Connect with us

UTAMA

Pleno KPU Alor Sukses, Berlangsung Transparan, Demokratis dan Jurdil

Published

on

Enny Anggrek, Donal I. Paut dan Romo Marcel Soge

Kalabahi, penatimor.com – Pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 oleh KPU Kabupaten Alor telah berakhir pada Jumat (10/5) dini hari.

Suksesnya pelaksanaan pleno ini mendapat apresiasi dari tokoh agama, tokoh pemuda dan pimpinan partai politik di Alor.

Pastor Paroki Yesus Gembala yang Baik Kalabahi Romo Marcel Soge, mengatakan, pleno rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019 telah selesai dengan sukses, jujur, damai dan tertib sesuai harapan.

Suasana rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat Kabupaten Alor pada Pemilu Serentak 2019, Jumat (10/5).

“Ini berkat kerja sama semua elemen masyarakat Alor. Semua caleg menerima hasil itu dengan gembira dan damai karena mereka sudah dewasa dan matang dalam berpolitik,” kata Romo Marcel.

“Mereka yang terpilih kita harus dukung karena mereka semua adalah wakil kita di legislatif. Mari kita saling bekerja sama membangun Nusa Kenari bersama dengan anggota dewan yang baru,” sambung dia.

Sementara, Ketua Cabang GMKI Kalabahi Donal I. Paut, mengapresiasi KPU Kabupaten Alor yang walau dengan komposisi dua orang perempuan, telah berhasil melaksanakan pleno rekapitulasi suara Pemilu hingga berakhir dengan aman, lancar, jurdil, transparan dan demokratis.

“Bagi saya mereka adalah perempuan hebat, meskipun baru dilantik beberapa bulan yang lalu namun kerja keras mereka telah mensukseskan pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Alor sehingga berjalan dengan demokratis, aman, jujur dan adil,” kata Donal.

“Soal siapa yang menang, mereka harus lebih baik lagi dari anggota legislatif sebelumnya. Harus bisa menepati janji-janji sewaktu kampanye ketika masih menjadi calon-calon dari partai tertentu. Dan yang kalah, dapat menerima kekalahan dengan sikap legowo dan menerima hasil dengan bijak,” sambung dia.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Alor Enny Anggrek, mengatakan, pelaksanaan pleno berjalan dengan baik di KPUD Kabupaten Alor sejak tanggal 3 Mei hingga 10 Mei 2019 pukul 03.10 dini hari.

“Walaupun tak dapat dipungkiri ada dinamika tapi itulah proses politik. Dalam kompetisi Pilpres, Paslon 01 menang dengan prosentase 74,34 % sedangkan paslon 02 prosentase 25,66%,” kata Enny.

Yang menarik, lanjut dia, ada belasan TPS Paslon 01 memperoleh suara 100%.

Sementara dalam kompetisi Pileg untuk DPRD Kabupaten Alor berdasarkan pleno KPUD, ada pergeseran yaitu PDIP memimpin dengan perolehan suara 12.007 (4 Kursi), diikuti dengan Nasdem 11.739 suara (4 kursi) dan Golkar 10.186 suara (3 kursi).

“Untuk itu kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada TNI dan Polri, KPUD, Banwaslu, PPK, KPPS yang telah bekerja dan mengabdi dengan tulus hati demi kesuksesan Pemilu di Kabupaten Alor,” ungkap Enny Anggrek.

Sementara, Bupati Alor Amon Djobo mengucapkan terima kasih yang tulus kepada masyarakat Kabupaten Alor atas partisipasi masyarakat dan semua pihak terkait sehingga pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 di negeri Seribu Moko itu berjalan dengan baik.

“Kita bersyukur dan mengapresiasi KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara, serta dukungan dan partisipasi masyarakat, karena Pemilu berjalan dengan sangat transparan, jujur, adil, lancar dan demokratis,” ujar Bupati Alor dua periode itu.

Masih menurut Amon, pleno berlangsung dalam suasana persaudaraan hingga selesai dan semua pihak terkait menerima hasilnya dengan baik. (R4)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Bandara Komodo Akan jadi Bandara Internasional

Published

on

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana disambut di Bandara Komodo Labuan Bajo, belum lama ini.

Labuan Bajo, penatimor.com – Pengembangan Bandara Komodo akan dilakukan dengan skema pembiayaan kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Pelaksanaan KPBU direncanakan akan memiliki masa kerja sama selama 25 tahun.

Kemenhub saat ini tengah fokus menyiapkan infrastruktur transportasi untuk mendukung sektor pariwisata, salah satunya adalah membuat Bandara Komodo di Labuan Bajo menjadi bandara internasional.

“Kami akan buat Bandara Komodo Labuan Bajo ini menjadi Bandara Internasional dengan pengelolaan yang unik dan mempunyai konektivitas internasional sehingga secara langsung turis turis akan datang ke sini,” tutur Menhub Budi Karya Sumadi.

Budi menjelaskan pada pertengahan 2020, perpanjangan runway Bandara Komodo selesai dikerjakan sehingga dapat didarati pesawat besar seperti Airbus 320 dan meningkatkan kapasitas penumpang.

“InsyaAllah pertengahan tahun depan runwaynya sudah 2.450 meter. Artinya, pesawat Airbus 320 bisa landing secara penuh. Selain itu, ada peningkatan dari kapasitas penumpang yang kita harapkan lebih dari 3,5 juta,” terang Budi.

Presiden Jokowi berharap, pengelola Bandara Komodo ini nantinya merupakan pengelola yang memiliki jaringan pariwisata internasional sehingga bisa lebih banyak menarik turis asing untuk berkunjung dan meningkatkan devisa.

Sebagai informasi, Bandara Komodo akan dikembangkan dengan cakupan perpanjangan runway yang semula memiliki panjang 2.250 meter menjadi 2.450 meter, perluasan apron seluas 20.200 meter persegi, perluasan terminal domestik seluas 6.500 meter persegi, pembangunan terminal internasional seluas 5.538 meter persegi, pembangunan terminal kargo seluas 2.860 meter persegi, serta pembangunan beberapa fasilitas pendukung lainnya.

Ke depan, rute penerbangan dari Bandara Komodo akan diperbanyak menuju beberapa daerah di sekitarnya. Rencana rute domestik diantara lain penerbangan ke Makassar, Atambua, Waingapu, Sabu, Rote. Sedangkan Malaysia dan Singapura menjadi rencana rute internasional baru yang akan dibuka.

Pengembangan Bandara Komodo ini memiliki tujuan untuk mendorong pertumbuhan lalu lintas udara yaitu hingga 4.000.000 penumpang dan 3.500 ton muatan kargo pada tahun 2044 mendatang. Hal tersebut selaras dengan Nawacita ke 7 yaitu Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Dengan Menggerakan Sektor Strategis Ekonomi Domestik. (jim)

Continue Reading

UTAMA

Anggota Dewan Soroti ‘Joroknya’ Toilet di Gedung DPRD NTT

Published

on

Suasana Sidang Pembahasan Penyusunan KUPA-PPASP Tahun Anggaran 2019, yang digelar di Ruang Kelimutu Gedung DPRD NTT, Jumat (19/7/2019).

Kupang, Penatimor.com – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Anwar Hajral menyoroti kondisi toilet di Gedung DPRD yang dinilai kerap tak terurus dengan baik sehingga kotor dan menimbulkan aroma tidak sedap.

Hal ini disampaikan Anwar Hajral saat Sidang Badan Anggaran (Banggar) Pembahasan Penyusunan KUPA-PPASP Tahun Anggaran 2019, yang digelar di Ruang Kelimutu Gedung DPRD NTT, Jumat (19/7/2019).

Menurut Anwar Hajral, kondisi toilet di rumah rakyat itu agak sedikit bersih bilamana ada jadwal sidang atau pun ada agenda kunjungan tamu dari luar. Namun, kondisi itu akan bertolakbelakang manakala tidak ada jadwal sidang atau agenda tertentu.

“Kalau seperti hari ini ada Pak Sekretaris Dewan (Sekwan) datang rapat di sini, itu toilet semua bersih. Tapi kalau hari-hari biasa, toilet itu tidak bisa digunakan, dan kami harus jauh pergi ke luar dari gedung ini untuk mencari toilet yang bersih dan nyaman,” ungkap Anwar Hajral.

Hal tersebut, kata Anwar Hajral, harus ia sampaikan agar menjadi perhatian pihak Sekretariat Dewan (Setwan) Provinsi NTT agar menjadi bahan evaluasi dan perbaikan agar ke depannya bisa jauh lebih baik lagi.

“Saya mohon maaf untuk teman-teman di Setwan, bahwa apa yang kami sampaikan ini untuk perbaikan ke depan agar bisa jauh lebih baik lagi. Kami juga tahu, sadar, bahwa ini sebentar lagi saya dan beberapa teman akan pergi dari sini, tapi ini untuk perbaikan, dan tidak bermaksud apa-apa,” katanya.

Dia menyatakan, ada biaya operasional atau anggaran yang diperuntukkan untuk fasilitas kebersihan, selain itu ada honor juga bagi petugas kebersihan.

“Ada biaya operasional untuk Dewan yang angkanya menurut kami sangat fantastis, dan ini perlu kita bedah kembali. Coba kita membongkar, berapa banyak anggaran yang diperuntukkan bagi fasilitas kebersihan dan lain sebagainya, untuk honor dan lain sebagainya,” tegasnya.

“Saya tadi bisik sama teman-teman, kayaknya sesekali perlu kita SMS ke Pak Gubernur untuk lakukan sidak langsung ke toilet-toilet yang ada di gedung ini,” imbuhnya.

Karena itu, Anwar Hajral menambahkan, poinnya adalah perlu dilakukan rasionalisasi angka-angka untuk operasional Dewan tersebut. “Sehingga tidak sekadar mencantumkan nama Dewan di situ, tetapi dalam permintaan yang perlu adanya transparansi agar diketahui bersama,” tandasnya. (ale)

Continue Reading

UTAMA

Polisi Tangkap Ayah Penganiaya Anak 2 Tahun di Kupang

Published

on

Abraham Sabneno (46), pelaku dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak kandungnya yang berusia 2 tahun diamankan di Mapolsek Kupang Barat, Kamis (18/7) malam.

Kupang, penatimor.com – Tim Unit Reserse Mobil (Resmob) Polda NTT berhasil menangkap dan mengamankan Abraham Sabneno (46), pelaku dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak.

Pelaku ditangkap di salah satu rumah temannya di Jalan Sukun, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Kamis (18/7) malam.

Warga RT 01/RW 01, Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang ini dilaporkan oleh istrinya Erni Laku Saba (45).

Ada dua laporan polisi, yaitu dugaan pengancaman pembunuhan terhadap istrinya dan penganiayaan terhadap DS, anak 2 tahun, sehingga mengalami patah tulang di kaki dan tangan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (14/7), dan dilaporkan di Mapolsek Kupang Barat, Senin (15/7).

Pelaku sudah diamankan di Mapolsek Kupang Barat, Polres Kupang, untuk menjalani pemeriksaan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Pelaku dikenakanPasal 80 Ayat (1) jo Pasal 76 C Undang-Undang (UU) RI No. 17 tahun 2016 Tentang Penetapan PP Penganti UU RI No 01 tahun 2016 tentang perubahan ke-2 atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 44 ayat (1) UU RI No 23 Tahun 2004
tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Pasal 351 ayat (2) jonto Pasal 335 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (wil)

Continue Reading

Loading…




Loading…

Trending

error: Content is protected !!