Connect with us

NASIONAL

Foto Pria dengan Kaus Aku Cinta Yesus Itu jadi Viral

Published

on

Seorang jemaah mamakai kaus dengan tulisan aku, simbol hati atau cinta, dan Yesus.

Jakarta, penatimor.com – Politikus PSI yang juga intelektual muda Nahdlatul Ulama Mohamad Guntur Romli berbagi sebuah foto yang menunjukkan seorang pria dengan kaus biru Aku Cinta (simbol, tanda hati) Yesus, sedang duduk berjemaah di sebuah tempat seperti masjid.

Foto tersebut pun viral, memancing obrolan. Romli menuturkan, potret itu merupakan kritik terhadap sekelompok orang yang masih terjebak dalam penilaian bahwa keimanan seseorang itu ditentukan oleh beragam simbolisasi.

“Apakah dengan memakai kaos ‘Aku (simbol love) Yesus’ seorang muslim bisa berubah imannya? Tidak. Buktinya orang ini salat jamaah di masjid. Karena agama bukan hanya sekadar pakaian,” twit Romli dalam keterangan foto.

Apakah dgn memakai kaos ‘Aku ?? Yesus’ seorang muslim bisa berubah imannya? Tidak. Buktinya orang ini shalat jamaah di masjid. Krn agama bukan hanya sekadar pakaian. pic.twitter.com/CjTLBLj6pz — Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) August 12, 2019

Dia lantas mengutarakan nostalgianya tentang wejangan Gus Muwafiq—KH Ahmad Muwafiq, salah seorang ulama NU yang berasal dari Sleman.

“Saya ingat kelakar Gus Muwafiq, kelakar yang benar ‘kalau HP-mu pake Telkomsel, meski di bawah tower Indosat, ya tetap Telkomsel, tak tiba-tiba berubah jadi Indosat’ apalagi soal baju, karena agama letaknya bukan di baju,” kata dia. (jim)

Advertisement
Loading...
Loading...

EKONOMI

OJK Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Kaum Muda

Published

on

Dok. Ist/net

Jakarta, Penatimor.com – Otoritas Jasa Keuangan terus berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan khususnya di kalangan kaum muda yang diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi dan program melek keuangan di masyarakat.

Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi Perlindungan Konsumen, Tirta Segara sampaikan saat memberikan sambutan pada acara Aksi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia Menabung (AKSiMUDA) 2019 di Auditorium BPPT di Jakarta, Selasa, (30/7/2019).

“Mahasiswa dan Pemuda Indonesia akan kita dorong terus untuk semakin bagus literasi dan inklusi keuangannya. Mereka memiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian Indonesia baik dari segi jumlah populasi, karakter, dan tingkat literasi serta inklusi keuangan,” kata Tirta.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan AKSiMUDA dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Indonesia Menabung dan untuk mendukung pencapaian target indeks literasi dan inklusi keuangan sesuai Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

“Kegiatan AKSiMUDA diharapkan dapat memberikan manfaat positif khususnya dalam perluasan akses keuangan bagi kelompok mahasiswa dan pemuda di seluruh Indonesia serta mendukung pencapaian target tingkat inklusi keuangan sebesar 75% pada akhir tahun 2019 sebagaimana tercantum dalam SNKI,” kata Wimboh.

Menurut Wimboh, OJK bersama Industri Jasa Keuangan berupaya agar target inklusi keuangan dapat tercapai, antara lain melalui peningkatan tabungan dan investasi, melalui program dan produk yang menyasar segmen pemuda, yaitu program Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda) yang per 30 Juni 2019 telah dibuka 11.052 rekening dengan nominal sebesar Rp12,4 miliar.

Selain itu, OJK juga secara gencar dan masif melakukan edukasi tentang pentingnya menabung, melakukan investasi pada berbagai produk keuangan, edukasi terkait risiko dan imbal hasil serta edukasi hak-hak konsumen, yang akan terus ditingkatkan dan diperluas jangkauannya.

Baca Juga :   Diaspora NTT Besuk Pasutri Asal Nagekeo yang Terlantar di Jakarta

Kegiatan AKSiMUDA 2019 dengan tema “Menabung Untuk Semua” dihadiri juga oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir dan Country Director Asian Development Bank (ADB) Wilfried F. Wickeiln.

Pelaksanaan AKSiMUDA didasarkan pada data statistik tahun 2019 yang menunjukkan proyeksi jumlah penduduk Indonesia untuk kelompok pemuda berusia 15-29 tahun yaitu sebesar 65,8 juta atau sekitar 24,6% dari total penduduk Indonesia. Data statistik pendidikan tinggi tahun 2018 menunjukkan jumlah mahasiswa terdaftar mencapai 9,8 juta orang.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK tahun 2016 menunjukkan bahwa pemuda (usia 18-35 tahun) memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya secara nasional, yaitu tingkat literasi sebesar 32,1% (usia 18-25 tahun) dan 33,5% (usia 26-35 tahun), dan tingkat inklusi keuangan sebesar 70,0% (usia 18-25 tahun) dan 68,4% (usia 26-35 tahun).

Acara ini juga dihadiri sekitar 1.200 mahasiswa dan pemuda yang menyampaikan ikrar dan pengukuhan Duta Literasi dan Inklusi Keuangan sebagai simbolisasi komitmen mahasiswa dan pemuda untuk mengimplementasikan budaya menabung.

Sebagai bagian dari Dewan Nasional Keuangan Inklusif, OJK dan Kementerian/Lembaga terkait telah mengupayakan beberapa inisiatif, di antaranya pencanangan Hari Indonesia Menabung yang akan ditetapkan setiap tanggal 20 Agustus melalui Keputusan Presiden.

OJK bersama dengan industri perbankan juga telah meluncurkan produk tabungan Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMUDA) yang dilengkapi dengan fitur asuransi dan/atau produk investasi pada 2018 yang lalu.

Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMUDA) adalah program tabungan yang diinisiasi oleh OJK untuk kelompok usia 18-30 tahun dengan dilengkapi fitur asuransi dan/atau produk investasi yang ditawarkan oleh perbankan di Indonesia.

Baca Juga :   BNN Beri Masukan Tentang Pentingnya P4GN Kepada DPRD Kota Magelang

Adapun tujuan dari program SiMUDA adalah:

Pengenalan instrument asuransi dan investasi (reksa dana dan emas) kepada mahasiswa dan pemuda.

Meningkatkan akses keuangan yang mudah dijangkau, biaya ringan, dan fitur yang menarik bagi mahasiswa dan pemuda.

Meningkatkan kesadaran perlunya perencanaan keuangan yang disesuaikan dengan tujuan keuangan (pensiun, pembelian rumah, biaya pendidikan dan lainnya).

Meningkatkan budaya menabung bagi pemuda dan mahasiswa dalam rangka pengelolaan keuangan.

Produk SiMUDA merupakan tabungan perorangan siswa Warga Negara Indonesia (WNI) yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan pemuda dengan beberapa skema, sebagaimana berikut:

1. SiMUDA InvestasiKu (Tabungan dan Reksa Dana)

Tabungan rencana yang memiliki fitur berinvestasi di reksadana secara berkala dan dilindungi dengan proteksi asuransi.

2. SiMUDA EmasKu
Pembiayaan kepemilikan emas dengan menggunakan akad murabahah (jual beli) dan dilindungi dengan proteksi asuransi.

3. SiMUDA RumahKu
Tabungan rencana untuk mengangsur uang muka KPR (DP KPR) dan dilindungi dengan proteksi asuransi.

Tabungan ini rendah biaya administrasi dengan setoran awal minimal adalah sebesar Rp50.000 sampai dengan Rp100.000, sesuai dengan skema yang dipilih nasabah. Produk ini dapat diberikan bunga sesuai dengan ketentuan masing-masing bank. (ale)

Continue Reading

NASIONAL

PWI Kembali Gelar Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019

Published

on

Dok. Ist

Jakarta, Penatimor.com – Menjelang Hari Pers Nasionai (HPN) 9 Februari 2020, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kembali menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik Adinegoro. Anugerah Jurnalistik Adinegoro ini merupakan penghargaan tertinggi untuk karya bagi Wartawan di Indonesia.

Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari mengatakan, Anugerah Adinegoro adalah kegiatan rutin PWI dimana nantinya akan melombakan berbagai karya jurnalistik bagi wartawan yang masih aktif baik wartawan di perusahaan pers, televisi, media cetak, radio, maupun wartawan media siber.

Sementara itu Sekertaris Jenderal PWI Pusat, Mirza Zuhaldi mengatakan, dalam lomba ini peserta diwajibkan untuk mengirimkan karyanya dalam bentuk liputan berkedalaman atau lndepth reporting.

“Dan bagi media cetak, media siber, media televisi, dan media radio wajib menyertakan link karya melalui google form atau lewat formulir pendaftaran yang sudah disediakan oleh Panitia.” ujarnya, Kamis (25/7/2019).

Mirza Zuhaldi menambahkan, Anugerah Adinegoro ini bukan hanya dalam bentuk karya tulis, tetapi peserta juga dapat mengirimkan karya foto jurnalistik ataupun karikatur opini bagi wartawan dari media cetak ataupun media siber, Kata dia.

Terkait teknis penilaian pemenang, Ketua Pantap Anugerah Adinegoro, Rita Sri Hastuti mengatakan, para peserta akan dinilai berdasarkan karya-karya yang sudah dimuat dan di publish pada periode 1 Desember 2018 hingga 30 November 2019.

“Bagi seluruh peserta sudah bisa mengirim karyanya mulai 15 Agustus 2019 hingga batas akhir nanti pada 1 Desember 2019 tentu dengan ketentuan dimana karya yang bisa dikirim maksimal sebanyak 15 karya,” katanya.

Anugerah Jurnalistik Adinegoro kali ini menyediakan hadiah Rp 50 juta untuk masing-masing pemenang di setiap kategori, trofi Anugerah Adinegoro 2019, serta piagam penghargaan dari PWI. Penghargaan ini sendiri akan diserahkan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020.

Baca Juga :   NTT Dapat 69 Tenaga Kesehatan Nusantara Sehat, untuk 13 Puskesmas

Juri dalam Lomba Anugerah Jurnalistik Adinegoro ini sendiri terdiri dari Tokoh Pers,Pengamat dan Akademisi yang Profesional dab menguasai bidang Jurnalistik.

Bagi peserta yang ingin mendaftar dan Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Panitia Tetap Anugerah Adinegoro Katherina Saukoly di WA 0812 8699 3551 atau Widya di 0812 1490 3421 dan bisa juga melalui email anugerahjurnalistik.adinegoro@gmail.com. (mar)

Continue Reading

NASIONAL

Ini Rencana Presiden untuk Taman Nasional Komodo

Published

on

Foto: IST

Labuan Bajo, penatimor.com – Presiden Joko Widodo mengunjungi Pulau Rinca di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/7).

Bersama Ibu Negara Iriana, presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu melihat kondisi pulau yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo tersebut.

Presiden Jokowi dan rombongan berangkat ke Pulau Rinca dari dermaga di Pantai Waecicu, Kabupaten Manggarai Barat. Jarak tempuh Pantai Waecicu hingga Pulau Rinca antara 45 – 60 menit dengan menggunakan kapal cepat.

Begitu tiba di Pulau Rinca, Presiden Jokowi langsung disambut Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang dengan paparan singkat. Menurut Jokowi, dirinya ingin melihat kawasan yang akan menjadi destinasi wisata unggulan itu secara menyeluruh.

“Kita ini ingin melihat secara makronya untuk kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya. Artinya, Labuan Bajo ada Pulau Komodo, ada Pulau Rinca, kemudian ada lautnya sehingga pembenahan kawasan pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung itu terintegrasi semuanya,” ujar Jokowi seusai melihat-lihat area Pulau Rinca.

Mantan gubernur DKI itu menambahkan, akan ada grand design pengembangan kawasan Taman Nasional Komodo secara terintegrasi. Menurutnya, rancangan besar pengembangan destinasi unggulan itu akan segera dibahas di tingkat kementerian dengan melibatkan berbagai pihak.

“Rancangan besar ini yang sebentar lagi akan kita buatkan rapat terbatas sehingga grand design-nya itu betul-betul sambung antara Labuan Bajo, Rinca, Komodo, lautnya, semuanya terdesain dengan baik dan dikerjakan tidak parsial,” tuturnya.

Namun, Jokowi juga menggarisbawahi akan pentingnya prinsip konservasi dan daya dukung Taman Nasional Komodo agar pengembangan wisata tidak membahayakan lingkungan alam yang menjadi habitat kadal raksasa tersebut. Menurutnya, harus ada pemisahan yang jelas antara zona konservasi dan turisme di kawasan tersebut.

Baca Juga :   NTT Dapat 69 Tenaga Kesehatan Nusantara Sehat, untuk 13 Puskesmas

“Saya tadi sudah sampaikan ke Kepala Balai untuk betul-betul dihitung daya dukungnya. Ini adalah kawasan konservasi sehingga nanti akan kita buat desain besar, rancangan besar, mana yang untuk turis, mana yang untuk konservasi, mana yang dikuota, mana yang tidak,” tuturnya. (jim)

Continue Reading

Loading…




error: Content is protected !!