Connect with us

HUKRIM

Siswa SMA Pelaku Cabul di Kupang Segera Disidangkan

Published

on

Tersangka Jimy Lona

Kupang, penatimor.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang menyatakan berkas perkara dugaan pencabulan dan pemerkosaan dengan tersangka Jimy Lona (18), siswa kelas II SMA telah lengkap atau P-21.

Pihak penyidik Polres Kupang kemudian melimpahkan penanganan perkara ini ke pihak kejaksaan.

Kamis (22/8), penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Kupang menyerahkan tersangka, berkas perkara dan barang bukti ke Kejari Kabupaten Kupang di Oelamasi.

Penyerahan dilakukan Kanit PPA Sat Reskrim Polres Kupang Ipda Fridinari Kameo, SH., diterima jaksa di Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, Dewi Humau SH.

Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan, SIk., melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Simson Led Libranos Amalo, SH., didampingi Kanit PPA Sat Reskrim Polres Kupang Ipda Fridinari Kameo, SH., membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (22/8) di kantornya.

“Berkas nya sudah lengkap dan dinyatakan P-21, sehingga kita limpahkan penanganan lebih lanjut ke kejaksaan,” kata Kasat.

Tersangka Jimy Lona sudah ditahan sejak 1 Juli 2019 lalu. Warga dusun V kampung Oelea Desa Uitao Kecamatan Semau kabupaten Kupang Provinsi NTT ini diamankan polisi pasca menganiaya dan menyetubuhi secara paksa seorang siswi SMP YB (15).

Korban yang baru tamat SMP dan sedang mencari sekolah untuk mendaftar SMA ini mengalami trauma berat serta mengalami sejumlah luka pada sekujur tubuhnya. YB yang tinggal di Dusun V Desa Huilelot Kampung Uinao Kecamatan Semau dan bertetangga dengan desa pelaku harus mengurungkan niatnya melanjutkan pendidikan karena peristiwa ini.

Sabtu (29/6) siang sekitar pukul 13.00 wita, korban berjalan kaki seorang diri hendak ke rumah pamannya, Jhon Bati di Desa Uitao.

Dalam perjalanan tersebut, tersangka yang selama ini memendam rasa cinta denhan korban membuntuti korban.

Baca Juga :   Masak Daging Babi di Rumah, Tetangga Protes Bilang Aromanya Cemarkan Udara

Tersangka mengambil jalan pintas lain dan di tempat yang sepi ia menghadang korban. kemudian mendekap korban dan menyeret korban. Korban berusaha berteriak namun upaya nya sia-sia karena jarak rumah penduduk yang cukup jauh.

Tersangka menyeret paksa tubuh korban dan memukuli korban. Ia mencekik leher korban saat korban berteriak minta tolong. Karena korban melakukan perlawanan, tersangka membanting tubuh korban ke tanah sehingga korban tak berdaya.

Korban pun pasrah saat tersangka mencopot seluruh pakaian yang dikenakan korban. Tersangka menyetubuhi korban secara paksa. Korban masih melakukan perlawanan. Namun tersangka mengancam akan mengikat tubuh korban dan pelaku akan memanggil rekannya yang lain untuk memperkosa korban beramai-ramai jika korban masih memberikan perlawanan.

Usai menyetubuhi korban, tersangka kembali mengajak korban ke sungai guna melanjutkan aksinya. Korban yang merasa tak berdaya berusaha membujuk tersangka agar mendahului korban di sungai.

Saat tersangka pergi, korban memilih kabur dan melarikan diri dalam keadaan tanpa pakaian sambil berteriak meminta bantuan warga. Korban malah nyasar di rumah tersangka dan bertemu dengan orang tua serta kerabat tersangka yang saat itu sedang menyiram tanaman bawang merah.

Yusak, salah seorang kerabat tersangka langsung menghampiri korban memberikan selembar kain dan menutupi tubuh korban. Orangtua tersangka kaget mendengar pengakuan korban kalau ia baru saja dianiaya dan disetubuhi paksa oleh tersangka. Sementara tersangka sendiri sudah melarikan diri di kebun.

Dominggus Lona, orangtua tersangka berinisiatif menghubungi Daud B, orangtua korban mengabarkan peristiwa tersebut dan orangtua korban memilih melaporkan ke polisi.

Polisi di Polsek Semau juga berhasil menangkap tersangka di kebun dan diserahkan ke Polres Kupang.

Tersangka Jimy Lona mengaku kalau selama ini ia memendam rasa cinta kepada korban. Namun rasa itu belum diungkapkan. Korban pun selama ini hanya berteman biasa dengan pelaku.

Baca Juga :   Astaga, Progres Proyek Tahun 2018 di Kota Kupang Senilai Rp 3,8 M Baru 12 Persen

“Sudah lama saya naksir dia (korban). Hanya saya belum ungkap rasa cinta saya,” tandasnya.

Ia memilih menggunakan cara kekerasan berujung pada pemerkosaan. Diakui pula kalau sudah lama ia memantau korban dan memanfaatkan kesempatan saat korban berjalan seorang diri.

Tersangka yang tahun ini tidak naik kelas karena sering bolos pun pasrah dengan proses yang dihadapi. Tersangka mengakui kalau ia terlebih dahulu menganiaya korban karena korban melakukan perlawanan.

Korban sendiri mengalami luka pada lutut kiri dan kanan, memar pada perut dan dada serta bekas cekikan pada leher. Korban mengaku kalau seluruh badannya sakit karena sempat dibanting korban di tanah sebelum disetubuhi.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 76D jo Pasal 81 ayat (1) Undang-undang RI tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (wil)

Loading...
Loading...
loading...

HUKRIM

Lakalantas Maut di Kupang, Sopir Tewas di Tempat, 5 Penumpang Luka-luka

Published

on

Mobil pikap Suzuki Carry tampak ringsek akibat tabrakan di Jalan Yos Sudarso, Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Kupang, penatimor.com – Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang mengakibatkan koban jiwa kembali terjadi di Kota Kupang.

Kali ini tabrakan antara sebuah mobil Suzuki Carry jenis pikap dengan mobil Nissan Terano di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di dekat gereja katolik Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Minggu (22/9).

Lakalantas maut yang terjadi sekira pukul 03.40 itu mengakibatkan pengemudi Suzuki Carry dengan nomor polisi DH 9910 AC itu meninggal dunia dan lima penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kupang Kota Iptu Rocky Junasmi, S.IK.,MH., kepada wartawan, Minggu (22/9), mengatakan, lakalantas tersebut berawal saat mobil Suzuki Carry bergerak dari arah Bolok menuju Tenau.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), mobil Nissan Terano dengan nomor B 1326 WUJ melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan.

Tabrakan kedua mobil yang masing-masing dikemudikan oleh Yoseph Dongi (57) dan Marselinus Liwu (44) itu pun tidak dapat dihindarkan.

“Kedua mobil bertabrakan di tikungan, karena jaraknya yang sudah terlalu dekat,” ujar Rocky.

Dijelaskan, mobil pikap yang dikendarai Yoseph ditumpangi lima orang, masing-masing Maria Undis (52), Doroteus Djehabut (62), Nathalia Martina Ece (37), Saptio Biobernadimus Ngalu (3) dan Kristiano De Alves Djehabut (7).

Para korban merupakan warga RT 12/RW 02, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, dan warga Jalan Bhakti Karang RT 18/06, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.

Kasat Lantas melanjutkan, kejadian tersebut mengakibatkan pengedara mobil Suzuki Carry Yoseph Dongi langsung meninggal dunia di TKP.

“Para penumpang mengalami luka-luka dan sedang dirawat di RSUD W.Z. Yohanes Kupang,” ungkapnya.

Ditambahkan, korban meninggal dunia diketahui merupakan warga Jalan Bhakti Karya, RT 21/RW 07, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Baca Juga :   Mendagri: Senin, Penjabat Gubernur NTT Dilantik

Sedangkan pengemudi mobil Nissan Terano Marselinus Liwu merupakan warga Jalan Timor Raya Km 18, Gudang CV. Bintang Timur l, Desa Tanah Merah, Kecamatan, Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. (wil)

Loading...
Continue Reading

HUKRIM

Bunuh Anak Sendiri, Polisi Segera Periksa Kejiwaan Dewi Regina Ano

Published

on

Tersangka Dewi Regina Ano saat dipindahkan dari RSU SK Lerik Kota Kupang ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Kupang, penatimor.com – Proses penyidikan kasus dugaan pembunuhan anak kembar berusia 5 tahun terus dilakukan penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota.

Kedua korban merupakan anak dari pasangan suami istri Obir Masus (31) dan Dewi Regina Ano (24).

Polisi telah menetapkan Dewi Regina Ano sebagai tersangka.

Menurut pengakuan Dewi Regina Ano, dirinya nekat menghabisi dua buah hatinya itu lantaran kecewa dan dendam dengan suaminya Obir yang jarang memenuhi kebutuhannya.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK., melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH, kepada wartawan, Minggu (22/9), mengatakan, pihaknya akan memeriksaan kejiwaan tersangka ke psikolog.

“Kami akan jadwalkan untuk pemeriksaan tambah terhadap saksi yang juga adalah suami dan para korban,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu.

Lanjutnya, selain saksi, juga akan dilakukan pemeriksaan psikolog dan tes psikologi terhadap tersangka.

“Untuk pemeriksaan terhadap tersangka kita akan menyesuaikan dengan kondisi kesehatannya,” tandasnya.

Sebelumnya, warga Jalan Timor Raya, RT 09/RW 03, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, digemparkan dengan kasus dugaan pembunuhan sadis terhadap dua orang anak yang baru berusia 5 tahun.

Kedua korban ditemukan bersimbah darah dengan luka bacok di bagian kepala.

Ibu mereka juga kritis disamping kedua anaknya yang telah meninggal, sehingga harus dilarikan ke RSUD S.K. Lerik Kupang untuk menjalani perawatan intensif.

Kejadian ini diketahui oleh Obir Masus ketika pulang dari kerja sebagai kuli bangunan.

Setibanya di rumah, Obir mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci sehingga ia memanggil kedua anaknya, namun tak kunjung dibuka.

Tidak lama berselang dirinya langsung mendobrak pintu. Saat itu pula ia menemukan kedua buah hati dan istrinya sudah tergeletak di lantai bersimbah darah. (wil)

Baca Juga :   Mendagri: Senin, Penjabat Gubernur NTT Dilantik
Loading...
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Segera Rekonstruksi Kasus Bunuh Bayi di Kupang

Published

on

Ilustrasi bayi baru lahir (NET)

Kupang, penatimor.com – Polres Kupang Kota tengah melengkapi berkas perkara dugaan pembunuhan bayi oleh ibu kandung saat melahirkan di toilet kos yang berlamat di RT 42/RW 13, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Penyidik berencana akan melakukan rekonstruksi pada Rabu (25/9) mendatang.

Upaya rekonstruksi perbuatan penganiayaan yang mengakibatkan bayi meninggal dunia tersebut bertujuan melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK., melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH., saat dikonfrimasi di ruang kerjanya, Jumat (20/9).

Dikatakan sudah lima orang saksi termasuk tersangka telah diperiksa namun untuk menguatkan keterangan tersangka maka perlu dilakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita sudah jadwalkan, akan dilakukan rekonstruksi ulang perkara ini supaya jelas perbuatan dari ibu kandung ini. Rencananya akan dilangsungkan pada hari Rabu pekan depan,” tandasnya.

Selain akan melakukan rekonstruksi, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan terhadap korban.

“Hasil autopsi belum keluar dan diharapkan bisa diperoleh dalam waktu dekat sehingga bisa konfontir dengan keterangan tersangka,” imbuhnya.

Sebelumnya, polisi berhasil mengungkapkan pelaku dan motif pembunuhan terhadap bayi malang itu setelah mengamankan ibu korban atas nama Yuliana Virgina Samiyawa Muda (24) asal Desa Balaweling II, Kecamatan Solor, Kabupaten Flores Timur.

Tersangka Yuliana Muda saat melancarkan aksinya itu masih berstatus sebagai mahasiswa Universitas Aryasatya Deo Muri Kupang dan baru menjadi alumni empat hari.

Tersangka diketahui melancarkan aksi pidana penganiayaan anak yang mengakibatkan meninggal dunia tersebut pada Selasa (27/8) dan baru ditemukan membusuk sekitar pukul 13.00, pada Selasa (8/9).

Baca Juga :   Sinode GMIT Dukung Pemekaran Klasis Kupang Tengah, Kota Kupang dan Kupang Barat

Tersangka saat diperiksa mengaku, ayah dari bayi tidak berdosa itu merupakan salah satu pegawai harian lepas di salah sati instansi pemerintahan dan sudah berkeluarga berinisial NA (25).

Namun hubungan gelap antara tersangka dan NA berakhir pada bulan Februari 2019 lalu karena kekasihnya mengetahui kehamilan tersangka dan tidak ingin bertanggung jawab, sehingga tersangka malu dan takut sehingga bayi yang dilahirkan pun mendapat imbasnya.

Terhadap perbuatan tersangka yang menghilangkan nyawa manusia tersebut, dia dijerat dengan pasal 80 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 sebagaimana perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, jo Pasal 341 KUHP. (wil)

Loading...
Continue Reading
Loading...




Loading…

error: Content is protected !!