Connect with us

UTAMA

Presiden Bakal Kunjungi Tiga Lokasi di NTT, 1.442 Personel TNI-Polri Disiagakan

Published

on

Danrem 161/Wira Sakti Kupang selaku Dansatgas Pam Wilayah NTT Brigjen TNI Syaiful Rahman, S.Sos., memimpin apel gelar pasukan di lapangan Makorem, Selasa (20/8).

Kupang, penatimor.com – Apel gelar pasukan dilakukan TNI-Polri dalam rangka pengamanan VVIP kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi ke Provinsi NTT.

Apel gelar pasukan dilaksanakan di lapangan upacara Makorem 161/Wira Sakti Kupang, pagi tadi, Selasa (20/8).

Danrem 161/Wira Sakti selaku Dansatgas Pam Wilayah NTT Brigjen TNI Syaiful Rahman, S.Sos., memimpin apel gelar pasukan tersebut.

Turut hadir Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman, Danlantamal VII Laksamana TNI Kompiang Aribawa, Danlanud El Tari dan Kabinda NTT.

Dandrem pada kesempatan itu, mengatakan, Presiden Jokowi bersama rombongan dijadwalkan akan tiba di Kupang, pukul 09.20, Rabu (21/8).

Presiden bakal mengunjungi tiga lokasi di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan melakukan panen garam di Desa Nunkurus, Kabupeten Kupang, penyerahan sertifikat tanah di Kantor Bupati Kupang, dan ke Pelabuhan Tanjung Lontar, Tenau, Kota Kupang.

“Untuk pengamanan disiapkan 1.442 personel gabungan TNI-POLRI dan Pemerintah Daerah,” sebut Danrem.

Ditambahkan, Presiden Jokowi untuk tahun 2019 sudah empat kali berkunjung ke Provinsi NTT. (wil)

Loading...
Loading...
loading...

UTAMA

Diduga Salahi Aturan, Perumahan Palma Residence Kupang Terancam Dibongkar

Published

on

Perumahan subsidi Palma Residence Kupang milik PT Helong Persada Makmur terancam dibongkar lantaran terindikasi menyalahi aturan tata ruang kota.

Kupang, penatimor.com – Perumahan subsidi Palma Residence Kupang milik PT Helong Persada Makmur terancam dibongkar lantaran terindikasi menyalahi aturan tata ruang kota.

Perumahan ini terletak di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hal ini menyusul rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kanwil Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 9 Agustus 2019.

Dengan hasil survei bahwa perumahan subsidi Palma Residence Kupang dibangun di kawasan konservasi yang akan berdampak pada lingkungan dan kawasan resapan air.

Hasil analisis ATR/BPN, pembangunan Palma Residence Kupang melanggar Perda Nomor: 11/2011 Pasal 30 ayat (2) huruf b tentang RT/RW yang menyatakan rencana kawasan resapan air daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: kawasan resapan air bendungan Kolhua, dikembangkan di hulu daerah aliran sungai Liliba sebagai daerah resapan air bagi rencana bendungan Kolhua, yang terletak di Kelurahan Kolhua.

Selain itu, pembangunan Palma Residence juga melanggar Pasal 61 huruf a tentang penataan ruang dan Pasal 69 ayat (1) UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang pemanfaatan ruang.

Hasil analisis menyimpulkan, pembangunan perumahan Palma Residence itu memanfaatkan ruang di lokasi yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan mengakibatkan perubahan fungsi.

Dari hasil analisis itu, ATR/BPN merekomendasikan kepada pemerintah Kota Kupang untuk perlu memeriksa dan menindalanjuti pelanggaran pemanfaatan ruang yang dilakukan pemilik Palma Residence Kupang.

Mengingat, Palma Residence Kupang yang dibangun tidak sesuai ketentuan rencana tata ruang berdasarkan temuan hasil audit yang telah terpenuhi ketentuan tipilogi indikasi pelanggaran pada bangunan tersebut.

Pemilik bangunan dapat dikenakan sanksi administratif sebagaimana diatur dalam Pasal 65 ayat (1) Perda Nomor: 11/2011 tentang RTRW berupa peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan, penghentian sementara pelayanan umum, penutupan lokasi, pencabutan izin, pembatalan izin, pembongkaran bangunan, pemulihan fugsi ruang dan atau denda administratif.

Baca Juga :   Joni Kalla Dapat Penghargaan dari Dandim dan Kapolres

Menanggapi temuan itu, pemilik Palma Residence Kupang, Abe Angkriwang mengaku keberatan atas hasil analisis itu.

Dia mengatakan, sebelum pembangunan dimulai, pihaknya sudah mengantongi izin dari semua instansi terkait.

Selain izin, pembangunan Palma Residence juga telah disurvei Kementerian PUPR.

“Kami telah mengikuti aturan yang ada sampai pada tata ruang. Pemanfaatan lahannya sistem agropolitan. Apalagi sudah dua kali disurvey langsung dari pusat, mulai dari jalan, ruang terbuka, bangunannya sampai pada tembok semuanya disurvey,” kata Abe kepada wartawan, Kamis (19/9/2019).

Menurutnya, sanksi yang diberikan sangat memberatkan sehingga ia meminta untuk berkoordinasi dengan dinas terkait atas hasil kajian tersebut.

“Kita mengikuti aturan yang ada, dan sanksi yang diberikan ini sangat berat. Tentu dengan sanksi seperti ini bukan kita dari pihak perusahaan saja yang rugi, tapi para penghuni juga. Kami jujur saja tidak terima,” tegas Abe Angkariwang. (wil)

Loading...
Continue Reading

HUKRIM

Lakalantas Maut di Kupang, Sopir Tewas di Tempat, 5 Penumpang Luka-luka

Published

on

Mobil pikap Suzuki Carry tampak ringsek akibat tabrakan di Jalan Yos Sudarso, Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Kupang, penatimor.com – Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang mengakibatkan koban jiwa kembali terjadi di Kota Kupang.

Kali ini tabrakan antara sebuah mobil Suzuki Carry jenis pikap dengan mobil Nissan Terano di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di dekat gereja katolik Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Minggu (22/9).

Lakalantas maut yang terjadi sekira pukul 03.40 itu mengakibatkan pengemudi Suzuki Carry dengan nomor polisi DH 9910 AC itu meninggal dunia dan lima penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kupang Kota Iptu Rocky Junasmi, S.IK.,MH., kepada wartawan, Minggu (22/9), mengatakan, lakalantas tersebut berawal saat mobil Suzuki Carry bergerak dari arah Bolok menuju Tenau.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), mobil Nissan Terano dengan nomor B 1326 WUJ melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan.

Tabrakan kedua mobil yang masing-masing dikemudikan oleh Yoseph Dongi (57) dan Marselinus Liwu (44) itu pun tidak dapat dihindarkan.

“Kedua mobil bertabrakan di tikungan, karena jaraknya yang sudah terlalu dekat,” ujar Rocky.

Dijelaskan, mobil pikap yang dikendarai Yoseph ditumpangi lima orang, masing-masing Maria Undis (52), Doroteus Djehabut (62), Nathalia Martina Ece (37), Saptio Biobernadimus Ngalu (3) dan Kristiano De Alves Djehabut (7).

Para korban merupakan warga RT 12/RW 02, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, dan warga Jalan Bhakti Karang RT 18/06, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang.

Kasat Lantas melanjutkan, kejadian tersebut mengakibatkan pengedara mobil Suzuki Carry Yoseph Dongi langsung meninggal dunia di TKP.

“Para penumpang mengalami luka-luka dan sedang dirawat di RSUD W.Z. Yohanes Kupang,” ungkapnya.

Ditambahkan, korban meninggal dunia diketahui merupakan warga Jalan Bhakti Karya, RT 21/RW 07, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Baca Juga :   Tak Dipilih VidiNino, King Dae Pani 'Diselamatkan' Anggun

Sedangkan pengemudi mobil Nissan Terano Marselinus Liwu merupakan warga Jalan Timor Raya Km 18, Gudang CV. Bintang Timur l, Desa Tanah Merah, Kecamatan, Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. (wil)

Loading...
Continue Reading

UTAMA

Dengar Keputusan Habibie, Xanana Gusmao Teriak di LP Cipinang

Published

on

Xanana Gusmao (kanan) memberi hormat di depan makam BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu (15/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pd

Jakarta, penatimor.com – Mata Presiden pertama Timor Leste Xanana Gusmao tampak merah dan berkaca-kaca, sembab karena sisa air mata yang masih basah saat keluar dari rumah almarhum BJ Habibie, di bilangan Kuningan, Jakarta, Sabtu (14/9) malam.

Ada penyesalan pada diri Xanana karna tidak bisa langsung terbang ke Jakarta dari Timor Leste setelah mendengar kawan lamanya itu tutup usia pada Rabu (11/9). Pun esok harinya, saat jenazah Habibie dikebumikan.

“Ini yang saya tidak akan lupakan,” kata Xanana, lalu terdiam seperti menahan sesak yang sedikit lagi berubah tangis.

“Tapi sudah, saya tidak bisa cry everyday. Saya akan ikut menyusul. Beliau 83 tahun, adiknya 73. Kita sudah setiap hari mendekati waktunya juga,” lanjut presiden pertama Timor Leste itu yang memposisikan dirinya sebagai adik dari Habibie.

Dukacita tak lupa dia sampaikan. Kepada dua putra Habibie, Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie yang mewakili keluarga mendiang, Xanana menyerahkan surat resmi dari pemerintah Timor Leste dan surat dari dia pribadi.

“Saya ke sini sebagai wakil pemerintah dan seluruh rakyat Timor Leste, membawa pesan untuk keluarga Pak Habibie, mengekspresikan perasaan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujar oria kalhiran 20 Juni 1946 itu.

Kehadiran Xanana Gusmao, pejuang kemerdekaan dan presiden pertama Timor Leste, di kediaman mendiang BJ Habibie malam itu, menjadi suatu hal yang istimewa mengingat hubungan historis dan emosional yang terjalin di antara keduanya.

Usai takziah dan menyampaikan dukacita kepada keluarga sang kawan lama, seorang jurnalis bertanya kepada Xanana soal kenangan tentang Habibie yang tidak pernah dia lupakan.

“Memori tentang Pak Habibie, waktu beliau bilang kasih kepada rakyat Timor Leste hak untuk memilih,” jawab Xanana dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata, namun tegas.

Baca Juga :   AHP dan Menkominfo Sosialisasi "Indonesia Merdeka Sinyal" di Ende

Dia lantas bercerita tentang pertalian dengan Habibie dan perannya dalam referendum Timor Leste pada 30 Agustus 1999. Kisah dua dekade silam yang kini mengikat sejarah Timor Leste dan Indonesia.

Pada 1999 di masa menjelang referendum, Xanana masih menjadi tahanan politik di era Presiden Soeharto dan dipenjarakan di Cipinang sejak 1992. Xanana berseloroh bahwa saat itu dirinya adalah “warga negara Cipinang.”

Sebelum dimasukkan ke penjara, Xanana aktif dalam Falintil (Forcas Armadas da Libertacao Nacional de Timor-Leste atau Angkatan Bersenjata untuk Pembebasan Nasional Timor Timur), sayap paramiliter dari partai politik Fretelin.

Upaya yang giat dia lakukan untuk melepaskan wilayah Timor Timur saat itu, baru mencapai titik terang ketika BJ Habibie menjabat sebagai presiden Indonesia, menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri atas desakan people power pada Mei 1998.

“Karena tahun ’83 saya sudah kasih peace plan, tapi 16 tahun kemudian pada 1999 baru bisa terjadi dan Pak Habibie adalah seorang aktor penentu di situ,” kata Xanana.

Di dalam penjara, sebuah kabar datang kepada Xanana bahwa Presiden Habibie telah mengirimkan surat kepada PBB untuk meminta referendum bagi Timor Leste.

Xanana masih ingat betul bagaimana dia berteriak di selnya untuk meluapkan kegembiraan hingga para sipir mendekat dan bertanya ada apa gerangan.

“Mau pecah hatiku, mau pecah,” ujar Xanana berapi-api sembari menunjuk dadanya.

Masa-masa itu akan selalu dikenang Xanana yang merangkum jasa Habibie dalam satu kalimat penuh makna, “Pak Habibie, dalam waktu yang singkat, dalam waktu yang sulit, memberi kesempatan kepada rakyat Timor Leste hak untuk self-determination, oleh karena itu kami tidak akan melupakan beliau.”

Usai melayat ke kediaman Habibie malam itu, keesokan paginya Xanana mengunjungi tempat peristirahatan terakhir mendiang di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (15/9).

Baca Juga :   Caleg PKS SBD Diduga Coblos Dua Kali di TPS Berbeda

Tiba di depan makam Habibie, Xanana sempat duduk terdiam. Tak berapa lama, dia bangkit dan mengalungkan rangkaian bunga dan pada nisan dan menaburkan bunga di atas makam yang masih basah.

Ia lantas menunduk memanjatkan doa dan membungkukkan badan memberi penghormatan kepada kawan lama yang dia anggap sebagai kakak.

Di belakangnya, puluhan mahasiswa Timor Leste yang tengah mengenyam pendidikan tinggi di berbagai universitas di Jakarta dan Bekasi turut memberikan penghormatan kepada Habibie.

Xanana sebelumnya meminta Kedutaan Besar Timor Leste untuk mengundang semua mahasiswa Timor Leste yang ada di Jakarta dan sekitarnya untuk ikut berziarah ke makam mantan presiden RI itu.

Xanana merasa perlu mengajak anak-anak muda Timor Leste untuk memberikan penghormatan karena Habibie berjasa dalam pendirian negara yang berjuluk “Bumi Loro Sae” itu.

“Mereka datang ke makam untuk memberi penghormatan kepada beliau. Jika bukan karena Pak Habibie, mereka tidak akan merasakan kebebasan yang ada hari ini,” kata Xanana Gusmao. (Suwanti/ant/jim)

Loading...
Continue Reading
Loading...




Loading…

error: Content is protected !!