Connect with us

HUKRIM

Tolak Putusan Hakim, Jimmi Sianto Lakukan Banding

Published

on

Fransisco Bernando Bessi (IST)

Kupang, penatimor.com – Pasca penolakan gugatan perkara perdata oleh penggugat Jimmi Sianto melawan tergugat pengurus Partai Hanura NTT kubu Oesman Sapta Odang (OSO), Refafi Ga dan Siprianus Woka Ritan, melalui putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang, penggugat kembali melayangkan banding ke Pengadilan Tinggi Kupang.

Kuasa Hukum Penggugat, Fransisco Bernando Bessi, mengaku telah melakukan banding karena menurutnya putusan diambil oleh majelis hakim PN Kupang mempertimbangkan bukti-bukti tentang penyelesaian di PTUN Jakarta.

“Kami harus banding dan wajib lakukan upaya hukum banding, karena kami sampai saat ini tidak mengakui bahwa Refafi adalah pihak yang sah sebagai kepengurusan Partai Hanura. Bukti Putusan PTUN Jakarta yang memenagkan kami sama sekali tidak dipertimbangkan oleh majelis hakim dan seolah sama sekali tidak pernah ada,” ujarnya.

Ditambahkan, bukan karena tergugat sudah menyelesaikan tugasnya sebagai anggota DPRD Provinsi NTT, namun mengenai persoalan hukum yang tengah berjalan.

“Pak Jimmi sudah selesai jadi anggota DPRD Provinsi, makanya kami banding, tapi ini urusan hukum bukan masalah politik jadi akan kami terus perjuangkan,” tegasnya.

Upaya banding tersebut terdaftar dalam akta pernyataan banding yang ditandatangani oleh Panitera PN Kupang, Yunis Missa, SH., Nomor: 308/PDT.G/2018/PN.KPG.

Sebelumnya, pembacaan putusan dipimpin Ketua Majelis Hakim A.A. Made Aripathi Nawaksara, didampingi Ari Prabowo dan Anak Agung Gde Oka Mahardika berlangsung berlangsung di ruang Pengayoman Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang, Selasa (20/8).

Dalam amar putusan, majelis hakim mengabulkan eksepsi para tergugat, dan menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima serta menghukum penggugat membayar biaya perkara dalam perkara yang disengketakan.

Diketahui, tergugat dalam kasus tersebut yakni Refafi Gah sebagai Tergugat I dan Siprianus Woka Ritan sebagai Tergugat II.

Baca Juga :   Siswa Brigadir Perbatasan Long March 25 Kilometer

Keduanya dikenal sebagai Ketua dan Sekretaris DPD Partai Hanura Provinsi NTT versi Oesman Sapta Odang (OSO).

Selain itu, Jimmi juga menggugat Anwar Pua Geno, Ketua DPRD NTT sebagai Tergugat III, dan Wakil Ketua DPRD NTT atas nama Yunus Takandewa sebagai Tergugat IV, Aleksander T. Ofong sebagai Tergugat V dan Gabriel Beri Bina sebagai tergugat VI.

Dasar gugatan tersebut berawal dari pelecehan hak-hak politik karena anggota DPRD Provinsi NTT periode 2014-2019 itu, merasa hak-haknya telah dilecehkan oleh pengurus DPD Partai Hanura NTT karena di Jakarta, atau secara nasional kubu tergugat sudah memenangkan perkara PTUN di Jakarta baik di tingkat pertama maupun tingkat banding.

Selain itu, dasar gugatan juga dilaksanakan berpedoman pada asas erga omnes yang artinya keputusan yang telah dikeluarkan oleh PTUN di Jakarta itu mengikat semua pihak, baik yang berperkara langsung maupun yang tidak sehingga posisi penggugat dijamin oleh hukum sesuai dengan keputusan PTUN. (wil)

Loading...
Loading...
loading...

HUKRIM

Lakalantas Maut di Kupang, Sopir Tewas di Tempat, 5 Penumpang Luka-luka

Published

on

Mobil pikap Suzuki Carry tampak ringsek akibat tabrakan di Jalan Yos Sudarso, Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Kupang, penatimor.com – Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang mengakibatkan koban jiwa kembali terjadi di Kota Kupang.

Kali ini tabrakan antara sebuah mobil Suzuki Carry jenis pikap dengan mobil Nissan Terano di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di dekat gereja katolik Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Minggu (22/9).

Lakalantas maut yang terjadi sekira pukul 03.40 itu mengakibatkan pengemudi Suzuki Carry dengan nomor polisi DH 9910 AC itu meninggal dunia dan lima penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kupang Kota Iptu Rocky Junasmi, S.IK.,MH., kepada wartawan, Minggu (22/9), mengatakan, lakalantas tersebut berawal saat mobil Suzuki Carry bergerak dari arah Bolok menuju Tenau.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), mobil Nissan Terano dengan nomor B 1326 WUJ melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan.

Tabrakan kedua mobil yang masing-masing dikemudikan oleh Yoseph Dongi (57) dan Marselinus Liwu (44) itu pun tidak dapat dihindarkan.

“Kedua mobil bertabrakan di tikungan, karena jaraknya yang sudah terlalu dekat,” ujar Rocky.

Dijelaskan, mobil pikap yang dikendarai Yoseph ditumpangi lima orang, masing-masing Maria Undis (52), Doroteus Djehabut (62), Nathalia Martina Ece (37), Saptio Biobernadimus Ngalu (3) dan Kristiano De Alves Djehabut (7).

Para korban merupakan warga RT 12/RW 02, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, dan warga Jalan Bhakti Karang RT 18/06, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.

Kasat Lantas melanjutkan, kejadian tersebut mengakibatkan pengedara mobil Suzuki Carry Yoseph Dongi langsung meninggal dunia di TKP.

“Para penumpang mengalami luka-luka dan sedang dirawat di RSUD W.Z. Yohanes Kupang,” ungkapnya.

Ditambahkan, korban meninggal dunia diketahui merupakan warga Jalan Bhakti Karya, RT 21/RW 07, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Baca Juga :   Maruf Amin Tampil Menyatu dengan Jokowi; Sandi Tampil Sendiri

Sedangkan pengemudi mobil Nissan Terano Marselinus Liwu merupakan warga Jalan Timor Raya Km 18, Gudang CV. Bintang Timur l, Desa Tanah Merah, Kecamatan, Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. (wil)

Loading...
Continue Reading

HUKRIM

Bunuh Anak Sendiri, Polisi Segera Periksa Kejiwaan Dewi Regina Ano

Published

on

Tersangka Dewi Regina Ano saat dipindahkan dari RSU SK Lerik Kota Kupang ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Kupang, penatimor.com – Proses penyidikan kasus dugaan pembunuhan anak kembar berusia 5 tahun terus dilakukan penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota.

Kedua korban merupakan anak dari pasangan suami istri Obir Masus (31) dan Dewi Regina Ano (24).

Polisi telah menetapkan Dewi Regina Ano sebagai tersangka.

Menurut pengakuan Dewi Regina Ano, dirinya nekat menghabisi dua buah hatinya itu lantaran kecewa dan dendam dengan suaminya Obir yang jarang memenuhi kebutuhannya.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK., melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH, kepada wartawan, Minggu (22/9), mengatakan, pihaknya akan memeriksaan kejiwaan tersangka ke psikolog.

“Kami akan jadwalkan untuk pemeriksaan tambah terhadap saksi yang juga adalah suami dan para korban,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu.

Lanjutnya, selain saksi, juga akan dilakukan pemeriksaan psikolog dan tes psikologi terhadap tersangka.

“Untuk pemeriksaan terhadap tersangka kita akan menyesuaikan dengan kondisi kesehatannya,” tandasnya.

Sebelumnya, warga Jalan Timor Raya, RT 09/RW 03, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, digemparkan dengan kasus dugaan pembunuhan sadis terhadap dua orang anak yang baru berusia 5 tahun.

Kedua korban ditemukan bersimbah darah dengan luka bacok di bagian kepala.

Ibu mereka juga kritis disamping kedua anaknya yang telah meninggal, sehingga harus dilarikan ke RSUD S.K. Lerik Kupang untuk menjalani perawatan intensif.

Kejadian ini diketahui oleh Obir Masus ketika pulang dari kerja sebagai kuli bangunan.

Setibanya di rumah, Obir mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci sehingga ia memanggil kedua anaknya, namun tak kunjung dibuka.

Tidak lama berselang dirinya langsung mendobrak pintu. Saat itu pula ia menemukan kedua buah hati dan istrinya sudah tergeletak di lantai bersimbah darah. (wil)

Baca Juga :   Warga Sumba Tewas Tertembak, Kapolda NTT Diminta Bertanggungjawab
Loading...
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Segera Rekonstruksi Kasus Bunuh Bayi di Kupang

Published

on

Ilustrasi bayi baru lahir (NET)

Kupang, penatimor.com – Polres Kupang Kota tengah melengkapi berkas perkara dugaan pembunuhan bayi oleh ibu kandung saat melahirkan di toilet kos yang berlamat di RT 42/RW 13, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Penyidik berencana akan melakukan rekonstruksi pada Rabu (25/9) mendatang.

Upaya rekonstruksi perbuatan penganiayaan yang mengakibatkan bayi meninggal dunia tersebut bertujuan melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK., melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH., saat dikonfrimasi di ruang kerjanya, Jumat (20/9).

Dikatakan sudah lima orang saksi termasuk tersangka telah diperiksa namun untuk menguatkan keterangan tersangka maka perlu dilakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita sudah jadwalkan, akan dilakukan rekonstruksi ulang perkara ini supaya jelas perbuatan dari ibu kandung ini. Rencananya akan dilangsungkan pada hari Rabu pekan depan,” tandasnya.

Selain akan melakukan rekonstruksi, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan terhadap korban.

“Hasil autopsi belum keluar dan diharapkan bisa diperoleh dalam waktu dekat sehingga bisa konfontir dengan keterangan tersangka,” imbuhnya.

Sebelumnya, polisi berhasil mengungkapkan pelaku dan motif pembunuhan terhadap bayi malang itu setelah mengamankan ibu korban atas nama Yuliana Virgina Samiyawa Muda (24) asal Desa Balaweling II, Kecamatan Solor, Kabupaten Flores Timur.

Tersangka Yuliana Muda saat melancarkan aksinya itu masih berstatus sebagai mahasiswa Universitas Aryasatya Deo Muri Kupang dan baru menjadi alumni empat hari.

Tersangka diketahui melancarkan aksi pidana penganiayaan anak yang mengakibatkan meninggal dunia tersebut pada Selasa (27/8) dan baru ditemukan membusuk sekitar pukul 13.00, pada Selasa (8/9).

Baca Juga :   Judi Kuru-kuru, 2 Warga Kota Kupang Ditangkap Polisi

Tersangka saat diperiksa mengaku, ayah dari bayi tidak berdosa itu merupakan salah satu pegawai harian lepas di salah sati instansi pemerintahan dan sudah berkeluarga berinisial NA (25).

Namun hubungan gelap antara tersangka dan NA berakhir pada bulan Februari 2019 lalu karena kekasihnya mengetahui kehamilan tersangka dan tidak ingin bertanggung jawab, sehingga tersangka malu dan takut sehingga bayi yang dilahirkan pun mendapat imbasnya.

Terhadap perbuatan tersangka yang menghilangkan nyawa manusia tersebut, dia dijerat dengan pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 sebagaimana perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, jo Pasal 341 KUHP. (wil)

Loading...
Continue Reading
Loading...




Loading…

error: Content is protected !!