Connect with us

EKONOMI

Rendi Baok, Alumni Undana yang Sukses Budidaya Ikan di Buraen, Dilirik TransMart

Published

on

Rendi Baok sedang memberi makan ikan-ikannya di lokasi Tunas Muda Am Koko, Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang.

Buraen, penatimor.com – Budidaya ikan air tawar menjadi salah satu jenis usaha yang cukup menarik dan menjanjikan saat ini.

Karena prospek yang baik tersebut, membuat banyak orang kian menggemari usaha ini.

Seperti yang ditekuni Rendi Baok, S.Pi., di wilayah RT 02/RW 01, Nunneo, Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang.

Usaha budidaya ikan air tawar yang dirintis dari titik nol ini, terus berkembang pesat dan memberikan keuntungan yang tidak sedikit.

Bahkan, saat ini lokasi budidaya ikan yang dinamai “Tunas Muda Am Koko” tersebut sudah menjadi pusat belajar bagi para siswa SMK Perikanan Jurusan Budidaya yang melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL).

Rendi, demikian alumni Fakultas Pertanian Undana Kupang itu biasa disapa, kepada penatimor.com, Sabtu (30/3), mengatakan, usaha budidaya ikan air tawar tersebut sudah dilakukan sejak dua tahun terakhir.

“Saya rintis usaha ini tahun 2017. Awalnya saya sendiri yang mengelolah kolam ikan yang waktu itu hanya dua kolam,” ungkap pemuda 28 tahun tersebut.

Berkat keuletannya, usaha tersebut terus berkembang dan saat ini sudah memiliki 13 kolam dengan kapasitas ribuan ekor ikan per tambak, di lokasi seluas 35 x 40 meter persegi.

“Lahan saya masih sangat luas dan masih bisa untuk penambahan beberapa kolam lagi,” sebut dia.

Sementara, jenis ikan yang dibudidaya saat ini adalah Nila Merah Super, Nila Gif dan ikan Kasper.

“Kalau bibit saya pemijahan sendiri, kebetulan saya sudah memiliki 300 ekor induk Nila Merah Super,” kata Rendi.

Ikan hasil budidaya tersebut biasanya langsung diburu para pembeli yang berasal dari desa-desa tetangga di Amarasi Selatan.

Bahkan menurut Rendi, pihak TransMart Kupang juga sudah melirik usahanya, dan beringinan membeli ikan di lokasi tersebut dengan harga Rp 60 ribu/kg.

“Kebanyakan warga sekitar langsung datang beli di tempat saya. Biasanya waktu panen 3,5 bulan sekali ,” ungkap Rendi.

Harapannya, tempat usahanya tersebut dapat terus berkembang dan menjadi tempat wisata di Amarasi Selatan.

“Mimpi saya ke depan, lokasi saya bisa jadi tempat wisata pemancingan lokal di Amarasi Selatan,” pungkas Rendi. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Basmi Sampah Medis, PT Sagraha Satya Sawahita Dukung Pemprov NTT Tekan Penyebaran Covid-19

Published

on

Aktivitas pembakaran sampah medis oleh PT Sagraha Satya Sawahita.
Continue Reading

EKONOMI

Menunggak Pajak Rp 100 Juta, KPK dan Pemkot Kupang ‘Segel’ The Kelapa Restaurant

Published

on

Tim KPK RI bersama Pemkot Kupang menempel poster pemberitahuan menunggak pajak di The Kelapa Restaurant.
Continue Reading

EKONOMI

Bantu Korban Badai Seroja di Kupang, Bank NTT Beri 6.000 Lembar Seng

Published

on

Penyerahan secara simbolis bantuan 6.000 lembar seng pada warga Kota Kupang.
Continue Reading