Connect with us

HUKRIM

Putusan Kasasi Korupsi Tambak Garam Sabu, Nico Tari Divonis 8 Tahun Penjara

Published

on

S. Hendrik Tiip, SH

Kupang, penatimor.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menerima petikan putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) RI atas nama terdakwa Nicodemus Rahabeam Tari, ST., alias Nico Tari dengan Nomor: 2700 K/Pid.Sus/2018 terkait perkara korupsi proyek tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua (Sarai).

Surat pengantar dari Pengadilan Negeri (PN) Kupang yang ditandatangani oleh Panitera Pengadilan Tipikor Kupang Anderias Benu, SH., tersebut diterima JPU Kejati NTT S. Hendrik Tiip, SH., pada Rabu (24/4).

Diktum putusan Kasasi tersebut memutuskan, menolak permohonan Kasasi terdakwa Nicodemus.

Selain itu, putusan itu juga mengabulkan permohonan Kasasi dari JPU, termasuk membatalkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Tinggi Kupang Nomor: 4/PID SUS-TPK/2018/PT KPG tanggal 9 Maret 2018 yang memperbaiki putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kupang Nomor: 32/PID.SUS.TPK/2017/PN KPG tanggal 30 November 2017.

Sesuai amar putusan Kasasi tersebut, terdakwa Nicodemus dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut.

Terdakwa juga dijatuhi hukuman pidana penjara selama 8 tahun dan denda sebesar Rp 500 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Majelis hakim Kasasi yang diketuai Dr. Salman Luthan, SH.,MH., dengan Panitera Pengganti Dr. Iman Luqmanul Hakim, SH., M.Hum., juga dalam putusan Kasasi tersebut menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan dengan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, serta menetapkan terdakwa ditahan.

Selain itu, majelis hakim juga membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat Kasasi sebesar Rp 2.500.

JPU Kejati NTT S. Hendrik Tiip yang dikonfirmasi, membenarkan pihaknya telah menerima salinan putusan Kasasi tersebut.

“Tadi sudah saya laporkan ke Kasi Pidsus Kejari Sabu Raijua terkait putusan Kasasi ini,” kata Hendrik.

Menurut dia, Jaksa Eksekutor segera melakukan eksekusi setelah mendapat surat perintah pelaksanaan eksekusi dari Kajari Sabu Raijua.

“Pasal yang terbukti adalah Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Tipikor. Sementara putusan Pengadilan Negeri Kupang terbukti Pasal 3 Undang-Undang Tipikor,” jelas Hendrik.

Ditambahkan, dengan adanya putusan ini maka tidak ada disparitas penerapan hukum dalam putusan perkara korupsi tambak garam antara PPK dengan pelaksana pekerjaan tambak garam.

“Karena pelaksana PPK diterapkan Pasal 3 Undang-Undang Tipikor oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kupang,” sebut Hendrik.

Terdakwa Nicodemus sebelumnya oleh majelis hakim di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kupang, dijatuhi hukuman 6 tahun penjara dan pidana denda Rp 400 juta.

Selanjut, pada tingkat Banding, majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Tinggi Kupang memvonis terdakwa Nicodemus dengan pidana penjara selama 5 tahun dan pidana denda Rp 400 juta. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

HUKRIM

Perserond Optimistis Menang, Zet Adoe: Persim Bagus, Perlu Diwaspadai

Published

on

Pelatih Kepala Perserond Rote Ndao, Zet Adoe.
Continue Reading

HUKRIM

Dua Tahun Berturut-turut, Kejari TTU Peringkat 1 Penanganan Korupsi di Indonesia

Published

on

Hasil penilaian pada Rakernis Bidang Pidsus Kejaksaan Agung tahun 2022.
Continue Reading

HUKRIM

Aniaya Ibu Guru hingga Berdarah, Siswa SMA di Kupang Ini Dikeluarkan dari Sekolah

Published

on

Kepala SMAN 9 Kota Kupang, Adelina N. Liu.
Continue Reading
error: Content is protected !!