Connect with us

HUKRIM

BNN Ungkap Aset Senilai Rp5 Miliar Diduga Hasil TPPU Kasus 74 Kg Sabu

Published

on

Dok. Ist

Kupang, Penatimor.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap aset senilai Rp 5.022.000.000 yang diduga berasal dari Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus penyelundupan 74 kilogram (kg) sabu-sabu asal Malaysia yang digagalkan BNN di Kabupaten Asahan dan Aceh Tamiang, pada Selasa (2/7) lalu.

Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI, Sulistyo Pudjo Hartono sampaikan ini dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Jumat (12/7/2019).

Menurut Pudjo, aset bernilai fantastis ini diduga milik tersangka berinisial TA (50), warga Tanjung Balai, Sumatera Utara, yang diamankan BNN pada Rabu (3/7/2019), setelah petugas mengamankan tujuh tersangka lainnya yang terlibat dalam upaya penyelundupan 74 kg sabu dengan modus disembunyikan di dalam ban mobil dan melakukan transaksi narkoba di tengah perairan.

Pudjo menyebutkan, pria yang berprofesi sebagai pelaut ini diketahui memiliki banyak aset berupa uang yang ada dalam rekeningnya di beberapa bank dengan jumlah Rp 2.502.000.000. Selanjutnya terdapat enam unit mobil mewah, dan empat unit rumah dengan nilai aset harta benda sebesar Rp 2.520.000.000, sehingga nilai total aset yang dimiliki tersangka TA sebesar Rp 5.022.000.000.

“Aset ini diduga berasal dari hasil bisnis narkoba yang dilakukan tersangka dengan sindikat narkoba jaringan internasionalnya,” ungkap Pudjo.

Atas perbuatannya, tersangka diancam hukuman sesuai dalam pasal 137 huruf a dan b; pasal 3 Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika; dan pasal 5 (1) jo pasal 10 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

“Hingga saat ini, BNN masih melakukan pengembangan kasusnya dan melakukan proses penyidikan lebih lanjut terhadap tersangka guna mengungkap dan mengamankan jaringan sindikat narkoba yang terlibat dalam kasus ini,” tegas Pudjo.

Baca Juga :   Angka Pengguna Narkoba di NTT Capai 36.022 Orang

Dia menambahkan, BNN juga bertekad menindak tegas terhadap TPPU dari setiap kasus narkotika yang berhasil diungkap, dengan tujuan untuk memiskinkan para bandar dan pengedar sehingga tidak dapat lagi berbisnis narkoba saat mendekam di balik jeruji besi dan saat bebas.

“Disamping itu, mencegah agar aset yang diperoleh dengan cara merampas masa depan anak bangsa ini dapat dimanfaatkan kembali oleh negara untuk kepentingan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN),” pungkas Pudjo. (ale)

Advertisement
Loading...
Loading...

HUKRIM

Pasca Penangkapan Rafi, Korban Datangi Polresta Kupang

Published

on

Jibran Pello (32), warga Kelurahan Sikumana saat mendatangi Mapolres Kupang Kota, Sabtu (24/8).

Kupang, penatimor.com – Pasca penangkapan Rahmat, SE., alias Rafi (35) selaku tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, para korban mulai berdatangan ke Mapolres Kupang Kota.

Salah satu korban yang mendatangi Mapolresta adalah Jibran Pello (32), warga Kelurahan Sikumana.

Jibran mengaku sebagai korban penipuan dan penggelapan terkait jual beli mobil yang dilakukan oleh tersangka Rafi.

Dia mengaku membeli satu unit mobil Rush Tipe G tahun 2011 dangan nomor polisi DH 6933 SOH seharga Rp 170 juta, dengan perjanjian pembayaran awal Rp 100 juta, dan sisa bisa dicicil.

Jibran kemudian mentranfer uang Rp 100 juta lewat Bank NTT ke nomor rekening milik tersangka, dan sudah mencicil uang
pembayaran dengan total Rp 150 juta. Untuk sisa cicilan Rp 20 juta dibayar setelah BPKB diambil.

“Saya mau membayar sisa uang cicilan untuk mengambil BPKB mobil, tapi tersangka selalu beralasan BPKB sementara pengurusan balik nama,” kata Jibran.

Dia merasa ditipu oleh tersangka setelah mobil yang dibelinya hendak ditarik oleh BPR Cristha Jaya, karena BPKB diagunankan oleh tersangka.

Atas perbuatan tersangka, Jibran Pello mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta.

“Saya mengucap terima kasih dan apresiasi kepada pihak kepolisian Polres Kupang Kota yang telah berhasil menangkap tersangka. Saya sudah dirugikan oleh pelaku, tapi yang penting tersangka sudah berhasil ditangkap dan siap mempertanggung jawabkan perbuatan nya,” Jibran.

Sekadar tahu, tersangka Rafi sebelum nya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama dua tahun oleh pihak Polres Kupang Kota.

Dengan laporan polisi kasus tindak pidana penipuan dan pengelapan dalam jual beli mobil dan tanah, tersangka ditangkap di Jalan Poros Taman Subian Indah, Kecamatan Bireng Kanaya, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Akhir pelarian tersangka pada Kamis (22/8), dimana dia ditangkap oleh tim Buser Sat Reskrim Polres Kupang Kota bersama dengan tim khusus Dit Reskrim Polda Sulawesi Selatan.

Baca Juga :   Jelang Peringatan HANI 2019, BNNP Sultra Kerja Bakti di Rumah Ibadah

Tim Polres Kupang Kota dipimpin oleh Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Ipda Yance Kadiaman, SH.

Polisi juga membawa tersangka Rafi dan istri nya Sri ke Kupang menggunakan pesawat Garuda Airlines dengan nomor penerbangan GA-678 yang tiba pukul 18.10 di Bandara El Tari Kupang. (wil)

Continue Reading

HUKRIM

Polisi di Kupang Ciduk Spesialis Copet di Angkot

Published

on

Anus Poi, spesialis copet di angkutan umum Kupang.

Kupang, penatimor.com – Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Kelapa lima, Polres Kupang Kota, membekuk Anus Poi (63), spesialis tindak pidana pencurian di angkutan umum di Kota Kupang.

Pelaku diketahui merupakan warga Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Penangkapan pelaku kasus copet di angkutan umum ini atas laporan korban bernama Yulianti Fanggidae (49), warga Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama.

Kapolsek Kelapa Lima AKP Didik Kurnianto, SH., kepada wartawan di ruang kerja, Jumat (23/8) sore, mengatakan, pelaku ditangkap oleh Tim Buru Sergap Polsek Kelapa Lima dipimpin oleh Bripka Pius Riwu.

Dijelaskan Kapolsek, pelaku melakukan pencurian pada Kamis (22/8) dengan tempat kejadian perkara di depan dealer Yamaha Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama.

Awalnya pelaku bersama korban menumpangi angkutan kota jurusan Penfui-Kupang dan duduk bersampingan. Setiba nya di Toko Rukun Jaya, korban turun dari mobil angkutan tersebut untuk berbelanja.

Setelah korban berbelanja barang dan ingin membayar belanjaan barang tersebut, melihat dompet yang tersimpan di dalam tas korban tidak ada lagi.

“Dalam dompet korban berisi uang tunai sebesar Rp 1,3 juta, barang perhiasan emas 15 gram berupa cicin, rantai dan surat- surat penting lainnya. Total kerugian sebesar Rp 25 juta,” ungkap Kapolsek.

Korban langsung melaporkan kejadian tersebut di Polsek Kelapa Lima, dan atas laporan korban, pihak kepolisian langsung melakukan pencarian dan berhasil mengamankan terduga pelaku.

Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti di tangan terduga pelaku.

“Barang bukti sebagian sudah dipakai untuk membayar cicilan mobil. Pelaku sudah diamankan di Mapolsek Kelapa Lima untuk proses hukum selanjutnya,” pungkas Kapolsek Kelapa Lima. (wil)

Continue Reading

HUKRIM

Polresta Kupang Tangkap Rafi Fiky di Makassar, Ada 30 Laporan Polisi

Published

on

Tersangka Rafi Fiky saat digiring menuju Mapolres Kupang Kota, Jumat (23/8).

Kupang, penatimor.com – Pelarian Rafi Fiky, SE., alias Rahmat alias Rafi berakhir.

Tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut akhirnya ditangkap polisi dari Polres Kupang Kota.

Pria 35 tahun itu merupakan buronan polisi baik Polres Kupang Kota maupun Polda NTT selama dua tahun terakhir.

Dia menghilang dari Kota Kupang sejak awal tahun 2017 karena tersangkut sejumlah kasus.

Polisi bahkan menerima puluhan laporan polisi terkait Rafi. Di Polda NTT terdapat sekitar 19 laporan polisi dan di Polres Kupang Kota sebanyak 11 laporan polisi.

Tersangka ditangkap pada Kamis (21/8) malam, sekitar pukul 22.00 di Jalan Poros Taman Subian Indah, Kecamatan Bireng Kanaya, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Penangkapan dilakukan tim Buru Sergap (Buser) Sat Reskrim Polres Kupang Kota dipimpin Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Kupang Kota Ipda Yance Kadiaman, SH.

Tim Polres Kupang Kota tiba di Kota Kupang, Jumat (22/8) malam sekitar pukul 18.10 menggunakan pesawat Garuda Airlines nomor penerbangan GA-678.

Rafi tidak sendirian. Polisi juga membawa serta Sri, istri Rafi karena diduga terlibat dalam sejumlah perkara yang melibatkan tersangka Rafi. Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK., didampingi Waka Polres Kupang Kota, Kompol Edward Jacky Tofany Umbu Kaledi, SH SIK MM, Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MHum., Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan Pasek Sujana, SH., dan Kanit Pidum, Ipda Yance Kadiaman, SH., di Mapolres Kupang Kota mengakui kalau Rafi sudah lama menjadi buronan polisi.

“(Tersangka) kasus penipuan dan penggelapan dan sudah DPO sejak dua tahun lalu,” ujar Kapolres Kupang Kota.

Baca Juga :   Pulang dari Malaysia Bawa Sabu, TKI Asal Aceh Diamankan Tim F1QR Lantamal IV

Penangkapan ini pun berkat kerja sama Polres Kupang Kota dengan tim khusus Dit Reskrim Polda Sulawesi Selatan.
Selain mengamankan Rafi dan istrinya, polisi juga mengamankan barang bukti 45 lembar STNK mobil berbagai merk, 18 foto copy sertifikat tanah, 1 bundel penyerahan aset, sejumlah ATM dan buku tabungan bank Mandiri dan BCA.

“Karena kita sudah amankan maka kita proses sidik dan di Polres Kupang Kota sendiri ada 11 laporan polisi,” tambah Kapolres Kupang Kota.

Polres Kupang Kota sudah menerima laporan sejak 2017 lalu. Pasca laporan kasus ini, tersangka Rafi kabur dan dijadikan DPO.

“Terkait dengan penipuan masalah mobil dan perumahan yang sudah terjadi beberapa tahun. Ada belasan LP yang kita terima,” ujar Kapolres.

Sambungnya, pihak Polres Kupang Kota masih membuka peluang dan ruang kepada masyarakat baik di dalam dan di luar Kota Kupang yang merasa ditipu oleh tersangka agar membuat laporan polisi sehingga bisa diproses.

Rafi sendiri langsung ditahan dan dikenakan pakaian tahanan. Sementara Sri sang istri masih dijadikan saksi. Sejak Jumat (22/8) malam, tersangka Rafi dijebloskan dalam sel Polres Kupang Kota hingga 20 hari kedepan sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.

Tersangka dikenakan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (wil)

Continue Reading

Loading…




error: Content is protected !!