Connect with us

SOSBUD

Lomba Tari Meriahkan HUT Ke-23 Kota Kupang Libatkan 60 Tim

Published

on

Pemkot Kupang menggelar lomba tarian daerah NTT di Balai Kota Kupang, Senin (15/4).

Kupang, penatimor.com – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kota Kupang, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menggelar lomba tarian daerah NTT di Balai Kota Kupang, Senin (15/4).

Lomba tarian daerah NTT ini mengusung tema, “Mari satukan tekad wujudkan Kota Kupang sebagai kota layak huni dan pusat perekonomian yang berdaya saing”.

Sementara sub tema, “Dengan semangat HUT ke-23, kita tingkatkan kualitas infrastruktur dan penguatan ekonomi perkotaan dalam rangka pencapaian standar pelayanan perkotaan”.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, didampingi Penjabat Sekda Yos Rera Beka, pimpinan OPD dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang.

Lomba tarian daerah diikuti oleh 60 tim, yang terdiri dari perwakilan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD), instansi vertikal, kecamatan dan kelurahan.

Hadiah yang disiapkan yaitu Juara I mendapatkan Rp 3 juta, Juara II Rp 2,5 juta, Juara III Rp 1,5 juta, Juara IV, V dan VI mendapatkan hadiah Rp 1 juta.

Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man, mengatakan, lomba tarian daerah ini merupakan bagian dari rangkaian acara HUT Kota Kupang.

“Dalam lomba ini semuanya harus bergembira, tentunya semua berlomba agar menjadi juara, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kebersamaan di Kota Kupang ini,” kata Wawali.

“Menang kalah tentunya hal biasa, yang paling penting adalah ketika semua berkumpul di sini, menggunakan pakaian adat daerah, ada kebanggaan di situ. Kita sebagai bagian dari daerah ini, ikut mempromosikan kekayaan budaya NTT,” kata lanjut dia.

Wawali sampaikan, sebagai bagain dari Kota Kupang, tentunya harus ikut bangga dan mempromosikan budaya NTT.

Menurut dia, Kota Kupang sebagai rumah bersama, dan rumah semua budaya NTT bertemu.

“Semua yang hadir di sini tampil berbeda, dengan balutan busana daerah. Tentunya tidak setiap hari kita mengenakannya, karena itu momen ini sangat penting. Kita semua bisa mengenal budaya lain yang beragam dengan keunikannya masing-masing,” katanya.

Wawali berharap, dengan semangat budaya ini akan terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi penerus, agar jangan hanya berhenti di sini saja, tetapi generasi seterusnya akan terus memelihara budaya daerah sebagai kekayaan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Rita Lay, mengatakan, tujuan lomba tarian daerah adalah sebagai bagian mengisi momentum peringatan HUT Kota Kupang untuk meningkatkan semangat partisipasi dan menjalin hubungan kerja sama masyarakat dengan Pemkot Kupang dalam rangka pelayanan publik dan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur.

“Selain itu juga membina dan mempererat serta memperkokoh hubungan antara pegawai dan instansi vertikal lainnya yang ada pada lingkup Pemkot Kupang, juga sebagai wujud kepedulian pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan kesenian dan budaya daerah NTT,” kata Rita Lay.

Terpantau, suasana di Balai Kota Kupang tampak ramai. Semua datang untuk memberikan dukungan kepada tim mereka dengan mengenakan pakaian adat daerah.

Ada tim yang mengenakan pakaian adat lengkap, dan ada pula tim yang hanya melingkarkan selendang di pinggang dan bahu.

Jenis-jenis tarian yang dibawakan di antaranya, tari woleka, okamusa, ledogawu, elang, tenun, gawi, lego-lego, tebe, munijo dan lainnya. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

SOSBUD

124 KK Korban Badai Seroja di Kabupaten Kupang Terima Bantuan Rumah

Published

on

BANTUAN HUNTAP. Bantuan hunian tetap untuk menjadi korban bencana badai siklon Seroja di Desa Saukibe, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang.
Continue Reading

INTERNASIONAL

Pakai Busana Tenunan Alor dan Amarasi, Putra-Putri SBD Raih Prestasi di Malaysia

Published

on

BERSAMA. Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda NTT saat berpose bersama Ayu Munandar Alam dan Franklin Rudolf Kalumbang, Miss dan Mr. Petite Global.
Continue Reading

SOSBUD

Wisata Rohani Flores-Lembata, Kaum Bapak GMIT Temui Uskup Agung Ende

Published

on

BERSAMA. Rombongan PKBS GMIT, Majelis Klasis Flores, Majelis Jemaat GMIT Syalom Ende, dan Korda Flores-Flores Barat PKBS foto bersama Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota di tangga depan Istana Keuskupan Agung Ende.
Continue Reading
error: Content is protected !!