanana berseloroh bahwa saat itu dirinya adalah “warga negara Cipinang.”

Sebelum dimasukkan ke penjara, Xanana aktif dalam Falintil (Forcas Armadas da Libertacao Nacional de Timor-Leste atau Angkatan Bersenjata untuk Pembebasan Nasional Timor Timur), sayap paramiliter dari partai politik Fretelin.

Upaya yang giat dia lakukan untuk melepaskan wilayah Timor Timur saat itu, baru mencapai titik terang ketika BJ Habibie menjabat sebagai presiden Indonesia, menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri atas desakan people power pada Mei 1998.

“Karena tahun ’83 saya sudah kasih peace plan, tapi 16 tahun kemudian pada 1999 baru bisa terjadi dan Pak Habibie adalah seorang aktor penentu di situ,” kata Xanana.

Di dalam penjara, sebuah kabar datang kepada Xanana bahwa Presiden Habibie telah mengirimkan surat kepada PBB untuk meminta referendum bagi Timor Leste.

Xanana masih ingat betul bagaimana dia berteriak di selnya untuk meluapkan kegembiraan hingga para sipir mendekat dan bertanya ada apa gerangan.

“Mau pecah hatiku, mau pecah,” ujar Xanana berapi-api sembari menunjuk dadanya.

Masa-masa itu akan selalu dikenang Xanana yang merangkum jasa Habibie dalam satu kalimat penuh makna, “Pak Habibie, dalam waktu yang singkat, dalam waktu yang sulit, memberi kesempatan kepada rakyat Timor Leste hak untuk self-determination, oleh karena itu kami tidak akan melupakan beliau.”

Usai melayat ke kediaman Habibie malam itu, keesokan paginya Xanana mengunjungi tempat peristirahatan terakhir mendiang di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (15/9).

Baca Juga :   Banyak Sekolah Muslim di Kupang Belum Terima Imunisasi MR

Tiba di depan makam Habibie, Xanana sempat duduk terdiam. Tak berapa lama, dia bangkit dan mengalungkan rangkaian bunga dan pada nisan dan menaburkan bunga di atas makam yang masih basah.

Ia lantas menunduk memanjatkan doa dan membungkukkan badan memberi penghormatan kepada kawan lama yang dia anggap sebagai kakak.

Di belakangnya, puluhan mahasiswa Timor Leste yang tengah mengenyam pendidikan tinggi di berbagai universitas di Jakarta dan Bekasi turut memberikan penghormatan kepada Habibie.

Xanana sebelumnya meminta Kedutaan Besar Timor Leste untuk mengundang semua mahasiswa Timor Leste yang ada di Jakarta dan sekitarnya untuk ikut berziarah ke makam mantan presiden RI itu.

Xanana merasa perlu mengajak anak-anak muda Timor Leste untuk memberikan penghormatan karena Habibie berjasa dalam pendirian negara yang berjuluk “Bumi Loro Sae” itu.

“Mereka datang ke makam untuk memberi penghormatan kepada beliau. Jika bukan karena Pak Habibie, mereka tidak akan merasakan kebebasan yang ada hari ini,” kata Xanana Gusmao. (Suwanti/ant/jim)

Loading...
Continue Reading

UTAMA

Kapolres Kupang Kota Dapat Kunjungan Perwakilan Orangtua Mahasiswa Papua

Published

on

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti S.I.K, berpose bersama perwakilan orangtua mahasiswa Papua di Kota Kupang.

Kupang, penatimor.com – Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti S.I.K, melakukan pertemuan bersama perwakilan orangtua mahasiswa Papua di Kota Kupang.

Pertemuan bertempat di Mapolres Kupang Kota pada pukul 10.00 Wita Selasa (17/9).

Pdt. Thomas Ateta, M.Th., sebagai perwakilan orangtua mahasiswa Papua, didampingi seorang mahasiswa asal Papua, Ravel Ericshon Imbiri.

Pdt. Thomas Ateta, M.Th., mengatakan, mewakili para senior-senior Ikatan Keluarga Besar Papua Kota Kupang, menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kapolres Kupang Kota yang telah menjaga kemamanan ibadah ikatan keluarga dan mahasiswa Papua di Kota Kupang.

Pada Sabtu, 14 September 2019 pukul 17.30 Wita bertempat di Gereja Utusan Pentekosta Jemaat Kota Kupang, para orang-orang tua Keluarga Papua bersama mahasiswa Papua telah melaksanakan ibadah bersama dan berjalan dengan baik.

Selanjutnya, pada bulan Oktober 2019, mahasiswa Papua akan melaksanakan kegiatan ibadah dan kegiatan-kegiatan lain nya di Kota Kupang.

Untuk itu, Kapolresta diminta dapat memperhatikan para mahasiswa Papua yang berada di Kota Kupang.

“Karena mahasiswa Papua yang berkuliah di Kota Kupang mendapat beasiswa, sistemnya yakni mendapat donatur dana dari Dikti dan Otsus Pemerintahan Daerah Papua,” jelasnya.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti S.I.K., juga berpesan agar mahasiswa seperti Ravel Ericshon Imbiri dapat menikmati perkuliahan di Kota Kupang dengan baik.

“Dia juga harus menjaga diri baik-baik serta jangan mudah terpengaruh paham-paham yang salah,” harap Kapolres.

Selama tinggal dan bersekolah di Kota Kupang, mahasiswa Papua juga diharapkan agar dapat menyelesaikan perkuliahan yang dijalani dan dapat membanggakan orangtua.

Setelah melakukan pertemuan, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama antara Dansat Brimob NTT, Dandim 1604 Kupang, Kapolres Kupang Kota bersama Bapak Pdt. Thomas Ateta, M.Th., didampingi Ravel Ericshon Imbiri.

Baca Juga :   Gelar KSN di Kupang, PMKRI Soroti Persoalan HAM dan Ekologi

Makan siang berlangsung di Rumah Makan Bambu Kuning Jl. Perintis Kemerdekaan I, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Kembali, Pdt. Thomas Ateta mewakili Ikatan Keluarga Besar dan Mahasiswa Papua yang ada di NTT berterima kasih sebesar-besarnya kepada Dansat Brimob NTT, Dandim 1604 Kupang dan Kapolres Kupang Kota yang sudah memperhatikan dan memberikan rasa nyaman terhadap masyarakat Papua yang ada di Kota Kupang.

Makan siang bersama tersebut sebagai sarana untuk membangun rasa kekeluargaan bersama dengan Ikatan Keluarga Besar dan Mahasiswa Papua agar semakin dekat dan terbuka terhadap institusi Polri dan TNI. (wil)

Loading...
Continue Reading
Loading...




Loading…

error: Content is protected !!