Connect with us

HUKRIM

Abraham Mengaku Sulut Api Rokok ke Mulut dan Wajah Korban karena Sering Menangis

Published

on

Abraham Sabneno alias Amran.

Kupang, penatimor.com – Kerja keras aparat keamanan Polsek Kupang Barat Polres Kupang dibantu Polda NTT mengejar pelaku penganiayaan anak kurang gizi membuahkan hasil.

Kamis (18/7) malam sekitar pukul 19.30 wita, aparat keamanan Resmob Dit Reskrimum Polda NTT menangkap Abraham alias Amran (45).

Abraham ditangkap di rumah Thobias Bakun di Jalan Sukun II Kelurahan Sikumana Kecamatan Maulafa Kota Kupang Provinsi NTT.

Abraham langsung diserahkan ke Polsek Kupang Barat dan digelandang ke Mapolsek Kupang Barat tanpa melakukan perlawanan.

Perburuan polisi sejak Senin (15/7) hingga Kamis (18/7) pun berakhir dan menemui titik terang.

Ditemui di Mapolsek Kupang Barat, pelaku mengaku kalau ia mendengar kabar dari anaknya kalau ia dicari polisi sehingga selalu menghindar.

Ia juga jengkel sehingga menuliskan kata-kata ancaman ke polisi di sebuah papan dan ditempatkan di depan rumahnya.

Kamis (18/7) pagi sekitar pukul 06.00 wita usai menulis ancaman di papan, pelaku ke Bolok dengan jalan kaki. Ia pun menumpang angkutan ke Sikumana Kota Kupang.

Namun pelaku masih singgah ke Oeba meminta uang ke rumah Niko Faik mencari anaknya bernama Mirna yang menjadi asisten rumah tangga di rumah Hasan.

Berbekal uang Rp 20.000 pelaku singgah makan di Pasar Inpres Naikoten dan menggunakan jasa ojek ke Kelurahan Sikumana hingga ditangkap polisi.

Pelaku mengaku menyulutkan api rokok ke mulut, wajah dan dahi anaknya karena anaknya, (korban) sering menangis dan rewel.

“Benar saya sering sulutkan api rokok ke mulut anak saya (korban) karena sering menangis,” tandas pelaku.

Tidak hanya menyulutkan api dari puntung rokok, pelaku juga mengaku sempat memasukkan korban ke dalam kardus dan mengikat korban ke pohon. Ia beralasan supaya korban cepat belajar jalan.

Baca Juga :   Wakapolda NTT Pantau Kesiapan Pengamanan Semata Santa di Larantuka

Fakta lain yang dilakukan pelaku yakni pelaku memukul dengan kayu ‘mahoni’ sehingga tangan korban patah.

Mengenai ihwal kaki korban patah, pelaku beralasan kalau korban terjatuh dari tempat tidur.

Kepada polisi, pelaku mengaku kalau ia juga mengancam membunuh istri dan anaknya karena ia lelah bekerja akibat membuat beden (lahan) sayur dan menyirami tananam.

Disisi lain pelaku juga malah mengkonsumsi susu bantuan untuk korban.

“Saya memang minum susu bantuan yang sebenarnya untuk anak-anak saya,” ujarnya.

Ia juga mengaku kalau ketidaaan uang menjadi alasan ia tidak mengurus pernikahan sah dengan istri.

Kapolsek Kupang Barat, Ipda George Christian didampingi Kanit Reskrim Polsek Kupang Barat, Aiptu Basilio Pereira, SH mengaku kalau pihaknya sudah berusaha mencari pelaku sejak Senin (15/7).

Ia bersyukur pelaku ditangkap Resmob Polda NTT dan diserahkan ke Polsek Kupang Barat. “Segera kami periksa pelaku,” tandasnya.

Hingga saat ini, penyidik sudah memeriksa empat orang saksi masing-masing Erni Lakusaba, Ismail Sabneno dan Novita Sabneno dan Oktovianus Lakusaba.

“Anak (korban) menangis sehingga tersangka pukul korban hingga kaki dan tangan patah dan dia (pelaku) sulut korban dengan rokok. Tersangka lebih banyak menyangkal,” ujar mantan Kasi Propam Polres Kupang Kota ini.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 80 ayat (1) jo pasal 76 C UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UU RI nomor 01 tahun 2016 tentang perubahan ke 2 atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 44 ayat (1) UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan pasal 351 ayat (2) jonto pasal 335 ayat (1) KUHP.

Baca Juga :   SMKN 5 Kupang Diserang, 1 Siswa Dianiaya Hingga Pingsan

Pelaku pun langsung ditahan dalam sel Polsek Kupang Barat dan selanjutnya diserahkan ke Polres Kupang untuk penanganan lebih lanjut. Polisi pun sudah mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah pelaku. (mel)

Advertisement
Loading...
Loading...

HUKRIM

Polisi di Kupang Ciduk Spesialis Copet di Angkot

Published

on

Anus Poi, spesialis copet di angkutan umum Kupang.

Kupang, penatimor.com – Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Kelapa lima, Polres Kupang Kota, membekuk Anus Poi (63), spesialis tindak pidana pencurian di angkutan umum di Kota Kupang.

Pelaku diketahui merupakan warga Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Penangkapan pelaku kasus copet di angkutan umum ini atas laporan korban bernama Yulianti Fanggidae (49), warga Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama.

Kapolsek Kelapa Lima AKP Didik Kurnianto, SH., kepada wartawan di ruang kerja, Jumat (23/8) sore, mengatakan, pelaku ditangkap oleh Tim Buru Sergap Polsek Kelapa Lima dipimpin oleh Bripka Pius Riwu.

Dijelaskan Kapolsek, pelaku melakukan pencurian pada Kamis (22/8) dengan tempat kejadian perkara di depan dealer Yamaha Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama.

Awalnya pelaku bersama korban menumpangi angkutan kota jurusan Penfui-Kupang dan duduk bersampingan. Setiba nya di Toko Rukun Jaya, korban turun dari mobil angkutan tersebut untuk berbelanja.

Setelah korban berbelanja barang dan ingin membayar belanjaan barang tersebut, melihat dompet yang tersimpan di dalam tas korban tidak ada lagi.

“Dalam dompet korban berisi uang tunai sebesar Rp 1,3 juta, barang perhiasan emas 15 gram berupa cicin, rantai dan surat- surat penting lainnya. Total kerugian sebesar Rp 25 juta,” ungkap Kapolsek.

Korban langsung melaporkan kejadian tersebut di Polsek Kelapa Lima, dan atas laporan korban, pihak kepolisian langsung melakukan pencarian dan berhasil mengamankan terduga pelaku.

Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti di tangan terduga pelaku.

“Barang bukti sebagian sudah dipakai untuk membayar cicilan mobil. Pelaku sudah diamankan di Mapolsek Kelapa Lima untuk proses hukum selanjutnya,” pungkas Kapolsek Kelapa Lima. (wil)

Continue Reading

HUKRIM

Polresta Kupang Tangkap Rafi Fiky di Makassar, Ada 30 Laporan Polisi

Published

on

Tersangka Rafi Fiky saat digiring menuju Mapolres Kupang Kota, Jumat (23/8).

Kupang, penatimor.com – Pelarian Rafi Fiky, SE., alias Rahmat alias Rafi berakhir.

Tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut akhirnya ditangkap polisi dari Polres Kupang Kota.

Pria 35 tahun itu merupakan buronan polisi baik Polres Kupang Kota maupun Polda NTT selama dua tahun terakhir.

Dia menghilang dari Kota Kupang sejak awal tahun 2017 karena tersangkut sejumlah kasus.

Polisi bahkan menerima puluhan laporan polisi terkait Rafi. Di Polda NTT terdapat sekitar 19 laporan polisi dan di Polres Kupang Kota sebanyak 11 laporan polisi.

Tersangka ditangkap pada Kamis (21/8) malam, sekitar pukul 22.00 di Jalan Poros Taman Subian Indah, Kecamatan Bireng Kanaya, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Penangkapan dilakukan tim Buru Sergap (Buser) Sat Reskrim Polres Kupang Kota dipimpin Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Kupang Kota Ipda Yance Kadiaman, SH.

Tim Polres Kupang Kota tiba di Kota Kupang, Jumat (22/8) malam sekitar pukul 18.10 menggunakan pesawat Garuda Airlines nomor penerbangan GA-678.

Rafi tidak sendirian. Polisi juga membawa serta Sri, istri Rafi karena diduga terlibat dalam sejumlah perkara yang melibatkan tersangka Rafi. Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK., didampingi Waka Polres Kupang Kota, Kompol Edward Jacky Tofany Umbu Kaledi, SH SIK MM, Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MHum., Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan Pasek Sujana, SH., dan Kanit Pidum, Ipda Yance Kadiaman, SH., di Mapolres Kupang Kota mengakui kalau Rafi sudah lama menjadi buronan polisi.

“(Tersangka) kasus penipuan dan penggelapan dan sudah DPO sejak dua tahun lalu,” ujar Kapolres Kupang Kota.

Baca Juga :   Bandar KP Ah Tek Cs Segera Diadili di Pengadilan

Penangkapan ini pun berkat kerja sama Polres Kupang Kota dengan tim khusus Dit Reskrim Polda Sulawesi Selatan.
Selain mengamankan Rafi dan istrinya, polisi juga mengamankan barang bukti 45 lembar STNK mobil berbagai merk, 18 foto copy sertifikat tanah, 1 bundel penyerahan aset, sejumlah ATM dan buku tabungan bank Mandiri dan BCA.

“Karena kita sudah amankan maka kita proses sidik dan di Polres Kupang Kota sendiri ada 11 laporan polisi,” tambah Kapolres Kupang Kota.

Polres Kupang Kota sudah menerima laporan sejak 2017 lalu. Pasca laporan kasus ini, tersangka Rafi kabur dan dijadikan DPO.

“Terkait dengan penipuan masalah mobil dan perumahan yang sudah terjadi beberapa tahun. Ada belasan LP yang kita terima,” ujar Kapolres.

Sambungnya, pihak Polres Kupang Kota masih membuka peluang dan ruang kepada masyarakat baik di dalam dan di luar Kota Kupang yang merasa ditipu oleh tersangka agar membuat laporan polisi sehingga bisa diproses.

Rafi sendiri langsung ditahan dan dikenakan pakaian tahanan. Sementara Sri sang istri masih dijadikan saksi. Sejak Jumat (22/8) malam, tersangka Rafi dijebloskan dalam sel Polres Kupang Kota hingga 20 hari kedepan sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.

Tersangka dikenakan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (wil)

Continue Reading

HUKRIM

Siswa SMA Pelaku Cabul di Kupang Segera Disidangkan

Published

on

Tersangka Jimy Lona

Kupang, penatimor.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang menyatakan berkas perkara dugaan pencabulan dan pemerkosaan dengan tersangka Jimy Lona (18), siswa kelas II SMA telah lengkap atau P-21.

Pihak penyidik Polres Kupang kemudian melimpahkan penanganan perkara ini ke pihak kejaksaan.

Kamis (22/8), penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Kupang menyerahkan tersangka, berkas perkara dan barang bukti ke Kejari Kabupaten Kupang di Oelamasi.

Penyerahan dilakukan Kanit PPA Sat Reskrim Polres Kupang Ipda Fridinari Kameo, SH., diterima jaksa di Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, Dewi Humau SH.

Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan, SIk., melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Simson Led Libranos Amalo, SH., didampingi Kanit PPA Sat Reskrim Polres Kupang Ipda Fridinari Kameo, SH., membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (22/8) di kantornya.

“Berkas nya sudah lengkap dan dinyatakan P-21, sehingga kita limpahkan penanganan lebih lanjut ke kejaksaan,” kata Kasat.

Tersangka Jimy Lona sudah ditahan sejak 1 Juli 2019 lalu. Warga dusun V kampung Oelea Desa Uitao Kecamatan Semau kabupaten Kupang Provinsi NTT ini diamankan polisi pasca menganiaya dan menyetubuhi secara paksa seorang siswi SMP YB (15).

Korban yang baru tamat SMP dan sedang mencari sekolah untuk mendaftar SMA ini mengalami trauma berat serta mengalami sejumlah luka pada sekujur tubuhnya. YB yang tinggal di Dusun V Desa Huilelot Kampung Uinao Kecamatan Semau dan bertetangga dengan desa pelaku harus mengurungkan niatnya melanjutkan pendidikan karena peristiwa ini.

Sabtu (29/6) siang sekitar pukul 13.00 wita, korban berjalan kaki seorang diri hendak ke rumah pamannya, Jhon Bati di Desa Uitao.

Dalam perjalanan tersebut, tersangka yang selama ini memendam rasa cinta denhan korban membuntuti korban.

Baca Juga :   Wakapolda NTT Pantau Kesiapan Pengamanan Semata Santa di Larantuka

Tersangka mengambil jalan pintas lain dan di tempat yang sepi ia menghadang korban. kemudian mendekap korban dan menyeret korban. Korban berusaha berteriak namun upaya nya sia-sia karena jarak rumah penduduk yang cukup jauh.

Tersangka menyeret paksa tubuh korban dan memukuli korban. Ia mencekik leher korban saat korban berteriak minta tolong. Karena korban melakukan perlawanan, tersangka membanting tubuh korban ke tanah sehingga korban tak berdaya.

Korban pun pasrah saat tersangka mencopot seluruh pakaian yang dikenakan korban. Tersangka menyetubuhi korban secara paksa. Korban masih melakukan perlawanan. Namun tersangka mengancam akan mengikat tubuh korban dan pelaku akan memanggil rekannya yang lain untuk memperkosa korban beramai-ramai jika korban masih memberikan perlawanan.

Usai menyetubuhi korban, tersangka kembali mengajak korban ke sungai guna melanjutkan aksinya. Korban yang merasa tak berdaya berusaha membujuk tersangka agar mendahului korban di sungai.

Saat tersangka pergi, korban memilih kabur dan melarikan diri dalam keadaan tanpa pakaian sambil berteriak meminta bantuan warga. Korban malah nyasar di rumah tersangka dan bertemu dengan orang tua serta kerabat tersangka yang saat itu sedang menyiram tanaman bawang merah.

Yusak, salah seorang kerabat tersangka langsung menghampiri korban memberikan selembar kain dan menutupi tubuh korban. Orangtua tersangka kaget mendengar pengakuan korban kalau ia baru saja dianiaya dan disetubuhi paksa oleh tersangka. Sementara tersangka sendiri sudah melarikan diri di kebun.

Dominggus Lona, orangtua tersangka berinisiatif menghubungi Daud B, orangtua korban mengabarkan peristiwa tersebut dan orangtua korban memilih melaporkan ke polisi.

Polisi di Polsek Semau juga berhasil menangkap tersangka di kebun dan diserahkan ke Polres Kupang.

Tersangka Jimy Lona mengaku kalau selama ini ia memendam rasa cinta kepada korban. Namun rasa itu belum diungkapkan. Korban pun selama ini hanya berteman biasa dengan pelaku.

Baca Juga :   Kapolres Manggarai Dinilai Kangkangi Promoter Kapolri

“Sudah lama saya naksir dia (korban). Hanya saya belum ungkap rasa cinta saya,” tandasnya.

Ia memilih menggunakan cara kekerasan berujung pada pemerkosaan. Diakui pula kalau sudah lama ia memantau korban dan memanfaatkan kesempatan saat korban berjalan seorang diri.

Tersangka yang tahun ini tidak naik kelas karena sering bolos pun pasrah dengan proses yang dihadapi. Tersangka mengakui kalau ia terlebih dahulu menganiaya korban karena korban melakukan perlawanan.

Korban sendiri mengalami luka pada lutut kiri dan kanan, memar pada perut dan dada serta bekas cekikan pada leher. Korban mengaku kalau seluruh badannya sakit karena sempat dibanting korban di tanah sebelum disetubuhi.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 76D jo Pasal 81 ayat (1) Undang-undang RI tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (wil)

Continue Reading

Loading…




error: Content is protected !!