Connect with us

HUKRIM

Aniaya Pegawai Bandara, Maks Ratu Ditahan

Published

on

Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman, SH. (Ist)

Kupang, penatimor.com – Maks Emanuel Ratu, pegawai pada Sekretariat DPRD Kabupaten Kupang, kini harus berhadapan dengan hukum.

Pria 48 tahun itu menjadi tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap Derfan Pah (37), pegawai PT Angkasa Pura 1 Bandara El Tari Kupang.

Maks telah menyerahkan diri dan telah ditahan penyidik Unit Pidum Satreskrim Polres Kupang Kota.

Saat melakukan tindak pidana penganiayaan, Maks diduga dalam pengaruh minuman keras beralkohol.

Sesuai laporan polisi yang dibuat korban, tindak pidana penganiayaan dialaminya di depan rumah tersangka yang beralamat di Jalan Gunung Fatuleu, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama, pada Rabu (3/7).

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH., melalui Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman, SH., kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (12/7) siang, mengatakan, tindak pidana ini berawal saat korban hendak mencari alamat untuk mengantar barang dari kargo Bandara El Tari menggunakan
mobil.

Korban lalu memarkir mobil di depan rumah tersangka dengan tujuan menanyakan alamat yang dicari.

Tersangka rupanya tidak terima saat melihat mobil diparkir di depan rumahnya, sehingga menyuruh korban untuk memindahkan mobil tersebut.

Namun saat korban sementara memindahkan mobil, tersangka langsung menganiaya korban menggunakan tangan, berulang-ulang kali sehingga menyebabkan memar di bagian bibir dan pelipis.

“Pada waktu tersangka melakukan tindak pidana penganiyaan terhadap korban, tersangka dalam kondisi tidak stabil oleh pengaruh alkohol,” ungkap Yance Kadiaman.

Setelah kejadian penganiayaan tersebut, lanjut Yance, korban langsung mendatangi SPKT Polresta Kupang Kota untuk melaporkan kejadian yang dialaminya agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Atas laporan tersebut kata Yance, pihaknya hendak melakukan penangkapan, namun sebelum ditangkap, tersangka menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Baca Juga :   Polres Kupang Kota Baksos di Jemaat GMIT Sesawi Semau

“Saat ini kami sudah melakukan penahanan terhadap tersangka di tahanan Mapolres Kupang Kota untuk melakukan proses lebih lanjut pada Kamis (11/7),” imbuh Yance.

Melalui hasil pemeriksaan sementara, ternyata korban mengenal tersangka. Rupanya korban dan tersangka pernah satu tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kupang.

Kanit Pidum menambahkan, tersangka juga sering melakukan tindak pidana penganiayaan, dan pernah menganiaya salah satu anggota Brimob.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik, tersangka juga koperatif dan mengakui perbuatannya.

Tersangka dijerat Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 2 tahun, 8 bulan. (wil)

Loading...
Loading...
loading...

HUKRIM

Dewi Regina Ano: Saya Mau Mati dengan Anak-anak

Published

on

Tersangka Dewi Regina Ano saat dipindahkan dari RSU SK Lerik Kota Kupang ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Kupang, penatimor.com – Dewi Regina Ano (24) tersangka kasus pembunuhan anak kembarnya mulai pulih dari luka-luka yang dialaminya, setelah dirawat di ruang Cendana 10 Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang yang merupakan ruang khusus untuk tersangka dan tahanan.

Sejak pindah ke rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang, tl tersangka mengaku siap menjalani proses hukum yang bakal dihadapinya.

“Saya siap beri keterangan dan diperiksa,” ujar Dewi Ano, ibu kandung dari dua korban.

Dewi juga mengaku pasrah dengan proses hukum yang bakal dihadapi. Tersangka mengaku sering dianiaya suaminya Obis Masus walau hanya masalah sepele namun ia enggan melaporkan ke polisi karena berharap sang suami bisa bertobat.

“Saya juga bingung tiba-tiba keluarga suami di kampung tidak mau omong (bicara) dengan saya dan itu sudah lama,” ujarnya.

Kekesalan pada suami makin memuncak manakala tersangka meminta uang untuk membeli pembalut dan mengobati sakit keputihan yang dialaminya.

Tersangka mengaku bahwa ia tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga ia hanya berharap uang dari sang suami namun sang suami sering mengabaikan permintaannya. Karena jengkel dan kesal dengan sang suami, tersangka mengaku secara spontan terbersit niat untuk bunuh diri.

Ia juga memikirkan 2 anak yang masih kecil sehingga ia juga memilih menghabisi anak-anaknya.

“Saya mau mati dengan anak-anak. Karena kalau hanya saya yang mati maka saya takut anak-anak menderita dan tidak ada yang urus,” ungkapnya.

Lanjutnya, sangat menyayangi kedua anak kembarnya, namun ia nekat melakukan aksi pidana itu karena kemarahan yang memuncak pada suami.

Terpisah Obir Masus (31) membantah keterangan istri nya. Ia mengaku seluruh uang penghasilan dari hasil kerja sebagai tukang diberikan kepada tersangka.

Baca Juga :   Tertipu via Telepon, Mahasiswa di Kupang Kehilangan Uang Rp 4,4 Juta

“Semua upah saya kasi ke dia (tersangka/istri). Dia yang kelola uang nya,” ujar Obir Masus.

Obir juga membantah sering memukuli tersangka. “Memang ada masalah kecil-kecil tapi saya tidak sampai pukul,” ujarnya.

Tersangka kini telah menjalani masa tahanan di Mapolres Kupang Kota dan siap diperiksa.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooy Nafi, SH.,MH, kepada wartawan, Selasa (17/9) mengatakan tersangka dinyatakan sehat setelah menjalani perawatan medis di RSB Titus Uly Kupang.

Ditambahkan setelah dinyatakan sembu, pihaknya langsung menyebloskan tersangka ke ruang tahan untuk proses hukum lanjutan.

“Kami sudah menahan tersangka untuk proses hukum lanjutannya,” ujar Mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu.

Lanjutnya, pihaknya juga akan mulai memeriksa tersangka atas kejadian yang dilakukannya. Selain tersangka, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan tambahan kepada saksi Obir Masus dan akan dilakukan tes psikologi terhadap tersangka.

“Kami baru menahan ibu dari dua orang korban ini dan segera diperiksa,” tandasnya.

Sebelumnya, warga jalan Timor Raya, RT 09/RW 03, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, digemparkan dengan kasus dugaan pembunuhan sadis terhadap dua orang anak yang baru berusia 5 tahun.

Kedua korban ditemukan bersimbah darah dengan luka bacok di bagian kepala. Ibu mereka juga kritis di samping kedua anaknya yang telah meninggal, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit S.K Lerik Kupang untuk menjalani perawatan intensif.

Kejadian ini diketahui oleh Obir Masus ayah mereka, sendiri ketika pulang dari kerja sebagai kuli bangunan. Setibanya di rumah, Obir mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci sehingga ia memanggil kedua anaknya, namun tak kunjung dibuka.

Baca Juga :   Hamili Siswi SMK dan Kabur, Polsek Oebobo Kejar Pelaku

Tidak lama berselang dirinya langsung mendobrak pintu. Saat itu pula ia menemukan kedua buah hati dan istrinya sudah tergeletak di lantai bersimbah darah.

Terhadap tersangka, polisi menjerat nya dengan pasal 80 ayat (3), (4) undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Sub Pasal 338 KUHP. Tersangka pun terancam hukuman 20 tahun penjara.

“Ancaman hukuman adalah 20 tahun penjara untuk pasal yang kita kenakan. Namun jika pembunuhan dilakukan oleh orang tua terhadap anak nya, maka ancaman hukuman ditambah sepertiga dari ancaman hukuman,” ujar Iptu Bobby. (wil)

Loading...
Continue Reading

HUKRIM

Pembunuh Anak Kembar di Kupang Ditahan Polisi

Published

on

Tersangka Dewi Regina Ano saat dipindahkan dari RSU SK Lerik Kota Kupang ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Kupang, penatimor.com – Penyidikan kasus dugaan pembunuhan anak kembar Angga Masus (5) dan Angki Masus (5) terus dilakukan penyidik Polres Kupang Kota.

Tersangka Dewi Regina Ano (24) setelah menjalani perawatan medis atas luka yang dideritanya langsung ditahan di Mapolres Kupang Kota.

Korban dalam peristiwa tersebut yakni anak kandung tersangka sendiri. Kedua korban merupakan anak kembar dari hubungannya dengan suami istri Obir Masus (31).

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK., melalui Kasat Reskrim Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH, kepada wartawan, Selasa (17/9), mengatakan, tersangka dinyatakan sehat setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Ditambahkan, setelah dinyatakan sembuh, pihaknya langsung menjebloskan tersangka ke tahanan untuk proses hukum lanjutan.

“Kami sudah menahan tersangka untuk proses hukum lanjutannya,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu.

Lanjutnya, pihaknya juga akan mulai memeriksa tersangka atas kejadian yang dilakukannya.

Selain tersangka, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan tambahan kepada saksi Obir Masus dan akan dilakukan tes psikologi terhadap tersangka.

“Kami baru menahan ibu dari dua orang korban ini dan segera diperiksa,” tandasnya.

Sebelumnya, warga Jalan Timor Raya, RT 09/RW 03, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, digemparkan dengan kasus dugaan pembunuhan sadis terhadap dua orang anak yang baru berusia 5 tahun.

Kedua korban ditemukan bersimbah darah dengan luka bacok di bagian kepala. Ibu mereka juga kritis di samping kedua anaknya yang telah meninggal, sehingga harus dilarikan ke RSUD S.K. Lerik Kupang untuk menjalani perawatan intensif.

Kejadian ini diketahui oleh Obir Masus ketika pulang dari kerja sebagai kuli bangunan.

Setibanya di rumah, Obir mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci sehingga ia memanggil kedua anaknya, namun tak kunjung dibuka.

Baca Juga :   Polres Kupang Kota Baksos di Jemaat GMIT Sesawi Semau

Tidak lama berselang dirinya langsung mendobrak pintu. Saat itu pula ia menemukan kedua buah hati dan istrinya sudah tergeletak di lantai bersimbah darah.

Menurut pengakuan Dewi Regina Ano, ia nekat menghabisi dua buah hatinya itu lantaran kecewa dan dendam dengan suaminya Obir yang jarang memenuhi kebutuhannya. (wil)

Loading...
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Segera Periksa Bagian Kredit BPR Christa Jaya

Published

on

Pemilik BPR Christa Jaya, Christofel Liyanto saat berbincang dengan pelapor Sri Wahyuni di ruang Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Kamis (12/9).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Unit Pidum Sat Reskrim Polres Kupang Kota telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi terlapor dari BPR Christa Jaya.

Pemeriksaan ini berdasarkan laporan polisi Sri Wahyuni terhadap pemilik BPR Christa Jaya dengan sangkaan pencurian dengan kekerasan dan ancaman dengan kekerasan.

Kasus ini sesuai laporan polisi Nomor LP/ B/852/VIII/2019/SPKT Resort Kupang Kota tertanggal 28 Agustus 2019.

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana PT. Binti, SIK., melalui Kasat Reskrim Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH.,MH., di ruang kerjanya, Kamis (19/9) siang, mengatakan, terkait laporan tersebut, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi terlapor.

Dijelaskan Kasat, untuk laporan Sri Wahyuni selaku istri tersangka Rahmat alias Rafi, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap salah satu saksi terlapor, Wilson Liyanto.

Pemeriksaan dilakukan pada Jumat (13/9) dan saksi terlapor didampingi oleh kuasa hukum Samuel Haning, SH.,M.Hum.

Mantan Kasat Reskrim Polres Sikka ini juga sampaikan, pekan depan penyidik juga akan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap saksi terlapor dan juga sejumlah saksi tambahan.

“Nanti kami akan buat surat panggilan pemeriksaan terhadap staf pada bagian pengurusan kredit, untuk mengecek tentang besar pinjaman dan barang- barang yang dijaminkan,” kata Kasat Bobby.

“Setelah itu kita akan segera melakukan gelar perkara,” imbuhnya.

Terpisah, Samuel Haning yang dikonfirmasi via ponsel, membenarkan pemeriksaan terhadap kliennya Wilson Liyanto. (wil)

Loading...
Continue Reading
Loading...




Loading…

error: Content is protected !!