Connect with us

HUKRIM

Pencurian di Gereja Pohonitas Manulai II, Total Kerugian Rp 12 Juta

Published

on

Kapolsek Alak Kompol I Gede Sucitra didampingi penyidik PPA Polsek Alak Bripka Threena Labuh, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (10/4) siang,

Kupang, penatimor.com – Sebanyak empat orang pelaku pencurian berhasil diamankan pihak kepolisian Polsek Alak.

Para pelaku nekat melancarkan aksinya berulang kali di Gereja Pohonitas, Jalan Alfons Nisnoni, Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Kapolsek Alak Kompol I Gede Sucitra, SH., kepada wartawan saat dikonfirmasi, Rabu (10/4), mengatakan, ke empat pelaku diamankan warga sekitar kemudian melaporkan kepada petugas bhabhinkamtibmas Manulai II.

Setelah menerima laporan, anggota langsung bergerak cepat mengamankan para pelaku mengantisipasi amukan massa, Selasa (9/4) malam.

Para pelaku langsung diamankan di Mapolsek Alak dan sesuai data diri yang diperoleh, diketahui para pelaku berinisial BT (13) masih berstatus pelajar, RJAG (13) pelajar, sementara pelaku DD (15) dan SD (17) berstatus putus sekolah.

Kompol I Gede Sucitra menambahkan, setelah dilakukan interogasi di Mapolsek Alak, para pelaku mengaku sudah melancarkan aksi pencurian sebanyak tiga kali di gereja dan satu kali di mobil boks.

Ke empat tersangka ini melakukan tidak bersama-sama. Mereka melakukan pencurian pertama pada Kamis (22/3) sekitar pukul 01.00 dengan pelaku RJAG, DD dan BT. Aksi pertama itu berhasil mengambil uang Rp 4.581.000.

Aksi pencurian berlanjut pada Rabu (28/3) sekitar pukul 02.00. Pelakunya SD, RJAG dan BT dan berhasil mengambil uang Rp 1.500.000 di laci meja.

Karena sudah terbiasa, para pelaku kembali melancarkan aksinya pada Selasa (9/4).

Para pelaku SD dan RJAG saling mengajak dan masuk ke dalam gereja lalu mengambil sebuah brankas dan dibawa pulang ke rumah.

Keduanya saat sampai di luar, bertemu dengan pelaku DD dan BT namun brankas yang diambil setelah dibuka kosong.

Saat membuka dan mengetahui brankasnya kosong, para pelaku langsung menuju ke sebuah mobil boks yang berjualan di sekitar SMA Plus. Di situ mereka mencuri snack, bolpoin dan tisu.

“Uang tersebut merupakan uang dari Pusat Pengembangan Anak (PPA). Dari hasil pencurian itu mereka membagi sama rata. Aksi mereka dilakukan tengah malam karena mereka setiap malam bermain di gereja karena ada wifi,” ujar I Gede Sucitra.

Terhadap aksi pencurian yang dilakukan oleh anak di bawah umur ini, mengakibatkan kerugian kurang lebih Rp 12.000.000, karena pelaku juga merusak pintu dan brankas.

Dari hasil pencurian, pelaku RJAG dan BY membeli handphone (HP) namun HP milik RJAG hilang. Pelaku SD dan DD merupakan kakak beradik.

“Aksi pencurian para pelaku masuk melalu ventilasi pintu dan aksi terakhir baru pelaku membobol pintu karena harus keluar dengan membawa brankas,” tambah mantan Kapolsek Maulafa itu.

Kapolsek mengimbau kepada orangtua agar lebih memperhatikan anak-anak jika ada penampilan atau sikapnya yang berubah, karena peran orangtua sangat penting dalam mengawasi perilaku anak.

Dilanjutkan, pola dan gaya hidup saat ini membuat anak-anak harus melakukan tindakan pidana pencurian karena ingin memenuhi kebutuhannya, maka kepada masyarakat umum juga terus mewaspadai hal-hal yang tidak diinginkan.

Sekretaris PPA Gereja Pohonitas, Elsa Sodurin (32) saat dikonfirmasi di Mapolsek Alak, mengatakan, kehilangan pertama adalah makanan di dalam kulkas pada bulan Februari 2019.

Kemudian pada bulan Maret 2019 pihaknya kembali kehilangan uang Rp 5.900.000, selanjutnya kejadian tersebut terulang kembali dimana uang hilang di laci meja koordinator PPA.

“Kemarin pas koordinator ambil uang di bank, jadi mau simpan di brankas ternyata brankas sudah rusak jadi kita langsung lapor ke pendeta dan sekuriti karena barang di dalam juga berantakan,” ungkapnya.

Setelah mendapati pelakunya, ternyata para pelaku merupakan anak sekolah minggu di Gereja Pohonitas.

“Memang tindak lanjutnya kami belum dibahas kejadian tersebut. Ini semacam buah simalakama, karena di sisi lain bersyukur karena pelaku sudah ditangkap, tapi di sisi lain pelaku juga anak-anak sekolah minggu di gereja,” kata Elsa Sodorin yang dihadirkan sebagai saksi.

Saat ini penyidik terus mengembangkan keterangan dari para pelaku dan akan diizinkan pulang usai mengambil keterangan karena para pelaku masih di bawah umur. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Polisi Ciduk Pelaku Penganiayaan di Kupang, Gunakan Parang, Korban Pegawai Navigasi

Published

on

Jeskial Lodo Ndilu alias Eky alias Bartex (29), warga Jalan Banteng, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja.
Continue Reading

HUKRIM

Polisi di Sumba Tangkap Enam Pelaku Penganiayaan hingga Tewas

Published

on

Enam tersangka diamankan aparat kepolisian.
Continue Reading

HUKRIM

Lakalantas di Kupang, Dua Nyawa Melayang

Published

on

Barang bukti sepeda motor milik korban.
Continue Reading
loading...