Connect with us

UTAMA

GMKI Cabang Kupang: Ayo “Selingkuh”

Published

on

Anggota Komisariat Rabi GMKI Cabang Kupang pose bersama usai melakukan pembersihan sampah di pinggir jalan, Jalur Penghijauan, Sabtu (23/3).

Kupang, penatimor.com – Komisariat Rabi, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang melalui Bidang Aksi Partisipasi (AP) melaksanakan aksi pembersihan sampah di sekitar Jalur Penghijauan.

Komisariat yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) ini melakukan aksi perangi sampah.

Aksi ini merupakan salah satu program kerja dari Komisariat Rabi.

Program yang disebut “Rakyat” (Rabi Kerja Nyata) berlangsung sekitar pukul 06.00 dengan fokus utama adalah sampah yang telah menumpuk di Jalur Penghijauan.

Rombongan mahasiswa yang tergabung dalam Komisariat Rabi itu mulai bekerja dengan mengerahkan anggota di sekitar area sampah.

Mereka membersihkan sampah anorganik maupun sampah organik serta mencabut rumput di pinggiran jalan. Semuanya dibersihkan secara gotong royong.

Setelah sampah dikumpulkan dalam karung-karung, dengan dibantu oleh mobil pengangkut sampah dari Dinas Kebersihan, sampah diangkut ke tempat pembuangan sampah.

Mahasiswa tersebut menyadari benar bahwa perlu adanya sebuah kerja nyata bagi lingkungan hidup, sebab berkoar lalu berpangku tangan bukankah suatu citra mahasiswa milenial.

Ketua Komisariat Rabi Teice Mayagatrin Benu kepada wartawan, mengatakan, Program Rakyat atau Rabi Kerja Nyata ini merupakan aksi sekaligus jawaban bahwa mahasiswa perlu bergerak dan mendongkrak perubahan dari hal paling kecil sekalipun.

Komisariat Rabi melalui Program Rakyat, menargetkan pembersihan sampah-sampah di lokasi penghijauan, sebab lokasi tersebut terpantau ramai namun masih ada gunung sampah yang menganggu para pengendara maupun pejalan kaki ketika melintasi jalur tersebut.

“Melalui Rakyat, Komisariat Rabi berharap permasalahan sampah di jalur tersebut dapat teratasi,” ujarnya.

Dikatakan, sebagai mahasiswa dan kader muda yang adalah motor penggerak perubahan, Komisariat Rabi berharap agar setiap insan baik tua maupun muda menyadari sepenuhnya bahwa ia adalah manusia sehingga perlu mengedepankan hati dan pikirannya dalam bertindak, termasuk dalam hal membuang sampah.

“Hal kecil yang dianggap sepele namun dampaknya besar bagi keseimbangan ekosistem lingkungan,” imbuhnya.

Ditambahkan, Komisariat Rabi mengimbau bagi para mahasiswa sebagai kaum intelek muda NTT agar menjadi contoh yang baik bagi masyarakat sekitar dalam hal menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Sebab sebagai suatu kesatuan ekosistem, lingkungan perlu dijaga agar tetap hidup alami dan bersih.

“Imbauan bagi masyarakat sekitar, agar tidak membuang sampah sembarangan. Sebab itu sungguh merusak lingkungan kita dan mengancam kelanjutan hidup anak cucu kita. Sebab di lokasi penghijauan telah tertanam dengan kokoh papan peringatan agar tidak membuang sampah di area tersebut,” katanya.

Begitu pula melalui kegiatan ini, Komisariat Rabi mengharapkan adanya fasilitas berupa bak sampah atau pun tong sampah di sekitar area jalur penghijauan, agar masyarakat yang kurang paham akan arti menjaga lingkungan dapat menempatkan sampah-sampah mereka ke tempat yang disediakan oleh pemerintah setempat.

Dengan slogan: Ayo “Selingkuh”!(Selamatkan Lingkungan Hidup), Komisariat Rabi mengajak kita semua sebagai suatu kesatuan alam dan mahkluk paling berakal budi agar tetap menjaga lingkungan yang adalah rumah kita sendiri. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading

UTAMA

VIRAL! Video Seorang Pria di NTT Digantung Kepala di Bawah, Ibu Korban Minta Keadilan

Published

on

Seorang pria dihukum dengan cara digantung kepala di bawah.
Continue Reading
loading...