Connect with us

POLKAM

Patris Lali Wolo: Harus Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kepada Petani

Published

on

Patris Lali Wolo

Kupang, Penatimor.com – Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT dari Fraksi PDI Perjuangan, Patris Lali Wolo mengatakan, kualitas pelayanan kepada para petani terutama dalam mendapatkan pupuk bersubsidi harus ditingkatkan karena setiap tahun pada musim tanam, keluhan serupa pasti saja mencuat.

Menurut Patris, sulitnya para petani mengakses pupuk bersubsidi menjadi kendala utama dalam kegiatan produksi pertanian. Kesulitan ini menjadi pemicu terhadap turunnya produksi padi dan jagung. Karena pupuk subsidi yang disiapkan pemerintah selalu datang setelah usia tanaman tidak lagi membutuhkan jenis pupuk dimaksud.

“Jika pemerintah memiliki komitmen yang tinggi terhadap petani, persoalan pupuk tidak menjadi keluhan tahunan karena siklus tanam setiap tahun hampir tidak mengalami pergeseran yang berarti,” kata Patris.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka ini menyebut salah satu faktor yang menjadi penyebab sulitnya para petani mengakses pupuk bersubsidi adalah jumlah distributor pupuk.

Dengan adanya distributor tunggal pada tiap kabupaten, terkesan acuh dalam pelayanan kepada petani dan seperti ada monopoli dalam hal ini. Hal ini sebagaimana dikeluhkan petani di Kecamatan Talibura dan Waigete, Kabupaten Sikka dan petani di Mbay, Kabupaten Nagekeo serta petani di Soa, Kabupaten Ngada.

Dia berargumen, jika pemerintah tidak melakukan pembenahan terhadap tata niaga pupuk bersubsidi, pada tahun-tahun mendatang keluhan serupa akan datang lagi. Karena keluhan soal akses dan kelangkaan pupuk selalu dikeluhkan petani pada periode musim tanam.

“Pemerintah harus cepat cari solusi untuk tambah distributor pupuk di setiap kabupaten dan memperbaiki kualitas pelayanan kepada petani,” tandas Patris.

Patris mengungkapkan, dengan jumlah distributor yang sangat terbatas di setiap kabupaten, akses petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi menjadi mahal. Jika dikalikan dengan biaya transportasi yang harus dikeluarkan, harga pupuk yang disiapkan pemerintah itu hampir sama besarnya dengan pupuk non subsidi.

Ditambah lagi, lanjut dia, dengan datangnya pupuk tidak sesuai dengan usia tanaman, sudah dipastikan berkonsekuensi pada kualitas dan kuantitas produksi padi dan jagung.

“Biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kualitas produksi, tentu para petani akan mengalami kerugian yang sangat besar,” papar Patris. (R2)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLKAM

Jelang Natal-Tahun Baru, Polda NTT Antisipasi Ancaman Terorisme

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin
Continue Reading

POLKAM

Dukungan Golkar NTT untuk Airlangga Hartarto Sudah Harga Mati

Published

on

Melki Laka Lena
Continue Reading

POLKAM

Jasman Abdulah Siap Pimpin Alor Pasca Djobo

Published

on

Jasman Abdulah saat berdiskusi bersama sejumlah aktivis mahasiswa asal Alor di Kupang, Rabu (20/11).
Continue Reading
loading...