Connect with us

UTAMA

Hari Kedua Rikkes, 207 Casis Polri Gugur Kesehatan I

Published

on

Tes kesehatan tahap I dipusatkan di SPN Polda NTT sejak Rabu (3/4).

Kupang, penatimor.com – Hingga hari kedua pelaksanaan pemeriksaan kesehatan (Rikkes) tahap I bagi calon siswa Polri, sebanyak 207 orang dinyatakan gugur, Kamis (4/4).

Tes kesehatan tahap I dipusatkan di SPN Polda NTT sejak Rabu (3/4).

Tercatat 295 orang casis masih memenuhi syarat kesehatan.

Khusus untuk bintara tugas umum, pelaksanaan tes kesehatan I dilakukan hingga Minggu (14/4) mendatang.

Pemeriksaan kesehatan tahap I meliputi pemeriksaan fisik, mata, buta warna, telinga, tekanan darah, gigi, tinggi serta berat badan dan diakhiri dengan pendalaman oleh tim dokter dipimpin Kabid Dokkes Polda NTT Kombes Pol Sudaryono.

Pemeriksaan dilakukan sejak pagi hari pukul 07.00, diawali dengan pemberian nomor koding oleh Bag Dalpers Biro SDM Polda NTT.

Para peserta kemudian dibagi dalam beberapa kelompok dan mulai mengikuti pemeriksaan kesehatan pada pos yang ada secara bergiliran.

Dihari pertama pelaksanaan tes kesehatan tahap I, Rabu (3/4), seleksi diikuti 242 peserta pria terdiri dari Ende 85 orang, Lembata 13 orang, Flores Timur 30 orang, Manggarai Barat 24 orang, Manggarai 36 orang dan Sikka 53 orang.

Dari pelaksanaan tes hari pertama, sebanyak 114 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan dan 128 orang memenuhi syarat kesehatan.

Kamis (4/4), pemeriksaan kesehatan diikuti 260 orang peserta terdiri dari Rote Ndao 47 orang, Sumba Barat 50 orang, Sumba Timur 31 orang, TTS 68 orang dan Alor 64 orang.

Dari jumlah tersebut, 93 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan dan 167 orang memenuhi syarat kesehatan.

Sementara pada hari ketiga, Jumat (5/4), pemeriksaan kesehatan diikuti 244 orang terdiri dari Belu 92 orang, TTU 80 orang dan Ngada 72 orang.

Proses pendalaman dilakukan secara teliti oleh tim medis untuk mengecek kembali temuan kesehatan dan hasil pemeriksaan kesehatan.

Pengumuman hasil seleksi dilakukan pada malam hari setelah semua proses seleksi kesehatan dipastikan selesai.

Sebelumnya dalam seleksi administrasi awal yang meliputi pemeriksaan nilai, usia, tinggi badan, KK, KTP dan lama domisili, sejumlah peserta dinyatakan gugur.

Kabag Dalpers Biro SDM Polda NTT, AKBP Arief Satryo, SIK., selaku sekretaris panitia penerimaan terpadu Polri tahun 2019 tingkat Polda NTT memaparkan kalau peserta yang gugur seleksi administrasi terkendala karena umur kurang dan melebihi ketentuan, tinggi badan kurang, domisili yang belum setahun untuk calon Akpol dan dua tahun untuk Bintara dan Tamtama serta nilai sekolah yang tidak memenuhi ketentuan.

Secara keseluruhan terdapat 2.498 orang peserta penerimaan terpadu Polri tahun 2019 tingkat Polda NTT yang mengikuti seleksi kesehatan.

Waka Polda NTT, Brigjen Pol Drs Johanis Asadoma, MH., pada saat rapat hasil pemeriksaan administrasi awal di lantai 2 Mapolda NTT, berpesan kepada panitia pelaksana agar tidak ada yang bermain dalam proses seleksi tersebut dan seleksi dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan ada yang bermain dalam proses ini. Lakukan sesuai ketentuan dan terapkan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis,” tegas mantan Waka Polda Sulawesi Utara ini. (R3)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLKAM

Pemkot Tak Hadiri RDP, DPRD Perjuangkan Nasib 80 PTT yang Dirumahkan

Published

on

Anggota Komisi I DPRD Kota Kupang saat bersama 80 PTT dalam agenda RDP.
Continue Reading

HUKRIM

Kejari Kota Kupang Musnahkan Barang Bukti 31 Perkara

Published

on

Sejumlah barang bukti dimusnahkan secara bersama-sama dengan cara dibakar pada dua buah wadah drum oleh Kajari Kota Kupang, perwakilan BNN, Polres Kupang Kota, Wakil Ketua PN Kelas IA Kupang dan Balai POM Kota Kupang.
Continue Reading

UTAMA

Siswi SD Korban Laka Lantas di Kupang Divonis Terpapar Covid-19, Keluarga Mengamuk di RS Siloam

Published

on

Keluarga membawa pulang korban lakalantas yang divonis terpapar Covid-19 di RSU Siloam Kupang.
Continue Reading
error: Content is protected !!