Connect with us

UTAMA

Waka Polda NTT Minta Catar dan Casis Jangan Menyerah

Published

on

Waka Polda NTT Brigjen Pol Johni Asadoma saat memimpin pengumuman nilai akademik Akpol dan Bakomsus rekrutmen terpadu anggota Polri TA 2019 Panda Polda NTT, Selasa (14/5) di Aula Rupatama Lantai 3 Mapolda NTT.

Kupang, penatimor.com – Waka Polda NTT, Brigjen Pol Drs Johanis Asadoma, MH., selaku wakil ketua panitia daerah (Panda) rekrutmen terpadu anggota Polri TA 2019 Panda Polda NTT mengharapkan agar calon taruna (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) dan calon siswa (Casis) Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) agar terus berjuang dan jangan menyerah.

Catar dan casis diminta tetap berjuang hingga tahapan pelaksanaan seleksi.

Pesan ini disampaikan Waka Polda NTT saat memimpin pengumuman nilai akademik Akpol dan Bakomsus rekrutmen terpadu anggota Polri TA 2019 Panda Polda NTT, Selasa (14/5) di Aula Rupatama Lantai 3 Mapolda NTT.

Pengumuman dihadiiri pula Kombes Pol Mardiyono selaku ketua tim supervisi SSDM Polri Rekrutmen terpadu anggota Polri, Kombes Pol Nanang Putu Wardianto, SST MK., selaku ketua tim akademik Panda Polda NTT, Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Trio Santoso, SH, pengawas eksternal dan pengawas internal.

Waka Polda mengemukakan bahwa semua pelaksanaan seleksi dilaksanakan secara transparan, akuntabel, humanis dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jika kamu lulus itu berarti karena kemampuan mu dan tanpa dibantu siapa-siapa. Kalau belum lulus maka perbaiki diri. Saya juga tidak tahu siapa yang lulus dan tidak. Seluruh hasilnya akan ditampilkan secara langsung dan tidak ada permainan apa-apa,” ujar jenderal bintang satu ini.

Mantan Waka Polda Sulawesi Utara ini juga berharap semua catar dan casis menerima apa adanya hasil yang ada.
Bagi yang nanti tidak lulus, Waka Polda berharap agar ada pengalaman dari seleksi tahun ini sehingga bisa mempersiapkan diri untuk tahun depan.

“Jika ada niat jangan pernah patah semangat. Ikuti terus hingga batas usia maksimal,” pesan Waka Polda.

Waka Polda juga menyebutkan kalau banyak peserta yang berkali-kali mengikuti tes dan tidak pernah menyerah.

“Belajar dari kekurangan dan pengalaman sebelumnya untuk diperbaiki dan dipertahankan terutama fisik, kesehatan dan kemampuan,” ujar Waka Polda.

Dia berharap agar para peserta tetap berlatih dan menjaga kesehatan.

“Jangan ada kata menyerah. Terus berjuang sampai berhasil sampai akhir penentuan kelulusan. Terus berusaha dan berdoa. Yang nilai bagus agar dijaga, jangan takabur dan lupa diri. Semua harus tetap prihatin dan menjaga diri dan berupaya maksimal supaya bisa merebut sukses pada tahap akhir,” tandas Waka Polda NTT.

Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Trio Santoso, SH., dalam paparannya menyebutkan kalau hingga saat ini seleksi Akpol diikuti 22 orang terdiri dari 21 orang pria dan satu orang wanita.

Sementara Bakomsus masih tersisa 16 orang terdiri dari 14 orang pria dan dua orang wanita.

Belasan peserta Bakomsus merupakan peserta dengan latar belakang pendidikan perawat, dakwah Islam, TI, tata boga dan Polair

Bakomsus masih akan mengikuti tes kompetensi keahlian yakni ketrampilan dna perilaku dibeberapa lokasi berbeda sesuai keahlian masing-masing.

Peserta latar belakang tata boga akan mengikuti ujian praktek di SMKN 3 Kupang, TI dan Dakwah Islam di Polda NTT, Polair di kapal Ovalangga Dit Polair Polda NTT dan perawat di Bid Dokkes Polda NTT.

Pada saat pengumuman nilai akademik, pihak panitia menayangkan perolehan nilai masing-masing peserta untuk setiap mata pelajaran dan juga nilai akhir ujian akademik.

Khusus untuk Akpol dilakukan penilaian akademik untuk mata pelajaran matematika 35 persen, Bahasa Inggris 35 persen dan Bahasa Indonesia 30 persen.
Sementara casis Bakomsus mendapat penilaian aspek pengetahuan 30 persen, ketrampilan 60 persen dan perilaku 10 persen. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Dirjen Migas Resmikan BBM Satu Harga di Rote

Published

on

Saleh Husin dan rombongan Dirjen Migas pose bersama di Bandara DC.Saudale, Kabupaten Rote Ndao, Jumat (19/7).

Ba’a, penatimor.com – Jumat (19/7), menjadi tonggak sejarah baru bagi Kabupaten Rote Ndao, dengan diresmikannya BBM Satu Harga oleh Plt. Dirjen Migas yang mewakili Menteri ESDM RI Ignatius Jonan.

Ignatius Jonan berhalangan hadir karena ada kegiatan dadakan yang tidak bisa ditinggalkan.

Peresmian BBM Satu Harga di Rote Ndao mendapat apresiasi dari mantan Menteri Perindustrian RI Saleh Husin.

Saleh Husin kepada wartawan, mengungkap rasa syukur dan gembira terkait peresmian BBM Satu Harga di tanah kelahirannya itu.

“Rasa syukur dan gembira karena hari ini Jumat 19 Juli 2019 tiba di tanah kelahiran Pulau Rote, wilayah paling selatan di Indonesia,” kata Saleh Husin.

Mantan anggota DPR RI dua periode asal Dapil NTT 2 itu menjelaskan, daerah Rote Ndao jika pada musim barat atau musim gelombang, hubungan menuju dan keluar Pulau Rote melalui kapal laut menjadi sulit dan sering terhenti.

Kondisi ini mengakibatkan arus barang menjadi terganggu dan mahal, terlebih bahan bakar minyak (BBM) menjadi mahal dan langkah.

“Hari ini menjadi tonggak sejarah buat Pulau Rote. Sebagai putra Rote yang turut hadir bersama rombongan dari Jakarta, tentu saya bangga dan berterima kasih kepada bapak presiden Jokowi atas kebijakannya membuat BBM Satu Harga,” ungkap Saleh Husin.

Menurut dia, tentu hal ini sangat membantu masyarakat terselatan Indonesia yang masih tertinggal dan akhirnya satu kesulitan yang selama ini dialami masyarakat dapat teratasi.

“Juga terima kasih serta berharap kepada Pertamina untuk betul- betul menjaga agar stok dan distribusinya tertata dengan baik sehingga selalu tersedia BBM nya,” ungkap Saleh Husin.

“Tak lupa saya juga mengucapkan terima kasih buat kolega dan sahabat saya pak Ignatius Jonan menteri ESDM dan Ibu Rini menteri BUMN yang telah memperhatikan kampung halaman saya,” sambung dia.

Atas nama masyarakat Rote Ndao, Saleh Husin juga berharap presiden Jokowi juga dapat memperhatikan ketersediaan listrik dan infrastruktur di wilayah terselatan Indonesia ini, dan sebagai garda terdepan bangsa Indonesia di bagian selatan. (mel)

Continue Reading

UTAMA

Desa Bantala di Flotim Menanti Janji Kemendes PDTT

Published

on

Siprianus Rape Liwun

Kupang, Penatimor.com – Warga Desa Bantala di Kecamatan Lewoleba, Kabupaten Flores Timur (RI) menanti janji Kementerian Desa (Kemendes), Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia (RI).

Pasalnya, hingga saat ini Kemendes PDTT belum menepati janjinya untuk memberikan hadiah berupa uang senilai Rp 150 juta setelah desa tersebut meraih juara 1 lomba desa tingkat nasional pada tahun 2018 lalu.

Kepala Desa Bantala, Siprianus Rape Liwun sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Sabtu (20/7/2019).

Menurut Siprianus, saat menjuarai lomba tersebut pada 2018 lalu, pihaknya telah menerima hadiah tetapi secara simbolis  bersama desa lainnya, di Hotel Sultan, Jakarta pada 29 November 2018 silam.

“Secara simbolis kami sudah terima. Administrasi sudah kami bereskan. Tapi hingga hari ini, hadiah berupa uang tersebut belum direalisasikan,” kata Siprianus.

Siprianus mengisahkan, saat itu dirinya terpilih menjadi kepala desa teladan, kategori pemanfaatan dana desa dengan sistem padat karya tunai.

Berkat prestasinya, Desa Bantala mendapat hadiah berupa trophy, satu unit sepeda motor bermerek Honda, Revo Fit dan uang tunia Rp 150 juta. Lantaran itu, lanjut dia, masyarakat Desa Bantala terus mendesaknya untuk mempertanggungjawabkan hadiah uang tunai tersebut.

“Kami terus didesak masyarakat untuk bertanggungjawab dengan hadiah uang ini. Sehingga sebagai kepala desa, saya minta Bapak Menteri dan juga direktur lomba desa, agar bisa secepatnya merealisasikannya. Kami aparat desa tidak mau dituding macam-macam,” ujar Siprianus.

Dia menambahkan, pihaknya telah berupaya melakukan konfirmasi dengan pihak Kemendes PDTT atas hadiah uang tunai tersebut. Nama pihak Kemendes PDTT mengatakan, masih melakukan verifikasi administrasi.

“Saya sudah tanya Kemendes PDTT. Mereka sampaikan, saat ini mereka masih urus administrasinya. Saya harap bisa secepatnya,” tandas Siprianus. (ale)

Continue Reading

POLKAM

Banggar DPRD NTT Tolak Pariwisata Dibangun di Atas ‘Darah’ Warga

Published

on

Suasana rapat Banggar DPRD NTT, Sabtu (20/7/2019).

Kupang, Penatimor.com – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi NTT menyatakan menolak pembangunan pariwisata NTT dibangun di atas penderitaan dan ‘darah’ warga Pulau Komodo, di Kabupaten Manggarai Barat.

Anggota Banggar DPRD NTT Fraksi Partai Demokrat, Winston Neil Rondo sampaikan ini pada Rapat Banggar dengan agenda Pembahasan Penyusunan KUA PPAS Perubahan 2019 dan KUA PPAS Induk 2020, Sabtu (20/7/2019) di Ruang Kelimutu Gedung DPRD.

Merujuk pada pemberitaan di media KOMPAS.com edisi 22 Mei 2019 berjudul “Gubernur NTT: Kita Mau Tidak Ada Manusia yang Tinggal di Pulau Komodo”, menurut Winston, pernyataan tersebut sangat melukai hati 2 ribuan warga yang tinggal di Pulau Komodo.

“Waktu ada kegiatan Asosiasi DPRD Provnsi se-Indonesia di Labuan Bajo, kami pergi bersama Pak Ketua DPRD NTT dan di sana masyarakat melakukan aksi damai, dan mereka katakan sudah 2000 tahun tinggal di sana. Kami ini Ata Modo, atau saudara sedarahnya komodo. Kami tidak bisa dipisahkan dengan komodo. Apa salah kami sehingga Bapak Gubernur mau keluarkan kami dari Pulau Komodo,” kata Winston menirukan pernyataan warga Pulau Komodo.

Winston menegaskan, pemerintah tidak boleh membangun infrastruktur pariwisata di Pulau Komodo dengan mengabaikan hak maupun kepentingan warga setempat. Apalagi, pemerintah dalam hal ini Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat belum pernah duduk bersama melakukan dialog dengan warga Pulau Komodo.

“Ingat, saya ingatkan dari sekarang, kita tidak boleh bangun pariwisata komodo di atas darah rakyat Pulau Komodo. Mereka sudah bilang, keluarkan kami dari sini sebagai mayat. Jadi ini bukan perkara yang mudah, kapan Pak Gubernur pernah duduk bersama dan berkonsultasi dengan masyarakat di Pulau Komodo, tidak pernah,” tegas Winston.

Dia mengakui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang sudah mengambil sikap mendukung pengembangan pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Tetapi khusus untuk Pulau Komodo, pihaknya perlu mengingatkan agar pemerintah jangan pernah bangun pariwisata sebagai prime mover ekonomi di atas darah rakyat NTT.

“Jangan pernah, kami ingatkan sekali lagi khusus untuk Pulau Komodo jangan pernah,” tegas Winston.

Anggota Banggar DPRD NTT dari Fraksi Keadilan dan Persatuan, Anwar Hajral menyatakan, sangat disayangkan apabila rencana Pemprov NTT untuk menutup Pulau Komodo tidak dilakukan melalui sebuah kajian yang baik. Karena yang akan merasakan dampak langsung dari kebijakan tersebut adalah ribuan warga Pulau Komodo.

“Sebelum Pulau Komodo jadi Taman Nasional Komodo (TNK), masyarakat di daerah itu bermata pencaharian sebagai nelayan, namun setelah itu mereka beralih menjadi pramuwisata atau tour guide dan usaha yang berhubungan dengan kepariwisataan,” ungkapnya.

Dia berargumen, jika kemudian pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menutup akses, bahkan mengeluarkan penduduk Pulau Komodo ke tempat lain, maka secara otomatis mereka akan kehilangan mata pencaharian sebagai penopang ekonomi masyarakat setempat.

“Wisatawan datang ke Labuan Bajo itu karena Pulau Komodo-nya, bukan karena wisata alam yang lain, karena itu kalau Pulau Komodo ditutup, kami sangat yakin pariwisata di Labuan Bajo secara keseluruhan akan mengalami nasib sama,” katanya.

Anwar Hajral menambahkan, pemerintah memiliki kewenangan untuk membuat sebuah kebijakan, tetapi mesti dilakukan kajian dan pertimbangan yang tidak merugikan atau mengorbankan rakyatnya sendiri. Jangan sampai masyarakat dikorbankan hanya untuk sebuah agenda pariwisata. (ale)

Continue Reading

Loading…




Loading…

Trending

error: Content is protected !!