Connect with us

SPORT

50 Peserta Program IMT Ikut Long March 45 Kilometer

Published

on

Peserta program IMT saat mengikuti long march

Kupang, Penatimor.com – Sebanyak 50 orang peserta program Indeks Masa Tubuh (IMT) tahun 2019 Polda NTT terdiri dari 47 orang polisi pria dan tiga orang polisi wanita mengikuti long march sejauh 45 kilometer, Sabtu (20/7) siang.

Long march dilakukan dengan berjalan kaki pada sejumlah rute yang ditentukan SPN Polda NTT selaku penyelenggara.

Kegiatan jalan jauh ini mengambil star dari SPN Polda NTT menyusuri Jalan WI Lalamentik kemudian ke Jalan Palapa dan ke Jalan Herewila melewati sampingi Polda NTT.

Rombongan kemudian masuk ke Jalan Nisnoni dan beristrahat di pos polisi Bakunase kemudian melanjutkan jalan kaki ke Amnesi dan Labat melewati Polsek Oebobo.

Dari lokasi tersebut, peserta IMT kemudian ke Tanah putih dan ke belakang eks Kampus Undana dan berbelok ke Jalan Soeharto masuk ke Jalan El Tari dan kembali ke jalan Palapa dan masuk ke SPN Polda NTT.

Setelah istrahat sejenak, rombongan menikmati makan siang dan beristrahat. Petang hari peserta menjalani aerobik dan kegiatan lari sore.

Dr Anom dari Bid Dokkes Polda NTT menyampaikan kalau sebelum melakukan olahraga pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan bagi peserta IMT.

Kegiatan fisik sendiri dilakukan untuk membakar lemak serta menjaga kekuatan jantung dan menurunkan berat badan.

Ia mengingatkan bahwa memiliki berat badan lebih dan obesitas bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti asam urat, kolesterol, sakit jantung, gula dan penyakit lainnya.

Selama pelaksanaan IMT ini disediakan ahli gizi yang mengatur menu dan jam makan peserta. “Menu yang disiapkan adalah menu rendah kalori yang diatur ahli gizi,” tambahnya.

Ia menargetkan setiap peserta mengalami penurunan berat badan 5-10 kilogram selama dua pekan pelaksanaan IMT.

Ipda Murdita, salah seorang instruktur jasmani dan pengasuh dari SPN Polda NTT mengaku, kegiatan fisik juga diperbanyak bagi peserta sehingga peserta pun memiliki tubuh yang sehat.

IMT bagi anggota Polda NTT ini dimulai selama dua pekan atau 14 hari sejak Kamis (11/7) hingga tanggal 25 Juli mendatang.

Para anggota Polri yang memiliki postur tubuh gemuk diasramakan selama dua pekan dan diberikan berbagai materi dan pelatihan.

Kepala Biro SDM Polda NTT, Kombes Pol Trio Santoso, SH selaku penanggungjawab, mengakui kegiatan ini diperuntukkan bagi personel Polri yang memiliki bobot tubuh yang tidak seimbang dengan tinggi tubuhnya.

“Terutama (anggota) yang bobot tubuhnya melebihi berat ideal bila dibandingkan dengan tinggi badannya,” ujar Karo SDM Polda NTT.

Kegiatan IMT bertujuan agar personel Polri memiliki postur yang proporsional, ideal antara tinggi dan berat badannya sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas anggota Polri yang memerlukan kegesitan dan kelincahan dalam aktivitas pelaksanaan tugasnya.

Selama dua pekan, 50 anggota Polda NTT terdiri dari 47 orang polisi pria dan tiga orang polisi wanita diberikan antara lain teori terkait pengaturan pola makan oleh ahli gizi, pengendalian olah fisik oleh ahli olahraga.

Setiap hari, 50 anggota Polda NTT ini juga mengikuti kegiatan fisik seperti jogging, aerobik dan olah raga umum.

Anggota juga mengikuti kegiatan pembinaan rohani, pembinaan disiplin maupun tradisi serta kegiatan lainnya. (mel)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SPORT

Adrianus Talli Pimpin IPSI Kota Kupang

Published

on

Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kupang dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua IPSI NTT, Andre Koreh di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (31/1).
Continue Reading

SPORT

Pendukung PS Ngada ‘Geruduk’ Markas PSSI

Published

on

Massa Garda NTT diterima Deputi Sekjen PSSI Dessy Afrianto. Foto: Humas Garda NTT.
Continue Reading

SPORT

Meriahkan Hari Juang TNI AD, Korem Wira Sakti Kupang Gelar Raknamo Fun Run 5K

Published

on

Raknamo Fun Run 5K mengambil star di depan Gereja Jemaat Kefas Raknamo dan finish di kawasan Bendungan Reknamo Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Sabtu (21/12).
Continue Reading
loading...