Connect with us

UTAMA

Jaksa Agung Ingatkan Kajati NTT Kelola Aset Eks Sagared dengan Baik

Published

on

Jaksa Agung RI Dr. (HC) H.M.Prasetyo menandatangani berita acara penyerahan aset eks kantor PT Sagared di Kota Kupang, Kamis (22/8).

Kupang, penatimor.com – Jaksa Agung RI H.M. Prasetyo melakukan serah terima barang milik negara yang berasal dari barang rampasan negara kepada Kejati NTT.

Barang milik negara yang diserahkan berupa tanah beserta bangunan eks kantor PT Sagared Team yang berlokasi di Jl. W.J. Lalamentik, Oepoi, Kelurahan Oebufu, Kecamata Oebobo, Kota Kupang.

Jaksa Agung pada kesempatan itu, mengatakan, penyerahan barang milik negara ini merupakan wujud nyata dari komitmen kejaksaan untuk berkontribusi secara positif dalam rangka mempercepat penyelesaian benda sitaan, barang rampasan negara atau benda sita eksekusi.

“Saya minta Kajati agar dikelola dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat NTT, karena itu yang terpenting,” sebut Jaksa Agung.

Menurut mantan Kajati NTT itu, penyerahan barang rampasan negara ini tentunya didasari atas pertimbangan untuk mengoptimalisasikan pengelolaan aset yang baik, melalui penetapan status penggunaan aset atau barang milik negara kepada satuan kerja yang membutuhkan.

Sehingga dengan demikian kata dia, fungsi pemanfaatan aset dapat ditingkatkan secara maksimal dalam menunjang kepentingan penyelenggaraan tugas dan fungsi kejaksaan yang dilakukan Kejati NTT.

“Optimalisasi pengelolaan barang rampasan negara sebagaimana diharapkan kian terwujud melalui jalinan sinergi dan koordinasi bersama,” ungkap Jaksa Agung.

Atas permohonan Kejaksaan RI, Kementerian Keuangan telah menerbitkan surat keputusan yang menetapkan status penggunaan barang milik negara yang berasal dari barang rampasan negara pada Kejaksaan Agung, yang selanjutnya ditetapkan status penggunaannya kepada Kejati NTT.

“Tanah dan bangunan eks kantor PT Sagared Team berasal dari barang rampasan negara dalam perkara tindak pidana korupsi atas nama terpidana Adrian Herling Waworuntu yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht),” kata Jaksa Agung.

Sementara itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya, mengatakan apabila disetujui Kejati NTT, pengelolaan barang rampasan tersebut dilakukan Pemprov NTT.

Baca Juga :   Sudah 1.376 Pengidap HIV-AIDS di Kota Kupang, Ada 32 Balita

Menurut mantan anggota DPR RI itu, Pemprov NTT saat ini mengalami suatu masalah terkait tenaga kerja, khususnya Balai Latihan Kerja (BLK) yang belum maksimal.

BLK menurut dia, memang dibutuhkan untuk melatih orang-orang NTT agar mempunyai keahlian yang baik. “Bagi saya gedung ini representatif dan layak,” sebut gubernur.

Dia melanjutkan, yang selama ini terjadi, pengiriman tenaga kerja dilakukan secara non prosedural dan unskill, sehingga tidak sedikit tenaga kerja yang mengalami penderitaan hingga meninggal dunia di daerah tujuan.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada kejaksaan yang sangat serius menangani masalah korupsi, sehingga kasusnya diselesaikan dan aset-aset dari perusahaan itu bisa dirampas untuk kepentingan negara,” sebut gubernur.

Orang nomor satu di Pemprov NTT itu juga sampaikan, pihaknya telah melihat beberapa aset, seperti dua buah kapal ikan di Labuan Bajo yang dibiarkan begitu saja, karena masih menunggu putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Untuk itu gubernur menawarkan agar terkait kedua kapal tersebut, sepanjang menunggu putusan Pengadilan, kiranya dapat digunakan oleh nelayan sehingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Menanggapi permintaan gubernur, Jaksa Agung mengatakan, penggunaan barang rampasan negara tersebut harus melalui pengajuan Kejaksaan ke Menteri Keuangan selaku bendahara umum negara.

Sementara, Kajati NTT Parthor Rahman dalam sambutannya, mengatakan, penyerahan barang negara tersebut merupakan wujud kesungguhan aparatur kejaksaan yang pada awal penanganan perkara tindak pidana korupsi telah menyita lahan beserta gedung bekas kantor PT Sagared Team dari terpidana Adrian Herling Waworuntu.

Penyitaan ini agar dapat dipergunakan untuk menuntut pertanggung jawaban pidana dalam bentuk pidana tambahan atas tindak pidana korupsi yang dilakukannya dan telah merugikan negara.

“Penilaian lahan beserta gedung bekas kantor PT Sagared Team ini telah melalui proses koordinasi yang baik antara pihak Kejati NTT, Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang yang secara garis besar pada prinsip nya memenuhi syarat nilai ekonomis,” jelas Kajati.

Baca Juga :   Tim Mabes Polri Kunjungi Polresta Kupang, Ingatkan Netralitas di Pemilu

Atas dasar hal tersebut, maka berdasarkan putusan Mahkamah Agung dalam perkara korupsi Nomor: 1348 K/Pid/2005 tanggal 12 September 2005, telah memiliki kekuatan hukum tetap dengan amar putusan barang bukti dirampas untuk negara.

Mantan Wakajati DKI Jakarta itu, melanjutkan, pentingnya pemulihan kerugian negara sebagai salah satu marwah pemberantasan tidak pidana korupsi, maka diharapkan acara tersebut bukan merupakan seremonial belaka, atau juga sekadar bentuk pencitraan institusi kejaksaan ke publik.

“Melainkan sebagai wujud keseriusan dan konsistensi sebagai salah satu aparat penegak hukum yang mengemban tugas pemberantasan tindak pidana korupsi,” tandas Kajati.

Kajati berharap terwujudnya fungsi kejaksaan dalam menegakan hukum yang satu-satunya dengan mengajukan terdakwa untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Termasuk terwujudnya fungsi kejaksaan dalam upaya pengembalian kerugian negara.

“Juga mengintegrasikan semua peran dan fungsi kejaksaan sebagai salah satu lembaga negara yang memberikan pelayanan prima kepada publik melalui tugas-tugas penegakan hukum terutama kepada masyarakat NTT,” ungkap Kajati.

Terpantau, penyerahan barang milik negara tersebut dilakukan Jaksa Agung kepada Kajati NTT dengan penyerahan dokumen dan penandatangan berita acara, kemudian dilanjutkan dengan pemantauan langsung kondisi bangunan tersebut. (wil)

Loading...
Loading...
loading...

UTAMA

Diduga Salahi Aturan, Perumahan Palma Residence Kupang Terancam Dibongkar

Published

on

Perumahan subsidi Palma Residence Kupang milik PT Helong Persada Makmur terancam dibongkar lantaran terindikasi menyalahi aturan tata ruang kota.

Kupang, penatimor.com – Perumahan subsidi Palma Residence Kupang milik PT Helong Persada Makmur terancam dibongkar lantaran terindikasi menyalahi aturan tata ruang kota.

Perumahan ini terletak di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hal ini menyusul rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kanwil Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 9 Agustus 2019.

Dengan hasil survei bahwa perumahan subsidi Palma Residence Kupang dibangun di kawasan konservasi yang akan berdampak pada lingkungan dan kawasan resapan air.

Hasil analisis ATR/BPN, pembangunan Palma Residence Kupang melanggar Perda Nomor: 11/2011 Pasal 30 ayat (2) huruf b tentang RT/RW yang menyatakan rencana kawasan resapan air daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: kawasan resapan air bendungan Kolhua, dikembangkan di hulu daerah aliran sungai Liliba sebagai daerah resapan air bagi rencana bendungan Kolhua, yang terletak di Kelurahan Kolhua.

Selain itu, pembangunan Palma Residence juga melanggar Pasal 61 huruf a tentang penataan ruang dan Pasal 69 ayat (1) UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang pemanfaatan ruang.

Hasil analisis menyimpulkan, pembangunan perumahan Palma Residence itu memanfaatkan ruang di lokasi yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan mengakibatkan perubahan fungsi.

Dari hasil analisis itu, ATR/BPN merekomendasikan kepada pemerintah Kota Kupang untuk perlu memeriksa dan menindalanjuti pelanggaran pemanfaatan ruang yang dilakukan pemilik Palma Residence Kupang.

Mengingat, Palma Residence Kupang yang dibangun tidak sesuai ketentuan rencana tata ruang berdasarkan temuan hasil audit yang telah terpenuhi ketentuan tipilogi indikasi pelanggaran pada bangunan tersebut.

Pemilik bangunan dapat dikenakan sanksi administratif sebagaimana diatur dalam Pasal 65 ayat (1) Perda Nomor: 11/2011 tentang RTRW berupa peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan, penghentian sementara pelayanan umum, penutupan lokasi, pencabutan izin, pembatalan izin, pembongkaran bangunan, pemulihan fugsi ruang dan atau denda administratif.

Baca Juga :   Rafi Transfer Rp 3,8 Miliar ke BPR Christa Jaya, Sisa Utang Rp 800 Juta

Menanggapi temuan itu, pemilik Palma Residence Kupang, Abe Angkriwang mengaku keberatan atas hasil analisis itu.

Dia mengatakan, sebelum pembangunan dimulai, pihaknya sudah mengantongi izin dari semua instansi terkait.

Selain izin, pembangunan Palma Residence juga telah disurvei Kementerian PUPR.

“Kami telah mengikuti aturan yang ada sampai pada tata ruang. Pemanfaatan lahannya sistem agropolitan. Apalagi sudah dua kali disurvey langsung dari pusat, mulai dari jalan, ruang terbuka, bangunannya sampai pada tembok semuanya disurvey,” kata Abe kepada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Menurutnya, sanksi yang diberikan sangat memberatkan sehingga ia meminta untuk berkoordinasi dengan dinas terkait atas hasil kajian tersebut.

“Kita mengikuti aturan yang ada, dan sanksi yang diberikan ini sangat berat. Tentu dengan sanksi seperti ini bukan kita dari pihak perusahaan saja yang rugi, tapi para penghuni juga. Kami jujur saja tidak terima,” tegas Abe Angkariwang. (wil)

Loading...
Continue Reading

HUKRIM

Lakalantas Maut di Kupang, Sopir Tewas di Tempat, 5 Penumpang Luka-luka

Published

on

Mobil pikap Suzuki Carry tampak ringsek akibat tabrakan di Jalan Yos Sudarso, Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Kupang, penatimor.com – Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang mengakibatkan koban jiwa kembali terjadi di Kota Kupang.

Kali ini tabrakan antara sebuah mobil Suzuki Carry jenis pikap dengan mobil Nissan Terano di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di dekat gereja katolik Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Minggu (22/9).

Lakalantas maut yang terjadi sekira pukul 03.40 itu mengakibatkan pengemudi Suzuki Carry dengan nomor polisi DH 9910 AC itu meninggal dunia dan lima penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kupang Kota Iptu Rocky Junasmi, S.IK.,MH., kepada wartawan, Minggu (22/9), mengatakan, lakalantas tersebut berawal saat mobil Suzuki Carry bergerak dari arah Bolok menuju Tenau.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), mobil Nissan Terano dengan nomor B 1326 WUJ melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan.

Tabrakan kedua mobil yang masing-masing dikemudikan oleh Yoseph Dongi (57) dan Marselinus Liwu (44) itu pun tidak dapat dihindarkan.

“Kedua mobil bertabrakan di tikungan, karena jaraknya yang sudah terlalu dekat,” ujar Rocky.

Dijelaskan, mobil pikap yang dikendarai Yoseph ditumpangi lima orang, masing-masing Maria Undis (52), Doroteus Djehabut (62), Nathalia Martina Ece (37), Saptio Biobernadimus Ngalu (3) dan Kristiano De Alves Djehabut (7).

Para korban merupakan warga RT 12/RW 02, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, dan warga Jalan Bhakti Karang RT 18/06, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.

Kasat Lantas melanjutkan, kejadian tersebut mengakibatkan pengedara mobil Suzuki Carry Yoseph Dongi langsung meninggal dunia di TKP.

“Para penumpang mengalami luka-luka dan sedang dirawat di RSUD W.Z. Yohanes Kupang,” ungkapnya.

Ditambahkan, korban meninggal dunia diketahui merupakan warga Jalan Bhakti Karya, RT 21/RW 07, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Baca Juga :   Satbrimobda NTT Lepas Personel Purna Bakti dengan Tradisi Pedang Pora

Sedangkan pengemudi mobil Nissan Terano Marselinus Liwu merupakan warga Jalan Timor Raya Km 18, Gudang CV. Bintang Timur l, Desa Tanah Merah, Kecamatan, Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. (wil)

Loading...
Continue Reading

UTAMA

Dengar Keputusan Habibie, Xanana Gusmao Teriak di LP Cipinang

Published

on

Xanana Gusmao (kanan) memberi hormat di depan makam BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu (15/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pd

Jakarta, penatimor.com – Mata Presiden pertama Timor Leste Xanana Gusmao tampak merah dan berkaca-kaca, sembab karena sisa air mata yang masih basah saat keluar dari rumah almarhum BJ Habibie, di bilangan Kuningan, Jakarta, Sabtu (14/9) malam.

Ada penyesalan pada diri Xanana karna tidak bisa langsung terbang ke Jakarta dari Timor Leste setelah mendengar kawan lamanya itu tutup usia pada Rabu (11/9). Pun esok harinya, saat jenazah Habibie dikebumikan.

“Ini yang saya tidak akan lupakan,” kata Xanana, lalu terdiam seperti menahan sesak yang sedikit lagi berubah tangis.

“Tapi sudah, saya tidak bisa cry everyday. Saya akan ikut menyusul. Beliau 83 tahun, adiknya 73. Kita sudah setiap hari mendekati waktunya juga,” lanjut presiden pertama Timor Leste itu yang memposisikan dirinya sebagai adik dari Habibie.

Dukacita tak lupa dia sampaikan. Kepada dua putra Habibie, Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie yang mewakili keluarga mendiang, Xanana menyerahkan surat resmi dari pemerintah Timor Leste dan surat dari dia pribadi.

“Saya ke sini sebagai wakil pemerintah dan seluruh rakyat Timor Leste, membawa pesan untuk keluarga Pak Habibie, mengekspresikan perasaan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujar oria kalhiran 20 Juni 1946 itu.

Kehadiran Xanana Gusmao, pejuang kemerdekaan dan presiden pertama Timor Leste, di kediaman mendiang BJ Habibie malam itu, menjadi suatu hal yang istimewa mengingat hubungan historis dan emosional yang terjalin di antara keduanya.

Usai takziah dan menyampaikan dukacita kepada keluarga sang kawan lama, seorang jurnalis bertanya kepada Xanana soal kenangan tentang Habibie yang tidak pernah dia lupakan.

“Memori tentang Pak Habibie, waktu beliau bilang kasih kepada rakyat Timor Leste hak untuk memilih,” jawab Xanana dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata, namun tegas.

Baca Juga :   Korupsi NTT Fair, Kejati Isyaratkan Tersangka Baru

Dia lantas bercerita tentang pertalian dengan Habibie dan perannya dalam referendum Timor Leste pada 30 Agustus 1999. Kisah dua dekade silam yang kini mengikat sejarah Timor Leste dan Indonesia.

Pada 1999 di masa menjelang referendum, Xanana masih menjadi tahanan politik di era Presiden Soeharto dan dipenjarakan di Cipinang sejak 1992. Xanana berseloroh bahwa saat itu dirinya adalah “warga negara Cipinang.”

Sebelum dimasukkan ke penjara, Xanana aktif dalam Falintil (Forcas Armadas da Libertacao Nacional de Timor-Leste atau Angkatan Bersenjata untuk Pembebasan Nasional Timor Timur), sayap paramiliter dari partai politik Fretelin.

Upaya yang giat dia lakukan untuk melepaskan wilayah Timor Timur saat itu, baru mencapai titik terang ketika BJ Habibie menjabat sebagai presiden Indonesia, menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri atas desakan people power pada Mei 1998.

“Karena tahun ’83 saya sudah kasih peace plan, tapi 16 tahun kemudian pada 1999 baru bisa terjadi dan Pak Habibie adalah seorang aktor penentu di situ,” kata Xanana.

Di dalam penjara, sebuah kabar datang kepada Xanana bahwa Presiden Habibie telah mengirimkan surat kepada PBB untuk meminta referendum bagi Timor Leste.

Xanana masih ingat betul bagaimana dia berteriak di selnya untuk meluapkan kegembiraan hingga para sipir mendekat dan bertanya ada apa gerangan.

“Mau pecah hatiku, mau pecah,” ujar Xanana berapi-api sembari menunjuk dadanya.

Masa-masa itu akan selalu dikenang Xanana yang merangkum jasa Habibie dalam satu kalimat penuh makna, “Pak Habibie, dalam waktu yang singkat, dalam waktu yang sulit, memberi kesempatan kepada rakyat Timor Leste hak untuk self-determination, oleh karena itu kami tidak akan melupakan beliau.”

Usai melayat ke kediaman Habibie malam itu, keesokan paginya Xanana mengunjungi tempat peristirahatan terakhir mendiang di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (15/9).

Baca Juga :   Anggota Dewan Soroti 'Joroknya' Toilet di Gedung DPRD NTT

Tiba di depan makam Habibie, Xanana sempat duduk terdiam. Tak berapa lama, dia bangkit dan mengalungkan rangkaian bunga dan pada nisan dan menaburkan bunga di atas makam yang masih basah.

Ia lantas menunduk memanjatkan doa dan membungkukkan badan memberi penghormatan kepada kawan lama yang dia anggap sebagai kakak.

Di belakangnya, puluhan mahasiswa Timor Leste yang tengah mengenyam pendidikan tinggi di berbagai universitas di Jakarta dan Bekasi turut memberikan penghormatan kepada Habibie.

Xanana sebelumnya meminta Kedutaan Besar Timor Leste untuk mengundang semua mahasiswa Timor Leste yang ada di Jakarta dan sekitarnya untuk ikut berziarah ke makam mantan presiden RI itu.

Xanana merasa perlu mengajak anak-anak muda Timor Leste untuk memberikan penghormatan karena Habibie berjasa dalam pendirian negara yang berjuluk “Bumi Loro Sae” itu.

“Mereka datang ke makam untuk memberi penghormatan kepada beliau. Jika bukan karena Pak Habibie, mereka tidak akan merasakan kebebasan yang ada hari ini,” kata Xanana Gusmao. (Suwanti/ant/jim)

Loading...
Continue Reading
Loading...




Loading…

error: Content is protected !!