Connect with us

UTAMA

Prostitusi Karang Dempel Masih Eksis

Published

on

Tim Pansus DPRD Kota Kupang mengunjungi lokasi Karang Dempel Alak, Kamis (15/5).

Kupang, penatimor.com – Pemulangan pekerja seks komersial (PSK) Karang Dempel ke daerah asalnya hingga saat ini belum dilakukan pemerintah.

Walau lokalisasi terbesar di Kota Kupang itu secara resmi telah ditutup Pemkot Kupang pada 1 Januari 2019, namun praktik prostitusi masih terus berlangsung.

Hal ini menjadi temuan Pansus DPRD Kota Kupang saat melakukan uji petik, Rabu (15/5).

Ketua Pansus Adrianus Talli menyayangkan kondisi tersebut. Dia bahkan menyalahkan Pemkot Kupang karena melakukan penutupan KD tanpa perencanaan yang matang.

Pasalnya, pasca penutupan KD, para PSK ditelantarkan tanpa jaminan hidup dari pemerintah, sehingga para PSK terpaksa kembali melakoni praktik prostitusi untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari.

“Hal ini akan menjadi rekomendasi pansus agar segera diselesaikan dan dicarikan solusinya,” kata Adrianus.

Menurutnya, sebelum penutupan lokalisasi tersebut, pemerintah seharusnya sudah memperhitungkan berbagai hal, termasuk kebutuhan para PSK, mengingat sebagian besar dari mereka bukan warga asli NTT, dan tempat yang mereka diami merupakan rumah sewaan yang harus dibayar setiap bulannya.

Namun yang terjadi, lanjut Adrianus Talli, pemerintah langsung menutup lokalisasi tersebut tanpa memperhitungkan nasib para PSK, sehingga mereka terpaksa melakukan praktik transaksi seks untuk memenuhi kehidupan mereka sehari-hari.

“Bagaimana mereka dilarang untuk menerima tamu, sementara mereka mau makan dan membayar kontrak tidak punya biaya, dan ini terjadi sudah berbulan-bulan. Jadi kita tidak bisa salahkan PSK jika mereka masih bekerja, karena mereka juga butuh makan dan minum,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan anggota Pansus DPRD Kota Kupang Padron Paulus. Menurut dia, penutupan lokalisasi Karang Dempel dilakukan pemerintah tanpa perencanaan yang baik, sehingga nasib para eks PSK terkatung-katung menunggu proses pemulangan, sehingga mereka terpaksa menerima tamu lagi untuk membiayai kehidupan mereka sehari-hari.

Baca Juga :   Tersangka Cabul Siswi SMP di Kupang Segera Diadili, Terancam 7 Tahun Penjara

Untuk itu, Padron Paulus berharap pemerintah segera memberikan bantuan kepada para PSK agar mereka tidak lagi melayani tamu untuk memenuhi kehidupan mereka.

“Kita tidak bisa langsung salahkan PSK bahwa mereka melanggar aturan yang telah dikeluarkan, dengan masih menerima tamu, sementara mereka harus membayar kontrakan dan lainnya. Mau ambil uang dari mana, jika belum memiliki kepastian untuk pemulangan, jangan langsung mengambil langkah penutupan,” katanya.

Menurut Padron, pemerintah harus bertanggung jawab, karena ini merupakan manusia yang perlu makan dan minun.

Selain itu, Mery Salouw, mengatakan, banyak PSK yang sudah tinggal puluhan tahun di Kota Kupang dan mengantongi KTP-e Kota Kupang.

“Bagaimana dengan masalah ini, jangan sampai hak warga negara dibiarkan begitu saja. Pikirkanlah solusi yang terbaik dengan perencanaan yang matang, jangan hanya mengambil keputusan lalu membiarkan para PSK ini tidak makan dan diusir dari kontrakan karena tidak membayar. Ini harus menjadi perhatian serius, harus juga terus dilakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, untuk waktu pemulangan secara pasti,” ungkapnya.

Pansus DPRD Kota Kupang ini dipimpin oleh Adrianus Talli, dengan anggota Yapi Pingak, Setyo Ratuarat, Mery Salouw, Theodora Ewalde Taek, Moses Mandala, Padron Paulus, Juven Tukung, Jhon G. Seran dan Nitanel Pandie. (R1)

Loading...
Loading...
loading...

UTAMA

HUT Lantas Ke-64, Polantas di Polda NTT Sumbang 60 Kantong Darah

Published

on

AKP Eliana Papote, SIK., Kasi BPKB Dit Lantas Polda NTT mengikuti donor darah di Aula Dit Lantas Polda NTT.

Kupang, penatimor.com – Direktorat Lalu Lintas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan berbagai aksi sosial dalam rangka peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-64 tahun 2019.

Kamis (19/9), jajaran Dit Lantas Polda NTT menggelar aksi donor darah dipusatkan di kantor Dit Lantas Polda NTT.

Kegiatan donor darah kerja sama dengan PMI Kupang ini dipimpin Direktur Lalu Lintas Polda NTT, Kombes Pol Pringgadi Supardjan.

Dari hasil donor darah ini terkumpul 60 kantong darah terdiri dari golongan darah A sebanyak 14 kantong, golongan darah B 14 kantong, golongan darah AB 2 kantong dan golongan darah O sebanyak 29 kantong darah.

Masing-masing anggota Dit Lantas Polda NTT terlebih dahulu diperiksa tekanan darah dan kondisi tubuh.

Mereka yang dinyatakan sehat langsung mengikuti aksi donor darah sehingga terhimpun 60 kantong darah berbagai golongan.

Pada hari yang sama, Dit Lantas Polda NTT juga menggelar anjangsana ke purnawirawan Dit Lantas Polda NTT.

Rombongan Dit Lantas dipimpin Wadir Lantas Polda NTT, AKBP Rio Lesmana, SIK mendatangi kediaman sejumlah pensiunan dan purnawirawan Dit Lantas Polda NTT.

Selain kunjungan silaturahmi, jajaran Dit Lantas Polda NTT juga menyerahkan bingkisan dan tali kasih kepada purnawirawan.

Aksi sosial lain digelar pada Jumat (20/9).

Kali ini jajaran Dit Lantas Polda NTT melakukan bhakti sosial di sejumlah tempat ibadah seperti Masjid Raya Kelurahan Fontein Kecamatan Oebobo, gereja Protestan GMIT Koinonia Kuanino Kelurahan Kuanino Kecamatan Kota Raja dan juga di Pura Oebanantha Kelurahan Fatubesi Kecamatan Kota Lama Kota Kupang.

Ditemui secara terpisah, Direktur Lalu Lintas Polda NTT, Kombes Pol Drs Pringgadi Supardjan mengakui, HUT lalu lintas bhayangkara ke 64 tahun 2019 kali ini mengusung tema ‘Dengan semangat Promoter, Korlantas Polri mengoptimalkan pelayanan lalu lintas berbasis IT guna mendukung program road safety’.

Baca Juga :   Buang Bayi, Yuliana Muda Resmi Tersangka, Terancam 15 Tahun Penjara

Tema ini sangat penting karena ada kesepakatan untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas dengan mencoba mengajak masyarakat untuk jadi polisi bagi diri sendiri.

“Keselamatan berlalu lintas bukan untuk siapa-siapa tetapi untuk diri dan keluarga. Masyarakat pun jangan ego di jalan raya,” tandas Dir Lantas Polda NTT.

Dengan penerapan IT maka CCTV bisa diaktifkan sehingga bisa memantau situasi dan kondisi wilayah.

Jajaran lalu lintas juga melakukan berbagai pembenahan melalui pelayanan identifikasi kendaraan terutama pembayaran pajak yang sudah bisa dilakukan lintas provinsi.

Dit Lantas di seluruh wilayah pun memback up provinsi lain untuk bayar perpanjangan pajak kendaraan. “Bayar pajak kendaraan bisa dilakukan dimana saja,” ujarnya.

Memasuki usia yang ke 64, jajaran polisi lalu lintas bertekad meningkatkan pelayanan kepada masyarakat karena saat ini banyak hoax yang berkembang.
“IT makin tinggi, hoax makin tinggi pula,” tandasnya.

Kegiatan ini bukan sekedar menarik masyarakat untuk percaya polisi tapi juga mengantisipasi hoax sehingga seluruh lapisan masyarakat diharapkan bisa menghindari berita bohong.
Ia mencontohkan bahwa penyebaran hoax makin merajalela.

“Foto bisa diedit untuk maksud yang lain sehingga kita mengutamakan IT,” tambah Dir Lantas Polda NTT.

Pihaknya berharap semua pihak sama-sama menjaga beredar nya hoax.

“(Masyarakat) bisa menyaring informasi yang bisa dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Polisi juga mengaktifkan dan mengefektifkan sosialisasi dan kunjungan ke sekolah-sekolah.

Kegiatan ini dilakukan secara gencar oleh Waka Polda NTT, Brigjen Pol Drs Johni Asadoma, M.Hum dan juga anggota lalu lintas.

Kegiatan puncak HUT ke 64 lalu lintas Bhayangkara tahun 2019 Polda NTT yang jatuh pada tanggal 22 September digelar pada Senin (23/9) di aula SPN Polda NTT dihadiri Kapolda NTT, Irjen Pol Drs H Hamidin. (wil)

Baca Juga :   Tersangka Kasus Kematian Linda Brand Tidak Ditahan, Keluarga Kecewa
Loading...
Continue Reading

HUKRIM

Baru Dipasang Sehari, Accu Lampu Penerangan Jalan Dicuri Orang

Published

on

I Wayan Pasek Sujana

Kupang, penatimor.com – Aksi pengrusakan dan pencurian accu solar cell lampu penerangan jalan di sejumlah ruas jalan di Kota Kupang terjadi dalam pekan ini.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi di Polres Kupang Kota.

Kehilangan accu solar cell lampu penerangan jalan ini terjadi di sejumlah wilayah di Kelurahan Kelapa Lima Kecanmatan Kelapa Lima Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lurah Kelurahan Kelapa Lima, Yustinus S. Kahan (31) yang juga warga Jalan Nusa Bunga, RT 26/RW 07, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, mengadukan kasus ini ke polisi di Polres Kupang Kota.

Ia mengaku pemerintah Kota Kupang dirugikan dalam kasus ini karena sejumlah accu solar cell lampu penerangan jalan yang baru dipasang raib tanpa diketahui pelaku pencurian.

Kepada polisi, pelapor mengaku kalau pada Selasa (17/9) ia dan sejumlah staf Kelurahan Kelapa Lima memasang sejumlah lampu penerangan jalan di sejumlah ruas jalan di wilayah kelurahannya.

Hingga dini hari pukul 02.00 wita, ada 15 lampu penerangan jalan yang dipasang di sepanjang Jalan RA Kartini, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Pencuri diperkirakan beraksi pada malam hari hingga subuh.
Keesokan hari nya, sejumlah lampu penerangan jalan sudah dirusaki. Accu solar cell yang terpasang pada tiang lampu penerangan jalan bagian bawah raib dan dicuri orang.

Lurah Kelapa Lima pun mengajak staf nya, Boy Malelak dan Ketua RW 08 Kelurahan Kelapa Lima, John Lay untuk mendata lampu penerangan jalan yang dirusaki dan pelaku mencuri accu solar cell.

“Ada accu solar cell lampu penerangan jalan di 6 titik dari 15 titik yang sudah kita pasang sehari sebelumnya sudah hilang dan penutup sudah rusak,” ujarnya dalam laporannya ke polisi di Polres Kupang Kota.

Baca Juga :   Pakai Ganja Bersama, Dion Porsiana Ungkap Peran Niko Whitford

Ia berharap dengan laporannya ke polisi, pihak kepolisian membantu mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku serta bisa diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH MH yang dikonfirmasi melalui Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Kupang, Ipda Wayan Pasek Sujana, SH mengaku sedang memproses kasus ini.

“Pemerintah Kota Kupang sebagai pihak korban. Sementara pelapornya lurah Kelurahan Kelapa Lima sudah kita periksa termasuk sejumlah saksi,” ujarnya.

Polisi sedang menyelidiki kasus ini dan berupaya mengungkap pelaku. (wil)

Loading...
Continue Reading

UTAMA

Kapolda NTT Minta Dukungan Masyarakat

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin dan mantan Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman melakukan salam komando usai sertijab di lapangan Mapolda NTT, Kamis (19/9).

Kupang, penatimor.com – Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin meminta dukungan seluruh masyarakat NTT.

Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan dalam pelaksaanan tugas dan eksistensi Polda NTT dan Polres jajaran sebagai pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat.

“Saya meminta dukungan dari masyarakat dan media massa agar nanti dalam melaksanakan tugas kita bisa bersinergi untuk menjaga ketertiban dan keamanan bersama. Kita juga membuka pintu komunikasi dalam rangka korektif untuk pelaksanaan tugas di Polda NTT,” kata Kapolda usai upacara sertijab di lapangan Mapolda NTT, Kamis (19/9).

Hamidin juga sampaikan, mengenai penegakan hukum, khususnya penanganan perkara, akan segera dipetahkan guna mempercepat penyelesaiannya.

“Akan saya petahkan dulu, apa kira-kira kejadian yang menjadi prioritas akan saya lakukan dalam waktu dekat,” kata Hamidin sembari berjanji akan melanjutkan program-program pejabat lama Kapolda NTT.

Pengganti Irjen Pol Raja Erizman ini menambahkan, sementara ini dia masih melihat keamanan kamtibmas di NTT masih aman dan kondusif.

Sementara, Irjen Pol Raja Erisman pada kesempatan ini juga mengatakan dirinya sudah melaksanakan tugas selama 570 hari sebagai Kapolda NTT.

“Waktu yang cukup dalam memimpin di Polda NTT dan ada beberapa tugas yang belum saya tagani, terutama keluhan masyarakat dalam pelayanan tugas kepolisian ini merupakan perhatian dari Kapolda yang baru,” kata Raja.

“Dengan kepemimpinan Kapolda NTT yang baru, semoga tugas yang belum saya selesaikan bisa diselesaikan,” pungkas mantan Kadiv Hukum Mabes Polri itu. (wil)

Loading...
Continue Reading
Loading...




Loading…

error: Content is protected !!