Connect with us

HUKRIM

2 Anggota Polres Sikka Pengedar Sabu-Sabu Terancam Dipecat

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman

Kupang, penatimor.com – Citra Polri di NTT kembali tercoreng oleh ulah anggotanya sendiri.

Bagaimana tidak, sebagai anggota Polri yang seharusnya memberantas narkoba, kedua oknum ini malah bertindak sebaliknya sebagai pengedar dan pengguna barang haram tersebut.

Kedua pelaku adalah anggota Polri yang bertugas di Polres Sikka, berinsial OG (43) dan CR (34).

Keduanya terlibat sebagai pengedar dan pengguna Narkoba jenis sabu-sabu di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.

Kedua insan bhayangkari ini telah ditangkap dan ditahan tim Ditresnarkoba Polda NTT dan telah berstatus tersangka.

Turut ditangkap bersama kedua oknum polisi dan telah ditetapkan sebagai tersangka, oknum ASN berinisial TD.

Kedua anggota Polri ini terancam dipecat alias dihukum pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH).

Namun hukuman PTDH ini bakal dilakukan institusi Polri setelah ada putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap terhadap proses hukum pidana yang sedang dijalani OG dan CR.

Setelah ada putusan pengadilan bersifat incrah yang menyatakan OG dan CR bersalah melakukan perbuatan melawan hukum, barulah keduanya bakal diproses PTDH karena dugaan melanggar kode etik dan disiplin anggota Polri.

Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman yang dikonfirmasi wartawan, Rabu (27/3), mengatakan, anggota Polri yang melakukan perbuatan melawan hukum tentu dihukum secara pidana dan juga sesuai kode etik dan disiplin Polri.

“Kita tunggu putusan pidananya. Akan di-PTDH atau pemberentian dengan tidak hormat dan juga pidana,” singkat Kapolda.

Dilansir sebelumnya, Polda NTT melalui Direktorat Reserse dan Narkoba (Resnarkoba) kembali mengungkap peredaran narkoba di wilayah hukumnya.

Kali ini Polda mengungkap peredaran narkotika jenis sabu-sabu di Maumere, Kabupaten Sikka, melibatkan tiga tersangka.

Direktur Resnarkoba Kombes Pol Cornelis M. Simanjuntak, dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (27/3), mengatakan ketiga tersangka, masing-masing OG (43), TD (40) dan CR (34) yang merupakan warga Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Dijelaskan, pengungkapan kasus yang ditangani berdasarkan laporan polisi Nomor: LP-A/46 II/2019/SPKT POLDA NTT tanggal 9 Februari 2019 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sprin-DiK/06/II/2019/Ditresnarkoba tanggal 9 Februari
2019 tersebut, berawal pada Selasa (5/2/2019), dimana Tim Subdit I Ditresnarkoba Polda NTT berangkat ke
Maumere setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada pengiriman paket yang diduga dikirimkan kepada tersangka OG melalui jasa pengiriman.

Selanjutnya, Tim Subdit I Ditresnarkoba Polde NTT membuntuti tersangka OG pada Jumat (8/3/2019) di Maumere.

“Selanjutnya, OG menyuruh saksi M untuk mengambil paket tersebut untuk diserahkan kepada OG,” kata Cornelis.

“Lalu OG menghubungi dan menjemput tersangka TD di bengkel untuk sama sama ke rumahnya TD,” lanjut dia.

Sesampainnya di rumah TD, jelas Dirresnarkoba, paket narkotika jenis sabu-sabu tersebut dibuka dan dikonsumsi secara bersama-sama dengan tersangka CR.

Tim Subdit I kemudian mełakukan
penggerebekan dan menangkap ketiga tersangka di kediaman TD, wilayah Kecamatan Alok Timur, sekira pukul 01.20, Sabtu (9/3/2019).

“Sejumlah barang bukti diamankan polisi, masing-masing 1 unit mobil Toyota Avanza berwarna hitam, 1 lembar surat tanda terima (STT) dari jasa pengiriman dengan penerima berinisial YA,” sebut Kombes Cornelis.

Dia melanjutkan, adapula barang bukti lain yang disita, masing-masing, 1 buah paket kiriman atas nama YA dalam bentuk dus berwarna coklat yang berisi 4 potong kain corak kotak-kotak berwarna kuning-biru, 1 potong baju berwarna kuring gading bermerek gedang, dan 1 potongan pipet kaca berwarna bening.

Barang bukti lainnya adalah 1 gumpalan tissue terwarna putih, 5 potongan kecil sedotan plastik berwarna putih, 2 pecahan kecil pipet kaca, 1 buah cotton buds bekas berwarna biru, 1 potongan kecil plastik klip berwarna bening, 1 buah klip kertas berwarna silver, 1 buah buku rekening atas nama ATD, 1 buah handphone merek Xiaomi berwama coklat tanpa kondom, 1 buah kartu ATM atas nama ATD, 1 bilah parang dengan panjang 53 cm bergagangkan karet ban berwama hitam.

Tersangka OG dan TD dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan atau 112 ayat (1) dan atau Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Sementara tersangka CR dijerat Pasal 127 Ayat (1) huruf a dan atau Pasal 131 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun. (R3)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Ciduk Pelaku Penganiayaan di Kupang, Gunakan Parang, Korban Pegawai Navigasi

Published

on

Jeskial Lodo Ndilu alias Eky alias Bartex (29), warga Jalan Banteng, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja.
Continue Reading
loading...