Connect with us

HUKRIM

Jual Gadis 16 Tahun Asal TTS, Polda NTT Tahan 2 Tersangka

Published

on

Wakil Direktur Reskrimum Polda NTT AKBP Anton CH. Nugroho (depan kanan), menjelaskan pengungkapan kasus TPPO dalam jumpa pers di Mapolda NTT, Selasa (11/6).

Kupang, penatimor.com – Polda NTT melalui jajaran Subdit IV Renakta Dit Reskrimum kembali menangkap dan menahan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) alias human trafficking.

Kasus ini terungkap berkat laporan pelapor berisial YIO, warga Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Korban dalam kasus ini adalah MST (16), warga Desa Oelbubuk, Kecamatan Molo Tengah, Kabupaten TTS.

Kedua tersangka adalah AD (20), seorang pekerja swasta yang juga warga sekitar Km 12, Boleplelo, Desa Oelbubuk, Kecamatan Molo Tengah, Kabupaten TTS.

Satu tersangka lagi berinisial DS (38), pekerja swasta yang berdomisili di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Wakil Direktur Reskrimum Polda NTT AKBP Anton CH Nugroho, dalam jumpa pers di Mapolda NTT, Selasa (11/6), mengatakan, kasus tersebut berawal dari korban MST yang masih di bawah umur digagalkan keberangkatan nya oleh Satgas TPPO di Bandara El Tari Kupang.

Selanjutnya, dari hasil penyelidikan mengarahkan pada perekrutan lapangan, sehingga dilakukan pengembangan penyelidikan.

“Setelah naik tahap penyidikan dan kita cari pelakunya dari Kabupaten TTS, TTU dan tertangkap di Atambua, Kabupaten Belu,” kata Anton.

“Tersangka AD adalah perekrut di lapangan. Hasil pengembangan dari AD, kita memburu tersangka DS dari Kefa sampai di Kupang. DS adalah orang lapangan. Ada calon tersangka kita yang di Batam dan ada orang lapangan di Malaysia,” lanjut mantan Kapolres Kupang Kota itu.

Anton berharap proses hukum terhadap tiga laporan polisi yang sudah naik ke tahap penyidikan ini bisa cepat dituntaskan.

Kedua tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) Pasal 6, Pasal 10 Undang-undang (UU) Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Terkait perkara tersangka AD dan DS, penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum juga sudah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejati NTT.

Sementara berkas perkara kedua tersangka dalam proses pemberkasan. (R3)

Loading...


Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tak Bayar Premi BPJS Naker 51 Karyawan Sejak Februari 2018, Manajemen Hotel Sasando Dipolisikan

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Bobby Mooynafi
Continue Reading

HUKRIM

Awalnya Dilaporkan Hilang, Siswi SMP di Kupang Ini Ditemukan Sudah Hamil

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Bobby Mooynafi
Continue Reading

HUKRIM

Hamili Anak Tiri di Kupang, Anwar Tasib Ditangkap di TTS

Published

on

Anwar Tasib, tersangka kasus dugaan pencabulan saat diamankan di Mapolres Kupang Kota, Kamis (17/10).
Continue Reading
Loading...




Loading…

error: Content is protected !!