Connect with us

UTAMA

Pekan Paskah, KPU Undur Hitung Suara di Flores Timur

Published

on

Ketua KPU Arief Budiman

Jakarta, penatimor.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan untuk mengundurkan penghitungan suara Pemilu 2019 di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menghormati perayaan Semana Santa dalam pekan suci Paskah.

Ketua KPU RI Arief Budiman menyampaikan pemungutan suara tetap digelar 17 April 2019, hanya penghitungan suaranya yang dibedakan dengan daerah lain.

“Jadwal rekap itu kan KPU punya durasi tujuh belas hari maksimal. Maka itu bisa kita lakukan setelah durasi ibadah selesai sampai tanggal 21 atau 22 (April), setelah itu selesai, baru kita mulai rekap,” tutur Arief saat ditemui usai bertemu perwakilan Flores Timur di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (28/3).

Arief menegaskan hal ini dilakukan khusus untuk Flores Timur. Sebab perayaan khusus Paskah di sana membuat masyarakat harus memfokuskan waktunya.

KPU juga akan mempercepat proses pemungutan suara agar warga Flores Timur bisa melaksanakan Semana Santa. KPU merencanakan untuk menambah TPS dan memulai pemungutan suara lebih awal.

“Nanti kita jadikan pertimbangan apakah kita harus mulai lebih pagi atau mulainya tetap. Ada beberapa opsi dan cara yang penting proses ini bisa cepat sehingga sore ibadahnya tetap bisa dijalankan,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Flores Timur Anton Hadjon menyampaikan kekecewaannya terhadap penentuan hari pencoblosan yang tidak memperhitungkan upacara keagamaan minoritas.

Sebab hal serupa telah terjadi di Pemilu 2009. Saat itu Flores Timur mendapat kelonggaran memilih di hari berbeda dengan jadwal nasional.

“Kami menyampaikan penyesalan, ini bukan persoalan Pemilu 2019 ini saja. Ini persoalan kehidupan kita berbangsa dan bernegara, karena penetapan tanggal ketika tanggal 17 ditetapkan, bersamaan dengan rangkaian tradisi yang harus kami laksanakan,” tutur Anton.

“Ke depan tidak boleh terulang lagi,” ucap dia. (CNN Indonesia/R4)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading

UTAMA

VIRAL! Video Seorang Pria di NTT Digantung Kepala di Bawah, Ibu Korban Minta Keadilan

Published

on

Seorang pria dihukum dengan cara digantung kepala di bawah.
Continue Reading
loading...