Connect with us

SOSBUD

Peduli Sosial, HIPMI NTT Bantu Masyarakat Kurang Mampu

Published

on

Foto bersama pengurus HIPMI NTT usai memberikan keterangan pers, Selasa (18/6/2019).

Kupang, Penatimor.com – Sebagai wujud peduli sosial dari para pengusaha yang terhimpun dalam organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi NTT, akan menggelar memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu khususnya di wilayah Kota Kupang.

Bantuan sosial itu akan diberikan kepada sejumlah panti asuhan dan beberapa keluarga tidak mampu. Kegiatan tersebut, akan dipadukan dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah di Celebes Resto dan Cafe, dengan tema
“Sinergitas untuk kebangkitan, kesejahteraan dan kemandirian daerah”, Kamis (20/6/2019).

“HIPMI menggelar kegiatan peduli sosial yang dipadukan dengan acara halal bihalal dan silaturahmi antar kader, pengurus dan anggota HIPMI dari berbagai daerah,” kata Ketua HIPMI NTT, Renold Arthur Lay saat menggelar jumpa pers, Selasa (18/6/2019).

Menurut Arthur, kegiatan ini juga bertujuan merekatkan kembali keakraban antara para pengurus dan anggota, serta momen berbagi kasih dengan sesama yang berkekurangan. Untuk bantuan sosial, akan diprioritaskan kepada para keluarga muslim, yang secara ekonomi termasuk dalam kategori kurang mampu.

“Bantuan sosial kita prioritaskan untuk keluarga muslim yang sangat berkekurangan, dan membutuhkan uluran tangan,” kata Arthur.

Selain memberikan bantuan sosial dalam kegiatan halal bihalal itu, HIPMI juga akan menggelar diskusi cerdas dalam rangka menyamakan persepsi atau kesepahaman membangun NTT ke depan.

“Kita samakan satu frekuensi membangun dan mengambil peran secara aktif, membangun NTT ke depan,” kata Arthur.

Arthur menjelaskan, HIPMI NTT saat ini berjuang sendiri, sebagai kelembagaan sendiri, tanpa berhubungan langsung atau berafiliasi dengan pemerintah dan lainnya.

“Kita ingin menjadi satu bagian dalam membangun ekonomi NTT. Karena dalam pandangan kami, hari ini pertumbuhan ekonomi kita baik, pertumbuhan investasi baik, tetapi pertanyaannya adalah kenapa NTT selalu dikatakan sebagai daerah tertinggal, daerah terbelakang, berkekurangan? Posisi kita selalu disebut daerah yang tidak jelas, dan tidak tentu nasibnya,” ungkap Arthur.

Baca Juga :   PLN NTT Miliki 14 SPLU untuk Kendaraan Listrik

Hal itu ditegaskan kembali oleh Christian Widodo Ketua HIPMI Kota Kupang. Menurut Christian, sudah saatnya HIPMI NTT mengambil peran dalam membangun NTT. Hal ini, karena anggota HIPMI NTT adalah pelaku-pelaku usaha muda, terutama di bidang UMKM.

“Memperkuat ekonomi NTT ke depan, perlu didorong, perlu ada stimulus untuk bisa mengembangkan pelaku usaha UMKM, sehingga semakin banyak yang bertumbuh,” kata Christian.

Menurut Christian, perlu strategi-strategi ke depan bagaimana membangun ekonomi yang lebih inklusif dan merata untuk seluruh elemen masyarakat. Dengan jumlah bisnis yang semakin kait mengait satu dengan yang lainnya sehingga perlu ada satu frekuensi yang sama.

“Hari ini HIPMI mau mengambil peran, bahkan sudah mengambil peran melalui pelaku-pelaku UMKM, pelaku industri kreatif. Kita ingin ada dukungan atau partisipasi aktif dan mungkin ada stimulus dari pemerintah,” tandas Christian. (R2)

Loading...
Loading...
loading...

SOSBUD

Pemuda Katolik Kota Kupang Gelar Pengobatan Gratis dan Bakti Sosial di Semau

Published

on

Rombongan Pemuda Katolik Kota Kupang mendapat penyambutan luar biasa dari para pemuda di Pulau Semau.

Kupang, penatimor.com – Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Kupang melaksanakan kegiatan Live In di Stasi Semau Desa Uitiuh Tuan dan Desa Naikean Kecamatan Semau Selatan Kabupaten Kupang, Provinsi NTT selama dua hari, 20-21 Juli 2019.

Panitia Pelaksana, Rofinus Lamawato dalam laporannya menyampaikan ada beberapa agenda yang dilakukan yaitu pengobatan gratis kepada masyarakat di Desa Uitiuh Tuan, Bakti sosial di Kapela Naok yaitu tempat yang direncanakan akan dibangun gereja pariwisata dan pastoran oleh Keuskupan Agung Kupang dan perayaan ekaristi atau misa hari minggu bersama umat di Kapela Liman.

Kegiatan ini melibatkan 62 orang dengan bekerja sama dengan Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah Oebobo B Paroki Sta. Maria Assumpta Kupang. OMK membantu dengan membawakan paduan suara dalam perayaan ekaristi.

Terkait pelaksanaan pengobatan gratis, Pemuda Katolik Kota Kupang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kupang dalam hal ini Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Semau Selatan. Ada tenaga medis dokter, perawat, analis yang hadir. Selain pengobatan juga melakukan sosialisasi pola hidup sehat.

Rofin menambahkan, selain kegiatan pengobatan gratis, peserta juga berwisata karena daerah tersebut memiliki pantai yang luar biasa indahnya dengan pemandangan yang cantik.

Penjabaran Program

Ketua Pemuda Katolik Kota Kupang Yuvensius Tukung dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini adalah penjabaran program kerja dalam kepengurusan periode kepempimpinannya. Salah satu program kerja adalah mengunjungi stasi pinggiran kota seperti ini.

“Di kota sudah banyak orang yang urus tetapi di stasi ini masih keterbastaan orang. Oleh karena itu, kami ingin mencurahkan perhatian kepada umat di sini,” kata Yuven.

Menurut Yuven, Pemuda Katolik harus mengabdikan diri melalui berbagai kegiatan sosial.

“Mungkin nilainya sangat kecil apalagi kegiatan seperti ini dilaksanakan bukan karena Pemuda Kaotolik punya anggaran tetapi karena swadaya dan upaya pengurus dan panitia serta sumbangan donatur,” katanya.

Baca Juga :   Pemkot Kupang Serahkan Bantuan Rp 300 Juta untuk Korban Puting Beliung

“Orang berpikir, pengobatan gratis karena ada uangnya. Apalagi ada obatnya dan tenaga medisnya. Sebetulnya tidak. Ini hasil koordinasi baik saja. Ada pihak yang telah dengan tulus menyumbangkan obat-obatan,” kata Yuven menembahkan.

Yuven mengaku bersyukur dan berterima kasih karena dapat berperan sebagai jembatan penyalur kasih kepada umat dan masyarakat.

“Kami yakin banyak orang yang sesungguhnya punya kepedulian, namun punya keterbatasan sarana penyalurnya. Untuk itu, kami mencobanya,” kata Yuven yang juga Anggota DPRD Kota Kupang ini.

Dalam kesempatan itu, Pemuda Katolik menyumbang 150 sak semen untuk mendukung pembanngun pastoran dan gereja pariwisata.

Menurut Yuven, sumbangan ini merupakan pemberian dari alumni, senior, pengurus dan anggota Pemuda Katolik Kota Kupang.

Sementara itu, Ketua Stasi Semau Yostan Bella menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemuda Katolik Kota kupang yang datang mengunjungi.

“Ini pertama kali kami dikunjungi Pemuda Katolik dan kami sangat bersyukur. Kami tidak merasa sendirian lagi tetapi ada Saudara kami yang hadir di tengah-tengah kami,” kata Yostan Bella.

Pastor Pembantu Paroki Oeleta, Romo Adrianus Dimu Pr juga menyampaikan terima kasih kepada Pemuda Katolik. “Suasana ini mematahkan rasa keraguan saya terhadap eksistensi pemuda yang kesannya sedang tidur. Kehadiran Pemuda Katolik kembali meyakinkan saya bahwa masih ada pemuda yang memiliki sensitivitas atau kepekaannya terhadap umat,’ ucap Romo Adrianus Dimu.

Menurut Romo Adrianuas, kunjungan tersebut sangat membantu paroki yang mempunyai keterbatasan dalam banyak hal.

Ketua OMK Wilayah Oebobo, Tri Marselinus menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemuda Katolik karena mereka dilibatkan dalam kegiatan ini.

“Jujur awalnya kami agak ragu tetapi setelah kami tiba di sini dan ikut di dalam kegiatannya. kami merasakan pengalaman baru dan kami telah diajak keluar dari zona nyaman,” kata Tri.

Baca Juga :   Pesparani Diharapkan Berdampak bagi Kesejahteraan Masyarakat

Turut serta dalam kunjungan di antaranya beberapa senior dan pengurus inti termasuk Theodora Ewalde Taek yang adalah Politikus PKB sekaligus Anggota DPRD Kota Kupang. (jim)

Loading...
Continue Reading

SOSBUD

KPM Pertahankan Budaya Manggarai Lewat Festival Budaya

Published

on

Ketua Panitia Festival Manggarai Emmiliana AK bersama tokoh Manggarai saat konfrensi pers di Anjungan NTT, TMII, Jakarta, Minggu (11/8/2019). Foto: Ist

Jakarta, penatimor.com – Komunitas Perempuan Manggarai Jakarta (KPM) menginisiasi kegiatan Festival Budaya Manggarai yang akan digelar di Anjungan NTT, TMII pada Sabtu dan Minggu, 17-18 Agustus 2019.

Dalam kegiatan tersebut, KPM bekerja sama dengan Komunitas Sanggar Ca Nai Kalimalang dan Ikatan Keluarga Manggarai Kebon Jeruk Jakarta (IKMKJ).

Acara tersebut sekaligus untuk memperingati dan memeriahkan HUT RI ke-74.

Tak hanya pentas budaya, festival tersebut juga sebagai ajang untuk mempromosikan beberapa makanan khas lokal Manggarai, keanekaragaman hasil pertanian, hasil kerajinan dan tenunan Manggarai yang selama ini sudah dikelola oleh beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) resmi maupun perorangan.

Ketua Panitia Festival, Emmiliana A.K mengatakan globalisasi termasuk globalisasi budaya bukanlah sebuah ancaman tetapi justru menjadi peluang untuk mengantar budaya lokal di pentas internasional tanpa harus kehilangan identitasnya.

“Karakter budaya lokal Manggarai bisa kehilangan identitasnya dan bahkan warna budaya itu sendiri akan luntur apabila kita sebagai pelaku sejarah terbawa arus gloablisasi tanpa bisa mempertahankan identitas khas budaya yang kita miliki,” ujar Emmiliana dalam konferensi pers di Anjungan NTT, TMII, Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Emmilana pun meminta agar budaya Manggarai harus tetap berdiri kukuh dengan keaslian identitasnya yang syarat nilai kehidupan.

“Saya berharap keanekaragaman budaya Manggarai ini semakin dikenal luas tidak hanya oleh masyarakat Manggarai sendiri tetapi orang luar Manggarai pun bisa menikmati kemeriahan dan keunikannya, seperti tarian Caci, Ndudu Ndake, Danding, Sanda dan Mbata,” tuturnya.

Sementara Ketua IKMKJ, Libertus Jehani mengatakan pihaknya dalam acara tersebut nanti didapuk sebagai tamu undangan (Meka Landang). Sementara Sanggar Ca Nai sebagai pihak yang mengundang.

“Nanti yang berhadapan dengan kami adalah sanggar Ca Nai. Dalam kegiatan ini kami sudah persiapkan empat bulan yang lalu, kami sudah mulai,” kata Libertus.

Baca Juga :   Mama Emi Beberkan Persoalan Utama Buruh di NTT

Menurut Libertus, untuk tarian Caci, pihaknya melibatkan 30 para penari, tarian Danding melibatkan 80 personel dan tarian Ndundu Ndake berjumlah 10 orang terdiri dari para gadis nan cantik.

“Kami datangkan semua atribut dari Manggarai dan sudah sampai barang-barangnya,” imbuhnya.

Sedangkan Ketua Sanggar Ca Nai Kalimalang, Ronny Amal mengatakan tarian caci tidak mempertontonkan kekerasan fisik. Akan tetapi tarian caci merupakan budaya yang mengandung banyak nilai seni.

“Caci adalah sebuah seni. Caci pertarungan satu lawan satu. Nilai seni dari caci dapat dilihat dari cara berpakaian, cara memukul dan menangkis,” katanya.

Roni berharap festival budaya tersebut bisa menjadi wadah para generasi penerus di perantauan untuk tetap mempertahankan budaya warisan leluhur tersebut.

“Neka hemong kuni agu kalo (jangan lupa tanah kelahiran atau budaya),” imbuhnya.

Pertahankan Budaya

Ketua KPM, Josefina Agatha Syukur menegaskan melalui kegiatan tersebut pihaknya ingin mempertahakan keaslian budaya Manggarai. Josefina menegaskan pihaknya menentang keterlibatan perempuan dalam tarian caci.

“Kalau ada (tarian) caci yang dilakukan oleh perempuan itu yang perlu kita hindari itu, tidak boleh ada,” tegasnya.

Josefina menambahkan pihaknya akan menjadi garda terdepan mempertahankan budaya caci yang telah turun temurun diwariskan secara historis oleh nenek moyang orang Manggarai.

“Jadi begini, apa yang sudah menjadi ada itu akan tetap dipegang teguh oleh KPM. Kalau KPM berada di depan justru KPM mau mengembalikan semua yang menjadi budaya Manggarai,” tegasnya.

“Jadi KPM ini menyelenggarakan acara begini bukan berarti mau menunjukkan kami setara, bukan. Karena kami sudah tahu bahwa kami memang setara, kami tidak pernah dilakukan tidak setara oleh laki-laki Manggarai,” tukasnya. (jim)

Loading...
Continue Reading

SOSBUD

Gubernur Viktor Apresiasi Kemampuan Onesimus Laa Panggil Ikan Dugong

Published

on

Foto. Ist

Kalabahi, Penatimor.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan apresiasinya kepada Onesimus Laa atas kemampuannya yang bisa memanggil ikan dugong.

“Kita harus bangga memiliki orang seperti dia. Dia sangat berperan disini. Terima kasih Bapak Onesimus Laa,” ucap Gubernur Viktor, pada acara Festival Panggil Ikan Dugong yang diadakan di Pantai Wisata Mali Kabupaten Alor, Jumat (19/7/2019).

Ikan duyung alias dugong merupakan mamalia air yang hidup diperairan dangkal. Dulu sering ditangkap, kini ikan tersebut dijadikan objek wisata.

“Kita akan terkenal karena ada cerita. Festival Panggil Ikan Dugong ini adalah tradisi yang ada dan menjadi kekayaan yang kita miliki. Ini harus menjadi daya tarik internasional,” kata Viktor.

Viktor menegaskan, Festival Panggil Ikan Dugong ini harus dikemas dengan lebih baik lagi sehingga mendatangkan turis atau wisatawan yang terkenal agar memiliki nilai jual yang tinggi.

“Maka dari itu masyarakat diharapkan agar mampu memproduksi hasil olahan dari alam sekitar agar dapat meningkatkan nilai ekonomi dan dapat dipasarkan juga disini,” ujarnya.

“Saat ini sudah memiliki 40 persen kurang 50 persen. Kedepan kita harus mendeskripsikan dengan baik tentang pariwisata seperti makanan, minuman, belanja sehingga ekonominya meningkat,” imbuh Viktor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, I Wayan Darmawa mengatakan, Kabupaten Alor memiliki lima potensi wisata, antara lain Wisata Taman Laut, Diving dan Snorkling, Pancing Mania, Wisata Budaya Takpala dan Bampalola. (mar)

Loading...
Continue Reading
Loading...




Loading…

error: Content is protected !!