Connect with us

SOSBUD

Posbindu IAD Wilayah NTT Diresmikan

Published

on

Kajati NTT Dr. Febrie Adriansyah dan Ketua IAD Wilayah NTT Ny. Rugun pose bersama Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang Rudy Priyono, Kepala Puskesmas Oepoi dan pengurus IAD usai peresmian Posbindu, Jumat (22/3).

Kupang, penatimor.com – Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah NTT telah diresmikan, Jumat (22/3) pagi.

Kajati NTT Dr. Febrie Adriansyah pada kesempatan itu, mengatakan, pembentukan Posbindu merupakan salah satu program IAD yang dilaksanakan dari tingkat pusat sampai ke daerah.

“Program IAD ada banyak, selain Posbindu, ada juga program Perpustakaan Mini, Indonesia Bersih, operasi katarak untuk masyarakat tidak mampu, sunatan massal, nikah massal, dan masih banyak lagi,” kata Kajati.

Posbindu ini, lanjut mantan Wakajati DKI Jakarta itu, merupakan program pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya keluarga besar Kejaksaan.

“Contohnya pensiunan kita, terhadap kontrol kesehatan yang perlu rutin, bisa di situ. Cek darah, tensi dan yang bukan penyakit berat atau menular. Ini terbuka apabila ada acara yang kita lakukan, akan diundang juga dokternya. Ini yang akan kita lakukan secara rutin. Tetapi kalau di kantor, mungkin tiap hari kita bisa cek kesehatan yang sifatnya sederhana,” jelas Kajati.

Orang nomor satu di lingkup Kejati NTT itu, melanjutkan, ada dokter Kejaksaan yang selalu siap setiap saat memberikan pelayan kesehatan, dibantu tenaga perawat dengan persediaan obat-obatan.

“Ini memang membantu betul, terlebih Purnaja. Jadi selain periksa kesehatan, mereka juga bisa ketemu dengan rekan kerjanya. Kita memang sejak lama berharap Posbindu ini ada,” imbuh Kajati yang didampingi Wakajati dan para Asisten.

Ketua IAD Wilayah NTT Ny. Rugun Febrie Adriansyah, mengatakan, IAD selalu ikut serta dalam mewujudkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Hal ini diwujudkan dalam berbagai kegiatan secara langsung di masyarakat sebagai bentuk pelaksanaan program kerja organisasi.

IAD menurut Ny. Rugun, ingin selalu berpartisipasi secara langsung mendukung program-program pemerintah di dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya dan keluarga besar adhyaksa Kejati NTT pada khususnya, dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti operasi katarak gratis, IVA test dan sadanis, khitanan massal dan Posyandu Binaan.

“Untuk itu pada hari ini kami ingin mengambil bagian yang kesekian kalinya melalui pendirian Posbindu IAD Wilayah NTT. Harapannya bisa membantu kelurga besar Kejati NTT, utamanya para Purnaja agar dapat memeriksakan kesehatannya secara rutin di Posbindu yang akan dilaksanakan setiap bulan disesuaikan dengan hari Poliklinik Kejati,” jelas Ny. Rugun.

Dia melanjutkan, sasaran Posbindu IAD Wilayah NTT adalah seluruh karyawan dan karyawati serta keluarga terdekatnya, para pengurus dan anggota IAD, para Purnaja dan anggota kehormatan yang berumur 45 tahun ke atas.

“Kami harapkan partisipasi aktifnya pada pelaksanaan Posbindu setiap bulannya. Tujuannya untuk mendeteksi dan memantau secara dini penyakit tidak menular yang umum menyerang kepada orang yang berumur 45 tahun ke atas seperti hipertensi, jantung dan diabetes melitus,” sebut Ny. Rugun.

“Semoga niat baik kami mendukung program pemerintah mengendalikan dan meminimalisir jumlah penderita penyakit tidak menular di Indonesia dapat berjalan lancar tanpa kendala yang berarti,” lanjut dia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang Rudy Priyono, S.Km.M.Kes., mengapresiasi pembukaan Posbindu yang menjadi salah satu tugas dari pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan.

Keberadaan Posbindu ini menurut dia, merupakan tempat untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan terutama penyakit tidak menular yang menjangkiti usia-usia di atas 45 tahun.

“Jadi Posbindu ini khusus untuk pelayanan penyakit-penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabates melatus dan jantung, agar bisa dideteksi secara dini,” kata Rudy.

Menurut dia, selain Posbindu Kejati NTT, sudah ada Posbindu lain dan keberadaannya akan terus dikembangkan.

“Karena penyakit-penyakit tidak menular ini sudah masuk menggeser penyakit-penyakit yang menular seperti Ispa, diare, malaria dan lainnya sudah mulai masuk ke jajaran penyakit-penyakit terbanyak, sehingga harus diantisipasi terutama kita sosialisasikan untuk pencegahannya dengan pola hidup sehat dan bersih,” sebut dia.

Rudy menambahkan, di Posbindu IAD Wilayah NTT juga ada Poliklinik yang akan memberikan pelayanan setiap hari. Sementara pelayanan Posbindu dilakukan dua kali seminggu.

“Kita harapkan dengan adanya Poliklinik ini bisa dimanfaatkan terutama untuk karyawan maupun purna, bila perlu masyarakat umum. Kami juga suport dengan tenaga kesehatan. Ada satu dokter tetap yang sudah dikontrak Kejati, kami juga mendukung lewat kolaborasi dengan Puskesmas Oepoi yang memperbantukan tenaga dokter, perawat dan analis,” sebut Rudy Priyono. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SOSBUD

Pameran Pembangunan di Kefamenanu Perketat Protokol Kesehatan

Published

on

Salah satu pengunjung pameran tampak mencuci tangan sebelum memasuki stan pameran.
Continue Reading

SOSBUD

Gubernur VBL: Lontar Pohon Kehidupan Masyarakat NTT

Published

on

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat
Continue Reading

SOSBUD

Keluarga Besar Lamaholot di Kupang Gelar Silaturahmi Tahun Baru 2020

Published

on

Ketua IKAL Dr. Kotan Y. Stefanus, S.H, M.Hum., dalam jumpa pers (30/1/2020) petang.
Continue Reading
loading...