Connect with us

HUKRIM

Kapolda NTT Diminta Tarik Kasus Jual-Beli Tanah dari Polres Sumba Timur

Published

on

Refafi Gah (Foto.Ist)

Kupang, Penatimor.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT didesak untuk segera menarik kasus jual-beli tanah dari Kepolisian Resort Sumba Timur karena penyidik kasus tersebut dinilai tidak profesional dan diduga melakukan kriminalisasi terhadap Lodowyk Dimalulu, seorang pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Sumba Timur.

Hal ini disampaikan Refafi Gah, keluarga sekaligus mantan pengacara dari Lodowyk Dimalulu kepada wartawan di Kupang, Jumat (12/7/2019)

“Kami mendesak Pak Kapolda NTT agar kasus jual-beli tanah yang mentersangkakan Lodowyk Dimalulu (alias Dodi, red) di Polres Sumba Timur, ditarik dan diekspose di Polda NTT untuk mengetahui masalah yang sebenarnya karena oknum penyidiknya diduga telah melakukan kriminalisasi terhadap Dodi dan tidak profesional dalam melaksanakan tugas,” ujar Refafi.

Menurut Refafi, kasus tersebut telah merusak citra kepolisian di NTT karena penyidik menetapkan status tersangka, menangkap dan menahan Dodi tanpa bukti yang kuat.

“Karena itu Kapolda harus menarik kasus tersebut ke Polda NTT demi memulihkan citra dan kepercayaan masyarakat kepada Kepolisian,” tandasnya.

Refafi menjelaskan, proses kasus tersebut telah terkatung-katung sekitar 2 tahun. “Pihak Kejari Waingapu telah mengembalikan berkas perkara tersebut berulangkali karena tidak cukup bukti untuk memproses hukum Dodi tapi penyidik bersikeras untuk memproses Dodi. Ada apa ini?” katanya curiga.

Akibat proses kasus yang berkepanjangan dan status tersangka terhadap Dodi sekitar 2 tahun, lanjut Refafi, nasib Dodi sebagai ASN pun terkatung-katung. “Dodi diberhentikan sementara sebagai ASN oleh Pemkab Sumba Timur sejak ditetapkan sebagai tersangka, ditangkap dan ditahan penyidik sejak tahun 2017,” ungkap Refafi.

Dia menyatakan, jika status tersangka tersebut, tetap melekat pada Dodi maka yang bersangkutan terancam dipecat. “Padahal Dodi punya tanggungan isteri dan anak. Kasihan, anak isterinya telah menanggung penderitaan sekitar 2 tahun ini karena penyidik yang tidak profesional. Karena itu, kami minta perhatian Pak Kapolda terhadap kasus tersebut,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Polres Sumtim diduga melakukan upaya kriminalisasi terhadap seorang pejabat ASN di Kabupaten Sumtim – NTT, Lodowyk Dimalulu alias Dodi  atas laporan Warga Negara Asing (WNA), Mr. Mark Benzimon dalam masalah jual-beli tanah milik isterinya, Mariance.

Mariance menjual tanah miliknya kepada Pepy Sedana di hadapan notaris. Namun anehnya, Mr. Marc melaporkan suaminya, Dodi ke Polres Sumtim atas penipuan penjualan sertifikat. Padahal, Dodi tidak terkait dalam jual beli tersebut. Bahkan Dodi dan Mr. Marc tidak punya hubungan  hukum dalam jual-beli tanah tersebut.

Anehnya tanpa dasar hukum yang kuat, penyidik Polres Sumba Timur menetapkan Dodi sebagai tersangka, menangkap dan menahan Dodi. Akibatnya Dodi diberhentikan sementara sebagai ASN oleh Pemkab Sumba Timur sejak tahun 2017. (ale)

Loading...


Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Polisi Upayakan Diversi ART Pelaku Pencurian Barang Majikan

Published

on

Aparat kepolisian Polsek Alak mengupayakan diversi bagi PM alias EB alias Emi (17), tersangka kasus pencurian barang majikannya.
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Bekuk Pelaku Penganiaya Suami Selingkuhan Istri di Kupang

Published

on

Ilustrasi (NET)
Continue Reading

HUKRIM

Pencuri Aki Lampu Jalan di Kupang Ditangkap

Published

on

Para pelaku saat dibawa Tim Buser Polsek Kelapa Lima ke lokasi penada aki (accu) curian.
Continue Reading
Loading...




Loading…

error: Content is protected !!